Aditya Widya Putri

Aditya Widya Putri adalah seorang jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang kesehatan, sains, lingkungan, sosial, dan budaya pop. Beliau telah bekerja dengan beberapa media online dan majalah. Saat ini, Aditya Widya Putri bekerja sebagai jurnalis kesehatan dan sains di Tirto.ID sejak Maret 2016 hingga sekarang, selama 7 tahun 1 bulan. Kantor Tirto.ID berlokasi di Jakarta.

Indeks Tulisan

Gws
Kamis, 12 Juli 2018

Menghindari Penyakit dan Stres dengan Berkata-kata Positif

Komunikasi dengan kalimat-kalimat positif menghindarkan Anda dari penyakit dan stres.
Kesehatan
Selasa, 10 Juli 2018

Mengenal Terapi Penyembuhan Hipnosis

Hipnosis tak sembarangan bisa dilakukan pada semua orang.
Sosial Budaya
Selasa, 10 Juli 2018

Jorjoran demi Resepsi Pernikahan Idaman

Biaya pernikahan di Jakarta dengan 1.000 tamu undangan sekitar Rp150 juta.
Kesehatan
Senin, 9 Juli 2018

Menjaga Gusi, Menjaga Seluruh Tubuh Kita

Gusi yang sakit dapat membikin gigi rusak dan inflamasi pada organ lain.
Kesehatan
Jumat, 6 Juli 2018

"Susu Kental Manis" Bukanlah Susu

Selama ini konsumen menganggap SKM sebagai susu penuh gizi. Padahal, produk ini lebih tepat disebut krimer atau sirup.
Kesehatan
Kamis, 5 Juli 2018

Jangan Sembarangan Memakai Perapi dan Pemutih Gigi Instan

Membeli dan menggunakan alat perapi dan pemutih gigi di pasaran berisiko merusak gigi.
Pendidikan
Selasa, 3 Juli 2018

Cek Pengumuman Hasil SBMPTN 2018 di UNS Surakarta

Peserta SBMPTN UNS, Surakarta naik sekitar 800 orang dibanding tahun lalu.
Pendidikan
Senin, 2 Juli 2018

Ragam Cara Mahasiswa Kedokteran Menutup Modal Kuliah

Dari berjualan obat, mengisi aplikasi konsultasi kedokteran, hingga mengingkari kontrak pendidikan.
Umum
Senin, 2 Juli 2018

Karut Marut Sistem Pendidikan Kedokteran Indonesia

Perlu segera revisi regulasi pendidikan dokter agar tiada lagi cerita mahasiswa yang depresi berat dan enggan ditempatkan di pelosok.
Kesehatan
Minggu, 1 Juli 2018

Keperawanan dalam Dunia Medis

"Jika ada dokter berani mengklaim selaput dara koyak sebagai tanda ketidakperawanan, ilmunya patut dipertanyakan," kata dr. Robbi Wicaksono.