tirto.id - Al-Wahid merupakan salah satu asmaulhusna yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Nama baik Allah tersebut juga menjadi sifat-Nya yang sempurna. Arti Al-Wahid serupa maknanya dengan Al-Ahad.
Arti Al-Ahad dan Al-Wahid memiliki kesamaan yaitu Esa. Hanya saja, makna Esa keduanya ada perbedaan.
Al-Ahad menunjukkan keesaan Allah dalam makna tidak yang berikat dengan Allah di dalamnya. Adapun Al-Wahidartinya keesaan Allah dalam Zat. Dengan demikian, Al-Wahid selaras dengan kalimat Al-Ahad yang saling melengkapi mengenai kesempurnaan Allah.
Apa Arti Al-Wahid dalam Asmaulhusna?
Arti dari asmaulhusna Al-Wahid adalah Yang Maha Tunggal atau Esa. Akar kata Al-Wahid dalam bahasa Arab Klasik memiliki beberapa arti lain yakni satu, menjadi satu, disebut satu yang terhubung, bergabung, satu yang unik, dan tunggal yang satu berbeda dari yang lain.
Dengan demikian, Al-Wahid artinya Allah Maha Tunggal yang tidak ada satu pun bisa menyamai dalam Zat-Nya. Allah tidak membutuhkan sekutu dalam menciptakan dan memutuskan sesuatu. Zatnya tidak ada bandingannya dan segala sesuatu berasal dariNya.
Dalil Asmaulhusna Al-Wahid dalam Al-Qur'an
Tulisan Arab Al-Wahid ditemukan pada berbagai tempat dalam Al-Qur'an. Hal ini sekaligus menunjukkan dalil kuat terhadap keberadaan nama dan sifat Allahsubhanahu wa ta'ala tersebut.
Berikut berbagai dalil surah, "Al-Wahid" Latin, Arab, dan terjemahannya:
1. Surah Az-Zumar Ayat 4
لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗهُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُLau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā`u sub-ḥānah, huwallāhul-wāḥidul-qahhār
Artinya: “Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa.”(Q.S. Az Zumar [39]:4)
2. Surah Shad ayat 65
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مُنْذِرٌ ۖوَّمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُQul innamā ana munżiruw wa mā min ilāhin illallāhul-wāḥidul-qahhār
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa,’”(Q.S. Shad [38]:65)
3 Surah Al-Baqarah ayat 163
وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُwa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm
Artinya: "Dan ilahmu adalah ilah Yang Maha Esa; tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang." (Q.S. Al-Baqarah [2]:163)
4. Surah Yusuf ayat 39
أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُyā ṣāḥibayis-sijni a arbābum mutafarriqụna khairun amillāhul-wāḥidul-qahhār
Artinya: "Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allâh Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?" (Q.S. Yusuf [12]:39)
5. Surah Ar-Ra'd ayat 16
قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ...qulillāhu khāliqu kulli syai`iw wa huwal-wāḥidul-qahhār
Artinya: "...Katakanlah, “Allâh adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Rabb Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (Q.S. Ar-Ra’d [13]:16)
Cara Meneladani Asmaulhusna Al-Wahid
Asmaulhusna Al-Wahid dapat dijadikan sebagai wirid dan zikir untuk mengingatkan diri bahwa hanya Allah subhanahu wa ta'ala adalah Zat sempurna yang tidak ada tandingannya. Allah pula yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan langit.
Asmaulhusna Al-Wahid juga dapat dijadikan sebagai teladan dalam sikap untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Sifat yang terkandung dalam Al-Wahid mampu menjadikan seseorang memiliki sikap terpuji bagi diri maupun orang lain.
Pengamalan Asmaulhusna Al-Wahid dalam diri seorang muslim dapat diwujudkan dengan menerapkan berbagai perilaku tauhid. Contohnya seperti meninggalkan syirik dan musyrik, menjalankan segala yang disyariatkan dan meninggalkan laranganNya, serta hanya memohon dan meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah Esa dalam Zat, sifat, perbuatanNya, dan uluhiyah-Nya. Tiada sekutu bagi Allah menurut pandangan orang-orang yang beriman kepadaNya.
Hikmah Asmaulhusna Al-Wahid bagi Umat Islam
Sejumlah hikmah dapat dipetik umat Islam dengan mengimani asmaulhusna Al-Wahid. Nama dan sifat Allah tersebut memiliki hikmah seperti berikut:
- Arti asmaulhusna Al-Wahid menunjukkan tidak ada sesuatu yang semisal atau setara dengan Allah subhanahu wa ta'ala. Allah tidak ada tandingannya dengan apa pun.
- Penetapan Al-Wahid sebagai asmaulhusna juga bertujuan untuk membatalkan berbagai wujud takyif. Menurut konteks kidah, takyif yaitu menggambarkan sifat-sifat Alllah dengan cara memberikan batasan atau membuat seolah-olah Allah mempunyai bentuk dan sifat serupa dengan makhlukNya.
- Al-Wahid artinya Allah Maha Esa dengan turut menetapkan semua kesempuranaan hanya untuk Allah yang agung dan indah.
- Dalam nama Al-Wahid mengandung hikmah pula bahwa semua sifat Allah merupakan puncak dari kesempurnaan.
- Keberadaan asmaulhusna Al-Wahid sebagai bantahan pada orang musyrik dan semua ajaran menyimpang yang berniat memuliakan Allah tetapi memakai cara tidak benar. Misalnya menjadikan orang-orang salih yang sudah meninggal atau berhala lainnya sebagai media untuk berdoa.
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































