Menuju konten utama

Apa Itu Etilen Glikol yang Ada dalam Obat Batuk Anak dari India

Apa itu etilen glikol yang ada dalam obat batuk anak dari India? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Itu Etilen Glikol yang Ada dalam Obat Batuk Anak dari India
Ilustrasi Ginjal. foto/IStockphoto

tirto.id - Bahasan soal apa itu etilen glikol yang ada dalam obat batuk anak dari India terus menjadi diskusi publik.

Sebagaimana diumumkan dalam laman resminya, WHO menyatakan peringatan produk obat batuk sirup ini mengacu pada empat produk di bawah standar, yang diidentifikasi di Gambia dan dilaporkan ke WHO pada September 2022.

"Produk medis di bawah standar adalah produk yang gagal memenuhi standar kualitas atau spesifikasinya dan oleh karena itu 'di luar spesifikasi'," tulis WHO.

Keempat produk tersebut adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.

Produsen produk ini adalah Maiden Pharmaceuticals Limited (Haryana, India). Analisis laboratorium dari sampel masing-masing dari empat produk menegaskan bahwa mereka mengandung jumlah yang tidak dapat diterima dari dietilen glikol dan etilena glikol sebagai kontaminan. Sampai saat ini, keempat produk ini telah diidentifikasi di Gambia, tetapi mungkin telah didistribusikan, melalui pasar informal, ke negara atau wilayah lain.

Lantas apa itu Etilen glikol ini?

Mengenal Apa Itu Etilen Glikol

Laman kesehatan CDC menjelaskan, Etilen glikol adalah senyawa industri yang ditemukan di banyak produk konsumen. Contohnya termasuk antibeku, cairan rem hidrolik, beberapa tinta bantalan stempel, pulpen, pelarut, cat, plastik, film, dan kosmetik.

Etilen glikol memiliki rasa manis dan tidak berbau. Etilen glikol sering tertelan secara tidak sengaja atau sengaja. Etilen glikol terurai menjadi senyawa beracun dalam tubuh.

Etilen glikol dan produk sampingannya yang beracun pertama-tama mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP), kemudian jantung, dan akhirnya ginjal. Menelan cukup banyak dapat menyebabkan kematian.

Gejala dan Dampak Keracunan yang Disebabkan Etilen Glikol

CDC menulis, setelah dikonsumsi, etilen glikol cepat menyerap (dalam 1 sampai 4 jam) melalui perut. Setelah penyerapan, 80% atau lebih etilen glikol secara kimiawi diubah menjadi senyawa beracun.

Toksisitas etilen glikol dikategorikan menjadi 3 efek kesehatan yang merugikan. Tahap 1 (tahap neurologis) berlangsung dari 30 menit hingga 12 jam setelah konsumsi. Tahap 2 (tahap cardiopulmonary) terjadi antara 12 dan 24 jam setelah konsumsi. Tahap 3 (tahap ginjal) terjadi antara 24 dan 72 jam setelah konsumsi.

Efek kesehatan awal yang merugikan yang disebabkan oleh keracunan etilen glikol meliputi:

  • depresi sistem saraf pusat,
  • mabuk,
  • euforia,
  • pingsan, dan
  • depresi pernafasan.
  • Mual dan muntah dapat terjadi sebagai akibat dari iritasi gastrointestinal.
  • Toksisitas yang parah dapat menyebabkan koma, hilangnya refleks, kejang (jarang), dan iritasi pada jaringan yang melapisi otak.

Produk sampingan metabolisme beracun dari metabolisme etilen glikol menyebabkan penumpukan asam dalam darah. Proses ini disebut asidosis metabolik.

Zat beracun ini juga mempengaruhi sistem kardiopulmoner dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Asidosis metabolik biasanya terjadi setelah intoksikasi etilen glikol, tetapi tidak adanya asidosis tidak menyingkirkan toksisitas etilen glikol. Kadar etilen glikol serum tidak berkorelasi baik dengan presentasi klinis.

CDC menerangkan, keracunan etilen glikol yang tidak diobati bisa berakibat fatal.

Baca juga artikel terkait ETILEN GLIKOL atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Iswara N Raditya