Menuju konten utama

Update Corona Indonesia & Dunia Sore Ini: RI Tambah 6.808 Kasus

Update corona Indonesia dan dunia hari ini, Kamis, 4 Maret 2021, pukul 15.00 WIB.

Update Corona Indonesia & Dunia Sore Ini: RI Tambah 6.808 Kasus
Seorang bocah melintas di depan mural tentang penggunaan masker di Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/12/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

tirto.id - Update corona Indonesia dan dunia terbaru sore ini, terus meningkat dari hari ke hari.

Menurut laporan data terbaru dari situs Worldometers, hingga Kamis, 4 Maret 2021 pukul 15.00 WIB, angka kasus secara global telah menyentuh 115,779,644 dengan 2,571,994 kematian.

Saat ini, jumlah kasus aktif di seluruh dunia ada sebanyak 21,724,458 dan 91,483,192 orang telah dinyatakan sembuh dari corona.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi di seluruh dunia yaitu mencapai 29,456,377 dengan 531,652 kematian.

Negara kedua dengan kasus tertinggi yaitu India, yang pada hari ini mendapat tambahan kasus baru sebanyak 175, dengan total kasus mencapai 11,156,923.

Brasil di urutan ke-3 memiliki total kasus sebanyak 10,722,221, lalu disusul Rusia dengan 4,278,750 kasus. Inggris berada di urutan ke-5 dengan 4,194,785 kasus disusul Prancis dengan catatan 3,810,316.

Per hari ini, tercatat ada penambahan 7,793 kasus baru di Meksiko dan 857 kematian baru. Meksiko yang kini berada di urutan ke-13 dunia memiliki total kasus sebanyak 2,104,987.

Update Corona di Indonesia, Kamis, 4 Maret 2021

Indonesia kini berada di urutan ke-18 dunia dengan jumlah kasus mencapai 1,353,834. Menurut laporan data terbaru dari situs covid19.co.id, ada sebanyak 147.197 pasien yang sedang dirawat akibat COVID-19.

Hingga kini, total pasien yang telah dinyatakan sembuh ada sebanyak 1.169.916, dengan 36.721 pasien meninggal dunia.

Per hari ini, hingga pukul 14.00 WIB, tercatat ada penambahan sebanyak 6.808 kasus baru di Indonesia.

Ada 339.735 kasus terkonfirmasi di DKI Jakarta dan menjadi yang tertinggi di Indonesia, disusul Jawa Barat dengan 211.212 kasus.

Jawa Tengah adalah provinsi dengan jumlah pasien paling banyak dirawat saat ini yaitu 44.194, dan pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 102.595.

Provinsi Jawa Timur paling banyak kasus meninggal dunia akibat COVID-19, yaitu 8.458, disusul Jawa Tengah dengan 6.240 orang dan DKI Jakarta 5.464 orang.

Berapa Persen Risiko Penularan Varian Corona B117 Dibanding COVID-19?

Baru-baru ini pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa telah ditemukan varian baru corona B117 di Indonesia pada dua pekerja migran yang baru pulang ke Indonesia, Selasa, 2 Maret 2021.

Mutasi virus Corona B117 ini disebut-sebut lebih cepat menular dibanding virus corona Wuhan. Terkait temuan ini, pakar pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan kemungkinan dampak masuknya varian baru virus corona, B117, yang sudah memasuki Indonesia pada 2 Maret lalu, yakni mencakup pemakaian masker hingga vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini.

Dia menyarankan Anda memaksimalkan protokol kesehatan lain yakni mengenakan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Yang jelas 3M, dan M-M lain harus maksimal. Tentang masker yang sejauh ini ada adalah double masker kain, tentu masker medis lebih bagus dan apalagi kalau N95. Saya biasa pakai N95 karena usia sudah 66 tahun," kata dia kepada Antara melalui pesan elektroniknya, Kamis (4/3).

Tjandra yang menjabat sebagai Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI, mengatakan ada sejumlah kemungkinan dampak mutasi virus penyebab COVID-19 ini salah satunya terkait diagnosis.

Menurut dia, walaupun ada perubahan pada antena atau spike virus akibat mutasi, tetapi PCR masih tetap berfungsi baik. Selain itu, terkait dampak pada penularan, B117 dikatakan lebih mudah menular dibandingkan dengan versi yang lama.

"Sebagian data menyebutkan penularannya dapat sampai 30-50 persen lebih sering," tutur dia.

Lalu, mengenai berat ringannya penyakit, saat ini belum ada cukup bukti mutasi ini akan membuat penyakit jadi lebih berat. Namun, para peneliti dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group di Inggris (NERVTAG) pada 11 Februari lalu melalui laporannya menyebutkan ada hubungan B117 dan meningkatnya risiko pasien harus dirawat di rumah sakit dan bahkan kematian.

Walau begitu mereka tak menampik adanya potensi kelemahan dalam sistem pengumpulan data. Dampak lainnya, terkait vaksin. Menurut Tjandra, sejauh ini belum ada laporan yang jelas yang menyebutkan mutasi B117 berdampak pada efektifitas vaksin.

Dengan kata lain, vaksin yang kini tersedia tetap dapat bermanfaat sesuai nilai efikasinya. Di sisi lain, ada kemungkinan gabungan satu mutasi dengan mutasi lainnya. Inggris yang menjadi asal mula B117 melaporkan pasien terkonfirmasi B117 dan B1351 dari Afrika Selatan.

"Artinya, kita semua juga perlu waspada terhadap kemungkinan mutasi ganda seperti ini," tutur Tjandra yang pernah menjabat sebagai Direktur WHO SEARO dan Dirjen P2P & Kepala Balitbangkes di Kementerian Kesehatan itu.

Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA atau tulisan lainnya dari Yandri Daniel Damaledo

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH