Achmad Yurianto:

Tes COVID-19 Hanya Berdasarkan Permintaan Dokter dan Bebas Biaya

Oleh: Andrian Pratama Taher - 9 Maret 2020
Achmad Yurianto menegaskan tes COVID-19 tidak dipungut biaya dan hanya berdasarkan permintaan dokter, bukan pasien.
tirto.id - Pemerintah melalui juru bicara resmi kasus Corona Achmad Yurianto menegaskan tes COVID-19 tidak dipungut biaya dan hanya berdasarkan permintaan dokter. Pernyataan Yuri ini sebagai respons atas isu yang menyebut tes Corona dikenakan biaya hingga Rp750 ribu.

“Tes Corona itu tidak permintaan, tidak permintaan pasien tapi ini kepentingan pemeriksaan dokter," kata pria yang akrab disapa Yuri di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Yuri menambahkan, tes korona hanya dilaksanakan di laboratorium yang berada di Balitbangkes. Tes tersebut, kata Yuri, tidak diminta biaya untuk pemeriksaan.

“Saya tegaskan lagi tidak ada pungutan serupiah pun dari pemeriksaan COVID dan atas dasar permintaan dokter, bukan permintaan orang per orang seperti kalau kita tes golongan darah misalnya atau tes kehamilan,” kata Yuri.

Kasus Corona di Indonesia hingga Minggu, 7 Maret 2020 terdapat 6 orang yang dinyatakan positif COVID-19. Sementara yang dinyatakan suspect menjadi 23 orang per Minggu (8/3/2020).

23 suspect itu berasal dari pemeriksaan 327 orang serta 620 spesimen dari 63 rumah sakit di 25 provinsi di Indonesia.

“Dari 327 ini ada 4 positif. Kemudian ada 23 masih suspect," ujar Achmad di Kantor Presiden, Jakarta.

1 dari 23 suspect dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Bandung. Dua suspect lainnya berasal dari Bali, namun dia tak menyebutkan daerah asal suspect dan di rumah sakit mana mereka dirawat.

Pada umumnya, lanjut Achmad, pemeriksaan terhadap suspect dilakukan selama sepekan atau tujuh kali pemeriksaan. Ia berharap pemeriksaan kedelapan negatif Covid-19. Pemeriksaan berulang bertujuan untuk memastikan indikasi Covid-19 dalam tubuh terduga.


Baca juga artikel terkait WABAH VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight