9 Obat Alami untuk Redakan Nyeri Sakit Gigi

Oleh: Maria Ulfa - 7 Desember 2018
Dibaca Normal 2 menit
Bahan alami (obat tradisional) bisa digunakan untuk membantu meredakan rasa nyeri sakit gigi, tapi penggunaannya perlu cermat.
tirto.id - Sakit gigi tidak bisa disepelekan, nyeri yang berkelanjutan terkadang dapat mengganggu aktivitas. Ketika sakit gigi, penting untuk mencari tahu apa akar dari nyeri tersebut sehingga kita bisa menentukan cara terbaik untuk menghilangkan rasa sakit, nyeri, bengkak, atau gejala lainnya.

Kumur dengan air garam bisa mengobati iritasi ringan, tapi jika sakit gigi serius perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Selain air garam, ternyata ada beberapa bahan herbal yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri pada sakit gigi. Namun, perlu berkonsultasi sebelum menggunakan obat tertentu, apalagi jika kondisi kita sedang hamil, menyusui atau memiliki kondisi medis lainnya yang bisa terpengaruh dengan obat herbal.

Beberapa obat herbal yang bisa digunakan sebagai pereda sakit gigi seperti dilansir dari Web MD, adalah sebagai berikut:

1. Air Garam
Bagi banyak orang, kumur menggunakan air garam adalah pengobatan lini pertama yang efektif. Air asin adalah disinfektan alami, dan dapat membantu melonggarkan partikel makanan dan kotoran yang mungkin menempel di antara gigi Anda. Mengobati sakit gigi dengan air garam juga dapat membantu mengurangi peradangan dan menyembuhkan luka di mulut.

2. Air Dingin
Jika wajah kita bengkak, maka letakkan kompres air dingin di pipi. Ini dapat membantu meringankan rasa sakit. Pembengkakan juga bisa berarti kita memiliki abses, kantung nanah dalam akar gigi kita. Ini dapat menyebabkan infeksi serius di rahang dan gigi lainnya.

3. Es
Caranya dengan meletakkan es di tangan, di sisi yang sama dengan gigi yang sakit, misalnya kiri atau kanan. Kemudian gosokkan es di ruang antara ibu jari dan jari telunjuk selama 7 menit, atau sampai area tersebut menjadi mati rasa. Peneliti percaya, es bisa menghentikan sinyal nyeri ke otak kita.

4. Minyak Cengkeh
Obat alami ini dapat mematikan rasa sakit. Gosokkan langsung pada area yang sakit, atau rendam kapas pada minyak cengek tersebut kemudian oleskan pada gigi dan gusi. Ini mungkin sama efektifnya dengan benzocaine.

5. Bawang Putih
Caranya dengan mengunyah sepotong bawang putih, atau meletakkan potongan-potongan cincang bawang putih pada gigi yang sakit.

Selain obat-obat alami di atas, seperti diwartakan situs web Healthline, terdapat beberapa tambahan bahan herbal yang bisa digunakan untuk melakukan perawatan sakit gigi di rumah, di antaranya:

6. Ekstrak Vanila
Ekstrak vanila mengandung alkohol, yang dapat membantu untuk meredakan rasa sakit. Sifat antioksidan juga membuatnya menjadi penyembuh yang efektif. Cara menggunakannya dengan mengoleskan sedikit ekstrak vanili ke jari atau tuang pada kapas. Kemudian oleskan langsung ke area yang sakit, beberapa kali per hari.

7. Daun Jambu Biji
Daun jambu biji memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu menyembuhkan luka. Mereka juga memiliki aktivitas antimikroba yang dapat membantu dalam perawatan mulut. Caranya adalah dengan mengunyah daun jambu segar atau daun jambu biji yang sudah direbus sebagai obat kumur.

8. Wheatgrass
Wheatgrass memiliki sifat penyembuhan dari dalam jika diambil secara internal. Wheatgrass bisa meredakan peradangan di mulut dan mencegah infeksi. Kandungan klorofilnya yang tinggi juga bisa melawan bakteri. Cara menggunakannya adalah dengan menjadikan jus wheatgrass sebagai obat kumur.

9. Daun Thyme
Thyme juga memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang kuat yang dapat membantu mengobati sakit gigi. Caranya adalah dengan mengoleskan beberapa tetes minyak esensial thyme dan beberapa tetes air pada kapas kemudian oleskan pada area yang sakit.

Penggunaan obat tradisional (bahan alami) tidak dilarang untuk mengobati sakit gigi Namun, penggunaannya berlaku dalam kondisi darurat; atau karena jauhnya akses kesehatan sebelum dapat ditangani di klinik gigi atau dokter.

Catatan lain, penggunaan obat tradisional itu konteksnya dilakukan pada para ibu yang sedang hamil. Ini juga menegaskan syarat-syarat diberlakukan dalam kondisi tertentu.

Bahan seperti: bunga cengkeh, garam dapur, dan bawang putih sebagai obat meredakan sakit gigi. Manual penggunaan bahan-bahan tersebut pun dicantumkan dengan cukup jelas. Garam dapur, misalnya, digunakan dengan cara: “[Garam] sebanyak 1/2 sendok teh dilarutkan dengan air hangat segelas, serta digunakan untuk kumur-kumur”.

Drg. Eni Islamiyati menyebut penggunaan bahan alami seperti daun jambu biji, bawang putih ataupun bahan alami lainnya, Eni memberi saran agar tidak menerapkan prinsip coba-coba. Perlu ada penelitian yang dilakukan dengan baik dan memenuhi standar sebelum benar-benar menggunakannya. Beberapa bahan dapat diterima, semisal larutan garam.

“Mungkin kalau untuk air garam bolehlah, asal kadar kegaramannya terukur. Kalau saya berpikir lebih baik segera mencari dokter gigi terdekat,” jelasnya.

Memasukkan bahan-bahan tertentu pada rongga mulut dan gigi bisa menimbulkan efek samping. Bahkan jika tidak hati-hati, bukan rasa sakit yang mereda, melainkan muncul problem lain.

“Mungkin bolehlah jadi penolong [sementara dalam situasi darurat], tapi perlu hati-hati dan tidak boleh sembarangan memasukkan obat-obat (bahan-bahan alami) ke dalam gigi karena bisa jadi gusinya akan rapuh, gusinya akan terluka,” terangnya.

Dokter yang bergabung dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia itu juga berkomentar soal minyak cengkeh.

“Tidak semua [minyak cengkih] membantu. Malah dapat saja merusak gigi, loh. Dari takarannya, posisinya menempatkannya, bisa saja akan membuat sariawan. Tapi sebagai pereda awal silakan dicoba,” sebutnya.

Bahan alami (obat tradisional) memang bisa digunakan untuk membantu meredakan rasa nyeri akibat sakit gigi. Hanya saja, penggunaannya perlu dilakukan secara cermat, serta hanya diperlakukan sebagai sarana darurat atau pertolongan pertama.

Bahan-bahan alami itu bukanlah obat penyembuh. Penderita perlu untuk bertemu dokter guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya sakit gigi tersebut.


Baca juga artikel terkait SAKIT GIGI atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Maria Ulfa
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Kontributor: Maria Ulfa