Apa Itu Peringatan Dini Tsunami dan Apa yang Harus Dilakukan?

Kontributor: Lucia Dianawuri, tirto.id - 26 Jan 2023 11:22 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Salah satu penyebab yang paling sering menimbulkan tsunami adalah pergerakan dasar laut atau pergeseran lempeng yang menyebabkan gempa.
tirto.id - Sebagai warga yang tinggal di negeri kepulauan, Anda harus tahu berbagai risiko yang mungkin terjadi, serta bagaimana mengatasi berbagai risiko itu.

Salah satu risiko yang dihadapi oleh warga negeri kepulauan adalah tsunami. Menurut laman BPBD Provinsi NTB tsunami adalah gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut.

Tsunami ini terjadi akibat adanya pergeseran lempeng, tanah longsor di dasar laut, erupsi gunung api yang berada di dasar laut, ataupun jatuhnya meteor.


Tsunami sendiri dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 meter.

Salah satu penyebab yang paling sering menimbulkan tsunami adalah pergerakan dasar laut atau pergeseran lempeng yang menyebabkan gempa.

Gempa Aceh pada 2004 adalah salah satu contohnya. Ketika itu, akibat gempa bumi berskala 8,9 Skala Richter (SR), Aceh dan sekitarnya, termasuk sejumlah negara dalam kawasan Samudra Hindia mengalami tsunami dahsyat.


Pengertian peringatan dini tsunami



Menurut makalah online yang disusun oleh GITEWS, berkaca dari pengalaman tsunami dahsyat di Aceh dan sekitarnya pada 2006, Indonesia, dan beberapa negara dalam kawasan Samudra Hindia yang terkena dampak tsunami dahsyat tersebut, memutuskan untuk membangun sebuah Sistem Peringatan Dini Tsunami regional.

Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System – INA-TEWS), merupakan bagian penting dari sistem regional ini. Zona subduksi yang berlokasi di daerah lepas pantai Indonesia merupakan sumber utama untuk tsunami jauh, yang melintasi Samudra Hindia.

Sistem peringatan dini tsunami sendiri merupakan sebuah sistem peringatan dini untuk mendeteksi tsunami lebih awal. Hasil dari deteksi awal ini kemudian akan disampaikan dalam bentuk peringatan kepada orang-orang yang tinggal di sekitar daerah yang terdampak tsunami.


Tujuan dari sistem ini adalah untuk memberi peringatan kepada warga sekitar yang dapat terkena dampak tsunami, sehingga jumlah korban bisa diminimalisir, atau jika mungkin, benar-benar dicegah.

Sistem ini terdiri dari dua bagian penting, yaitu jaringan sensor yang berfungsi mendeteksi tsunami, serta infrastruktur jaringan komunikasi yang berfungsi memberi peringatan lebih awal tentang bahaya tsunami kepada wilayah-wilayah yang terancam bahaya. Tujuannya, agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih efisien.

Apa yang perlu dilakukan saat terjadi tsunami dan setelah terjadi tsunami?



Sebagai bagian dari warga yang tinggal di daerah yang rentan dengan bahaya tsunami, Anda perlu mengetahui apa yang perlu dilakukan sebelum, dan saat terjadi tsunami.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum dan saat terjadi tsunami seperti dilansir dari BPBD Provinsi Jogja:

- Nyalakan radio agar Anda tahu apakah tsunami akan terjadi setelah adanya gempa bumi di sekitar wilayah pantai.

- Segera bergerak ke arah daratan yang lebih tinggi, tinggal di tempat itu sementara waktu.

- Jauhi pantai, dan jangan mendekati pantai untuk melihat datangnya tsunami.

- Kalau Anda melihat gelombang, itu artinya Anda terlalu dekat dengan pantai, segera menjauh.

- Apabila air surut, jauhi pinggir pantai, ini adalah salah satu peringatan tsunami, dan harus diwaspadai.

Setelah tsunami terjadi, Anda harus melakukan beberapa hal berikut ini, seperti dilansir dari BPBD Provinsi Jogja:

- Jauhi area tergenang dan area yang rusak akibat tsunami, tunggu sampai ada informasi dari pihak yang berwenang bahwa situasi sudah aman.

- Jauhi area reruntuhan di dalam air, jika Anda nekat, Anda bisa memengaruhi keamanan perahu penyelamat dan orang-orang di sekitar Anda.

- Ingat, utamakan keselamatan Anda dan keluarga, bukan barang-barang Anda.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Lucia Dianawuri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight