TKN: Ma'ruf Amin Akan Pertahankan Gaya Ulama pada Debat Cawapres

Oleh: Felix Nathaniel - 20 Februari 2019
Menurut Usman, Ma'ruf akan tetap tampil memakai gayanya sebagai kyai pada dalam debat khusus cawapres.
tirto.id -
Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong menyatakan sampai saat ini belum ada perubahan gaya komunikasi yang akan dilakukan cawapres nomor urut 01.

Menurut Usman, Ma'ruf akan tetap tampil memakai gayanya sebagai kyai pada dalam debat khusus cawapres.

Usman menyatakan dari hasil debat pertama diketahui bahwa Ma'ruf memang tidak punya waktu cukup banyak untuk menyampaikan pandangannya.

Di debat ketiga antar cawapres, Usman yakin Ma'ruf akan mempunyai waktu yang cukup meski dengan gaya bicaranya yang cenderung agak lambat.

"Ma'ruf akan tampil apa adanya. Ya beliau kan seorang kyai ya," kata Usman kepada Tirto, Rabu (20/2/2019).

Usman menegaskan Ma'ruf kurang lebih akan beraksi tak jauh berbeda dengan Jokowi pada debat kedua kemarin.

Pada debat antar capres hari Minggu (17/2/2019) Jokowi banyak menggunakan gaya menyampaikan sindiran terhadap rekam jejak Prabowo.

Hal ini juga yang akan dilakukan Ma'ruf sesuai dengan konteks perdebatan.

"Tergantung temanya. Kalau temanya pas ya bisa juga disampaikan [rekam jejak Sandiaga]. Tapi kita pelajari itu, sama seperti Jokowi pelajari rekam jejak Prabowo," kata Usman lagi.

Selain itu, sama seperti debat pertama, Ma'ruf akan memakai pemaparan menggunakan Alquran. Tentu, kata Usman, hal ini akan disesuaikan dengan konteks persoalan.

"Kalau enggak bisa tentu kan ga disampaikan," ucapnya lagi.

Namun sejauh ini, Usman menyatakan bahwa Ma'ruf masih fokus pada pendalaman materi. Hal ini karena format debat ketiga masih belum ditentukan.

"Materi dari kementerian kita berikan. Nanti setelah format debat terlihat baru kita lihat lagi apakah perlu latihan gaya bicara atau gaya debat," kata Usman lagi.


Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari