Menuju konten utama

Tekankan Filosofi RPTRA, Ahok Sebutkan Keluarga Adalah Kunci

Ahok tekankan filosofi RPTRA terkait keluarga sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas hidup bersama.

Tekankan Filosofi RPTRA, Ahok Sebutkan Keluarga Adalah Kunci
tiga pasangan Cagub- Cawagub DKI Jakarta menghadiri Debat Pilkada yang diselenggarakan KPUD DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jum'at, (13/1). Tirto.ID/Andrey Gromico

tirto.id - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Debat Pilgub DKI 2017 ketiga menekankan bahwa keluarga adalah kunci dalam meningkatkan kualitas hidup bersama.

“Berbicara tentang perempuan dan anak, kita tentu berbicara tentang keluarga, komunitas. Karena itulah kami berhasil membentuk188 RPTRA, ini ada filosofinya, tiap-tiap rumah tangga ada kesulitan masing-masing, karena itu butuh ruang peduli, jadi keluarga adalah kunci, untuk mengenal satu sama lain, ini asas gotong royong,” jelas Ahok.

Pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat punya keunggulan sebagai petahana dalam debat kedua ini. Ahok punya program unggulan berupa Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

“Kami berterima kasih pada Ibu Vero sebagai Ketua PKK, melalui Dasa wisma dan melalui aplikasi dilengkapi dengan data yang sangat lengkap. Perempuan ada ruang yang sangat nyaman, ada kegiatan yang sangat baik, sehingga seluruh anggota keluarga, dari remaja menikmati sebuah tempat bersama, jadi meningkatkan kualitas hidup bersama," tutur Ahok.

Pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat punya keunggulan sebagai petahana dalam debat kedua ini. Ahok punya program unggulan berupa Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Dalam RPTRA tak hanya digunakan sebagai tempat bermain anak, tapi juga sebagai ruang komunikasi, edukasi, dan terintegrasi dengan program-program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

RPTRA akan dikelola oleh enam orang anggota PKK di setiap kelurahan. Sepuluh program pokok PKK yang terintegrasi dengan RPTRA telah masuk sebagai key performance indicator (KPI/ indikator kinerja utama). Artinya, program tersebut akan menjadi salah satu sistem target pekerjaan bulanan tiap lurah. Hal itu dilakukan agar program tersebut dapat berkelanjutan.

Debat Cagub DKI 2017 ketiga dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/2/2017). Acara ini merupakan debat terakhir dalam proses Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan mengusung tema kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.

Kedua bahasan ini akan terbagi menjadi subbahasan yakni terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, antinarkoba, dan ramah disabilitas, yang akan dibahas dalam enam segmen.

Jalannya debat ketiga ini hanya akan dipandu oleh satu moderator, berbeda dengan debat kedua yang menghadirkan dua orang moderator. Alfito Deannova Gintings dipilih KPU DKI Jakarta menjadi moderator dalam debat ketiga ini.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menggelar Debat Cagub DKI 2017 pertama pada 13 Januari 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan mengusung tema terkait 5 bidang sekaligus yakni sosial ekonomi, pendidikan, keamanan, lingkungan dan transportasi.

Sedangkan debat kedua berlangsung pada 27 Januari 2017. Debat kedua diselenggarakan di tempat yang sama, yakni Hotel Bidakara dengan mengusung tema berkutat soal reformasi birokrasi, pelayanan publik, serta strategi penataan kawasan perkotaan.

Baca juga artikel terkait DEBAT CAGUB DKI 2017 atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Politik
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri