Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjebak di Kerumunan Massa?

Penulis: Yandri Daniel Damaledo, tirto.id - 7 Nov 2022 13:38 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Apa yang harus dilakukan jika terjebak dalam kerumunan massa?
tirto.id - Kawasan Itaewon, Korea Selatan baru-baru ini menjadi perhatian dunia usai tragedi yang menewaskan ratusan orang dalam kerumunan massa saat perayaan Halloween, Sabtu 29 Oktober lalu.

Ribuan orang yang berkumpul di kawasan populer Itaewon memadati kawasan itu hingga berdesak-desakan dan terjebak di sana.

Kekacuan mulai terjadi ketika kerumunan semakin rapat, dengan beberapa saksi mengatakan mereka sulit untuk bernapas dan tidak mungkin bergerak.


Korban jiwa tak dapat dihindarkan ketika ratusan orang terhimpit, mengalami sesak nafas, kekurangan oksigen, hingga meninggal dunia.

The Korea Herald melaporkan, sebanyak 154 orang tewas dan 103 orang terluka akibar peristiwa ini. Diduga, penyebab jatuhnya banyak korban adalah karena berdesak-desakan dan terinjak kerumunan pengunjung.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjebak di Kerumunan Massa?


Kerumunan massa bisa jadi sangat berbahaya bagi siapapun, apalagi ketika terjadi kepanikan, berdesak-desakan, saling dorong, bahkan terjatuh dan terinjak.

Potensi kekurangan oksigen membuat seseorang sulit bernafas, dan bergerak, hingga menyebabkan lemas. Lalu, apa yang harus dilakukan jika terjebak di kerumunan massa?

1. Tetap berdiri

Melansir The Washington Post, setelah kerumunan berhenti bergerak, prioritas Anda adalah tetap berdiri, menjaga lengan agar tidak terjepit di samping, melindungi dada, dan menghemat oksigen.

Untuk tetap berdiri, Anda perlu menguatkan diri tetapi juga bergerak dengan kerumunan daripada mendorongnya.

Kerumunan yang padat dapat melonjak, beriak, dan bergerak dalam gelombang.

2. Ikuti arus kerumunan

Martyn Amos, pakar kerumunan dan profesor ilmu komputer dan informasi di Universitas Northumbria mengatakan, "ikuti saja arusnya. Anda mungkin berpikir untuk melawan arus dan tekanan kerumunan, tetapi Anda tidak mungkin berhasil melakukannya."

3. Jaga pijakan kaki

Jaga kaki Anda dalam posisi seperti petinju, dengan kaki terpisah, satu kaki di depan yang lain dan lutut sedikit ditekuk, kata Paul Wertheimer dari Crowd Management Strategies, layanan konsultasi keselamatan kerumunan Los Angeles.

4. Posisikan tangan di depan dada

Penting untuk tetap mengangkat tangan. Jika tangan terhimpit di bawah, gunakan tangan dominan Anda untuk meraih lengan bawah Anda yang berlawanan, lalu buatlah semacam perisai di depan dada Anda dengan siku sebagai penahan tubuh lain.

Ini akan membantu melindungi dada Anda dan mempertahankan zona pernapasan. Jika Anda memiliki ransel, balikkan ke depan di atas dada Anda, kata Wertheimer.

5. Letakkan anak kecil di atas bahu orang dewasa

Orang pendek berisiko lebih tinggi terkena oksigen terbatas daripada orang tinggi. Jangan membawa anak-anak ke keramaian, tetapi jika itu terjadi, letakkan mereka di bahu Anda atau pegang mereka dan lingkarkan kaki mereka di pinggang Anda. Jangan mencoba menyeret mereka dengan lengan.

6. Jangan berteriak

Berteriak adalah pemborosan energi dan oksigen. Para ahli mencatat bahwa kebanyakan orang yang selamat karena bersikap tenang, dan saling bekerja bersama dan mencoba saling membantu. Tetap tenang dan tegakkan kepala untuk mendapatkan udara maksimal.

7. Jangan ambil barang jatuh

Jika Anda menjatuhkan ponsel atau barang lainnya, lepaskan. Setelah Anda membungkuk untuk mengambil sesuatu, Anda tidak mungkin untuk bangkit kembali.

8. Jika terjatuh jangan terlentang atau tengkurap

Jika Anda jatuh atau tersandung, berusahalah untuk berdiri, tetapi jika Anda tidak bisa, peluang Anda untuk bertahan adalah tidur dengan posisi menyamping sambil membungkuk (bungkuk udang), dan melindungi kepala Anda. Anda paling rentan jika Anda telentang atau tengkurap.

Bagaimana Kerumunan Massa Bisa Sebabkan Kematian?


Beberapa hari setelah tragedi Itaewon, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP menjelaskan bagaimana kondisi kerumunan bisa menyebabkan seseorang kekurangan oksigen hingga mengalami henti jantung.

Hal ini diperparah dengan situasi sekitar yang tidak terkendali sehingga ketegangan dan adrenalin muncul. Situasi yang ramai juga membuat karbon dioksida jadi begitu banyak, sehingga pembuluh darah menjadi kuncup.

Akibatnya oksigen tidak bisa terhantar dengan baik karena fungsi jantung sebagai pemompa pembuluh darah dan penghantar oksigen juga mengalami kekurangan oksigen.

"Bayangkan jantung sebagai pompanya saja tidak dapat oksigen juga. Inilah yang menyebabkan terjadinya henti jantung," tutur dr. Vito menukil Antara.

Dokter Vito juga menjelaskan, henti jantung yang disebabkan oleh hipoksia, atau kekurangan oksigen dalam sel otot jantung, dapat menyebabkan detak jantung semakin melambat hingga henti jantung.

Tanda awal hipoksia antara lain pusing, sesak napas, mata berkunang-kunang, keringat dingin, dan lemas.

Oleh karena itu, penting untuk mengamankan diri jika kita berada di tengah kerumunan. Mengutip situs Klikdokter, penting untuk mengamati area sekitar ketika berada di tempat ramai. Pastikan mengingat letak pintu keluar darurat, toilet, dan rute keluar.

Kemudian, segera pergi ketika kerumunan semakin padat. Jangan ragu untuk meninggalkan area yang sangat padat jika mulai merasa tidak nyaman dan tidak ada cukup ruang untuk bergerak. Lalu, pastikan agar Anda tetap mendapatkan oksigen.

Dari beberapa kejadian lonjakan massa yang merenggut nyawa, kebanyakan korban mengalami kekurangan oksigen dan kesulitan bernapas.

Untuk membantu bernapas selama berada di kerumunan, Anda bisa meletakkan tangan di depan dada dan menahan posisi tersebut.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh, tidak saling dorong, dan jangan sampai terjebak di dinding atau pagar.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yantina Debora

DarkLight