Alasan Serial Ju-On: Origins di Netflix Layak untuk Ditonton

Oleh: Maria Ulfa - 2 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Serial Netflix terbaru 'Ju-On: Origins' akan menghadirkan kisah horor dari Jepang dalam 6 episode.
tirto.id - Serial horor Jepang Ju-On: Origins akan tayang di Netflix pada hari Jumat (3/7/2020) besok. Serial orisinal Netflix ini dibuat berdasarkan waralaba Ju-On yang sudah diproduksi sejak tahun 2000-an.

Serial ini akan tayang sebanyak 6 episode. Semua episode tersebut akan tersedia di Netflix pada 3 Juli besok.

Ju-On: Origins mengisahkan horor yang dialami oleh Haruko Honjo (Yuina Kuroshima). Pada setiap malam, Aktris pendatang baru tersebut mendengar langkah kaki orang lain di rumahnya.

Haruko lalu menemui Yasuo Odajima (YosiYosi Arakawa), peneliti roh yang dikenalnya dari sebuah acara TV, dan menceritakan kejadian-kejadian aneh di rumahnya.

Trailer resmi Ju-On yang diunggah di akun YouTube Netflix Asia memperlihatkan suasana horor dan gelap menyelimuti sebuah rumah. Muncul sejumlah cerita misterius yang konon berasal dari rumah itu dan menjelaskan kenapa kediaman Haruko ini menyeramkan.

Haruko dan Yasuo kemudian berusaha menemukan rahasia yang tersembuyi di sana. Mereka lalu menemui banyak saksi yang bercerita tentang yang terjadi selama ini di rumah itu. Satu per satu kisah nahas dan menyeramkan di rumah itu pun akhirnya terkuak.

Berikut adalah sejumlah alasan mengapa Ju-On: Origins di Netflix menjadi salah satu serial yang layak ditonton.

1. Waralaba drama horor Jepang yang populer

Serial Ju-On selama ini menjadi menjadi salah satu waralaba drama horor asal Jepang yang paling populer di dunia.

Dibuat oleh Takashi Shimizu, Ju-On atau yang lebih dikenal sebagai The Grudge telah ada selama dua dekade dan mengumpulkan total 13 film sejak debutnya pada tahun 2000.

Sebagian judul film itu ialah Ju-On (2000), Ju-On 2 (2000), Ju-On: The Grudge (2003), Ju-On: The Grudge 2 (2003), Ju-On: Black Ghost (2009), hingga Ju-On: The Beginning of the End (2014).

2. Diarahkan Sutradara Sho Miyake

Ju-On diisukan merupakan adaptasi sebuah kisah nyata. Sementara, Ju-On: Origins ini disutradarai oleh Sho Miyake dan ceritanya ditulis oleh Yo Takahashi dan Takashige Ichise.

Ju-On: Origins menjadi debut Sho Miyake sebagai sutradara drama horor. Sebelumnya, dia sukses mengarahkan film And Your Bird Can Sing (2018).

"Kami menghargai kisah nyata di sini, jadi saya pikir yang terbaik adalah memiliki sutradara yang sangat baik ketika bekerja menggarap drama tentang manusia," kata Ichinose, produser Ju-On: Origins, seperti dikutip Moshi Moshi Nippon.

"[Film] And Your Bird Can Sing luar biasa serta menjulang tinggi melampaui film Jepang lainnya yang telah dirilis dalam beberapa tahun terakhir," tambah Ichinose.

Saat mengomentari kinerja Sho Miyake di Ju-On: Origins, Ichinose berkata: "Kalian akan mengerti setelah kalian menonton serialnya, tapi aku rasa ia [Sho Miyake] adalah pilihan yang tepat."

3. Kesuksesan Film Aslinya


Publik, khususnya para penggemar drama horor, antusias menyambut penayangan Ju-On: Origins karena kesuksesan dan popularitas film aslinya yang sebelumnya telah tayang.

Di Amerika, Ju-On yang lebih dikenal sebagai The Grudge telah memiliki tiga film, termasuk The Grudge yang tayang pada tahun ini. Namun, The Grudge versi hollywood itu justru mendapatkan kritikan.

Adapun, di Jepang, terdapat 7 film yanag dirilis, mengikuti Ju-On (2000), yakni dimulai dari Ju-On 2 hingga reboot dan film spin-off nya, seperti Ju-On: White Ghost dan Ju-On: Black Ghost.

Sebagian besar penggemar setuju bahwa belum ada film berikutnya dalam seri Ju-On yang mampu menggantikan versi asli Ju-On.

Bahkan, film terakhir waralaba Ju-On, yakni Sadako vs Kayako (2016), yang menampilkan hantu dari persilangan The Ring dan The Grudge pun tak luput dari kritikan. Meskipun sebagian penonton menikmati ceritanya, film tersebut mendapat penilaian yang biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, para penggemar Ju-On penasaran bagaimana Netflix mengemas serial horor ini. Mereka berharap Ju-On: Origins bisa menghidupkan kembali kisah menyeramkan dengan kualitas setara, atau bahkan lebih, dari versi aslinya.


Baca juga artikel terkait NETFLIX atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Film)

Kontributor: Maria Ulfa
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Addi M Idhom
DarkLight