Update Kasus Corona di Jabar, Jateng dan Jatim 6 April 2020

Oleh: Yantina Debora - 6 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Kasus corona di Jabar mencapai 263, Jateng 132, Jatim 189 pada 6 April 2020.
tirto.id - Kasus positif virus corona di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menginjak angkat ratusan orang pada Senin (5/4/2020).

Menurut data covid19.go.id, total yang terkonfirmasi positif di Jabar mencapai 263 dengan kasus meninggal 29 orang dan 13 pasien dinyatakan sembuh.

Provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil ini menjadi wilayah kedua di Indonesia dengan jumlah kasus positif corona terbanyak, setelah DKI Jakarta.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jabar mencapai 22.844. Sebanyak 17.525 masih dalam proses pemantaua dan 5.319 sudah selesai masa pemantaua.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 1.654 orang. Sebanyak 1.156 masih dalam proses pengawasan dan 498 orang lainnya sudah selesai proses pengawasan.

Sementara provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo, Kateng, mencatat kasus Covid-19 mencapai 132 orang dengan kasus meninggal 22 orang dan pasien yang sembuh mencapai 14 orang.

ODP di Jateng mencapai 15.003 orang sementara PDP yang masih dirawat hingga saat ini sebanyak 457 orang. Kasus ODP dan PDP tercatat di hampir semua wilayah kabupaten dan kota di Jateng.

Sementara Kasus corona di provinsi Jawa Timur yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa hingga hari ini mencatat jumlah kasus corona mencapai 189 orang.

Dari 189 orang kasus positif itu, sebanyak 22 merupakan kasus meninggal dan pasien yang berhasil sembuh 7 orang. Data jumlah ODP di Jatim mencapai 10.636 dan PDP 926 orang.

Kasus positif corona di Jatim meliputi wilayah Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Malang, Kota Malng, Blitar, Tulungagung, Ponoroga, Magetan, Nganjuk, Jimbang, Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Pamekasan.

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Dari berbagai penelitian, metode penyebaran utama penyakit ini diduga adalah melalui droplet saluran pernapasan dan kontak dekat dengan penderita.

Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang dapat mengandung virus penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).

Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight