Apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 19 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa, sementara psikolog adalah ahli psikologi. Apa perbedaan kedua profesi ini?
tirto.id - Mungkin ada banyak yang tidak mengetahui bahwa psikolog dan psikiater adalah dua profesi berbeda karena keduanya sama-sama menyediakan pelayanan terapi. Padahal, psikolog dan psikiater memiliki perbedaan konten dan ruang lingkup mereka.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa. Sementara psikolog adalah ahli psikologi.

Seorang psikiater, dilansir laman Very Well Mind, merupakan dokter medis yang dapat meresepkan obat. Hal tersebut dilakukan secara bersamaan dengan pemberian psikoterapi, meskipun intervensi medis dan farmakologis sering menjadi fokus mereka.

Sedangkan psikolog, meskipun memiliki gelar doktor, tetap bukan dokter medis. Sebagian besar dari para psikolog tidak dapat meresepkan obat. Sebaliknya, mereka hanya menyediakan psikoterapi, yang mungkin melibatkan intervensi kognitif dan perilaku.

Secara umum, terdapat tiga perbedaan utama antara psikiater dan psikolog. Pertama, psikiater adalah dokter medis, sementara psikolog tidak. Kedua, psikiater bisa meresepkan obat, sementara psikolog tidak bisa.

Ketiga, psikiater mendiagnosis penyakit, mengelola perawatan, dan menyediakan berbagai terapi untuk penyakit mental yang kompleks dan serius. Sementara psikolog hanya fokus pada pemberian psikoterapi (terapi bicara) untuk membantu pasien.

Berikut adalah perbedaan spesifik antara kedua profesi tersebut dilansir dari laman Your Health Mind:

1. Pendidikan dan Pelatihan

Psikiater adalah dokter medis dengan setidaknya 11 tahun pelatihan. Pertama-tama mereka mengambil gelar kedokteran di universitas. Selanjutnya, mereka menghabiskan setidaknya 1 atau 2 tahun pelatihan sebagai dokter umum. Untuk memperoleh gelar psikiater, mereka akan menyelesaikan setidaknya 5 tahun pelatihan dalam diagnosis dan perawatan penyakit mental.

Sementara psikolog memiliki setidaknya 6 tahun pelatihan di universitas dan pengalaman di bawah pengawasan. Mereka juga dapat memiliki kualifikasi tingkat Master atau Doktor dalam bidang psikologi. Jika mereka memiliki gelar Doktor (PhD), seorang psikolog dapat menyebut diri mereka 'Dr', tetapi mereka bukan dokter medis. Ada beberapa klasifikasi psikolog. Salah satunya adalah psikolog klinis yang telah memiliki pelatihan khusus dalam diagnosis dan perawatan penyakit mental.

2. Perawatan yang disediakan

Psikiater dapat menyediakan berbagai macam perawatan, sesuai dengan masalah tertentu dan apa yang akan bekerja paling baik. Ini termasuk obat, perawatan medis umum, termasuk memeriksa kesehatan fisik Anda dan efek dari pengobatan serta perawatan psikologis dan terapi stimulasi otak seperti terapi electroconvulsive (ECT). Sementara, psikolog fokus pada penyediaan perawatan psikologis.

3. Kondisi yang dirawat

Psikiater cenderung memperlakukan orang yang memerlukan pertimbangan medis, psikologis dan sosial. Ini biasanya orang dengan kondisi kompleks, misalnya depresi berat, skizofrenia, hingga gangguan bipolar.

Seseorang yang telah mencoba bunuh diri atau memiliki pikiran untuk bunuh diri biasanya akan dilihat oleh seorang psikiater.

Sementara, psikolog lebih cenderung melihat orang dengan kondisi yang dapat dibantu secara efektif dengan perawatan psikologis. Ini mungkin termasuk masalah perilaku, kesulitan belajar, depresi dan kecemasan.

4. Cara berkonsultasi

Seperti halnya semua spesialis medis, untuk menemui psikiater Anda memerlukan rujukan dari dokter umum Anda. Sementara untuk menemui psikolog, Anda tidak perlu rujukan. Namun, di Australia dokter umum dapat merujuk Anda ke psikolog sebagai bagian dari Rencana Perawatan Kesehatan Mental.


Baca juga artikel terkait PSIKOLOGI atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight