Menuju konten utama

Tarik Ulur Nasib 'San Siro Lama' Jelang Olimpiade Musim Dingin 2026

Pihak AC Milan dan Inter sempat mengklaim bangunan lama San Siro bakal digusur. Namun, Dewan Kota Italia berkeyakinan bangunan lama sebaiknya dipertahankan sampai Olimpiade Musim Dingin 2026 dihelat.

Tarik Ulur Nasib 'San Siro Lama' Jelang Olimpiade Musim Dingin 2026
Pagi ini, Ketua Eksekutif AC Milan Paolo Scaroni dan brand ambassador, @FBaresi, menyambut baik Komisi Evaluasi IOC di San Siro karena kota-kota Milan dan Cortina adalah kandidat untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026 @ Olimpiade. Twitter/AC Milan/Coni Mezzelani GRT Sport

tirto.id - Kabar baik menyelimuti Milan, Senin (24/6/2019) kemarin. International Olympic Committee (IOC) mengumumkan wilayah yang kerap dijuluki ibu kota fesyen itu sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026 bersama tetangga mereka, Cortina d'Ampezzo. Dengan 47 suara, Milan dan Cortina mengalahkan satu kandidat kuat lain, Stockholm, Swedia, yang cuma memperoleh 34 suara.

"Saya benar-benar merasa emosional. Ini hasil penting, bukan cuma buat saya atau Milan dan Cortina, tapi juga untuk seluruh masyarakat Italia," ujar ketua Komite Olimpiade Italia, Giovanni Malago, seperti dikutip dari Associated Press.

Italia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin untuk kali ketiga. Namun beda dengan Cortina d'Ampezzo yang pernah dibebani tanggung jawab serupa pada 1956, bagi Milan ini adalah kali pertama mereka menjadi tuan rumah agenda olahraga terbesar negara-negara subtropis tersebut.

"Yang saat ini wajib dibenahi [Milan] sebagai tuan rumah adalah akses transportasi publik," ujar Presiden IOC Thomas Bach setelah voting.

Tarik Ulur Nasib San Siro

Terpilihnya Milan ternyata juga memengaruhi rencana dua klub sepakbola dari kota tersebut, AC Milan dan Inter Milan, untuk membangun stadion baru.

Pada hari yang sama dengan diumumkannya Milan sebagai tuan rumah, Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, sempat mengutarakan kepastian rencana 'Duo Milan' membangun stadion baru tepat di sebelah San Siro, kandang lama mereka.

"Kami akan membangun San Siro baru tepat di sebelah yang lama, di halaman yang sama. Bangunan yang lama akan digusur dan lahannya akan dipakai untuk kepentingan penunjang lain," tutur Scaroni seperti dilansir ANSA.

Proposal pembangunan yang disebut Scaroni sudah bocor ke publik sejak awal Juni. Dalam bocoran yang pertama kali diwartakan surat kabar La Republica itu, terungkap kalau Milan dan Inter menganggarkan total 700 juta euro guna membangun stadion baru yang rencananya siap pakai pada musim 2022/2023.

Perkara meruntuhkan bangunan San Siro lama juga dibenarkan CEO Inter, Alessandro Antonello. "Rencananya memang seperti itu," ucapnya.

Namun tidak sampai 24 jam kemudian, rencana Scaroni dan Antonello direspons negatif Wali Kota Milan, Giuseppe "Beppe" Sala yang menjamin bangunan lama San Siro tidak diruntuhkan sampai pesta olahraga tersebut rampung.

"Dalam kasus Milan-Corina sebagai tuan rumah, kami menjamin kalau pada 2026, San Siro masih akan beroperasi seperti biasa. Titik," katanya kepada SkySports.

Sala sama sekali tidak keberatan jika Milan dan Inter membangun stadion baru untuk mereka pakai pada musim 2023. Namun dia menegaskan kalau rencana itu tidak lantas membikin Milan maupun Inter punya hak terhadap bangunan yang lama.

Bahkan, Sala menganjurkan bahwa lebih baik pesta pembukaan Olimpiade Musim Dingin nanti dilakukan di bangunan lama San Siro, bukan stadion baru.

"Setelah 2026, barulah kita pantas mendiskusikan masa depan San Siro yang lama. Tapi untuk saat ini, kami [pemerintah dan Komite Olimpiade Italia] sangat yakin kalau tempat itu masih akan jadi lokasi pesta pembukaan," sebutnya.

Beberapa jam sejak Sala berkomentar di hadapan media, Paolo Scaroni sempat kembali dikonfrontir SkySports Italia. Scaloni mengaku terkejut dengan pernyataan Sala yang kukuh menentang penggusuran stadion lama.

Scaroni sadar Milan maupun Inter tidak punya hak mengarahkan pilihan pemerintah untuk tetap mempertahankan bangunan lama. Dia menghormati keputusan tersebut. Hanya saja, dia tetap berharap Komite Olimpiade Italia bersedia mempertimbangkan pesta pembukaan Olimpiade dilakukan di San Siro baru.

"Ini bukan saatnya memperdebatkan apakah sebaiknya bangunan San Siro lama nanti digusur. Bangunan itu adalah hak pemerintah. Kami hanya bisa berharap mereka mempertimbangkan membuka Olimpiade Musim Dingin di stadion baru," ujarnya.

Terlepas dari lokasi Olimpiade Musim Dingin, Scaloni mengatakan hal itu tidak akan mempengaruhi tekad Milan dan Inter merencanakan stadion baru. Menurutnya kebutuhan Milan dan Inter akan kandang baru tidak bisa ditolerir lagi.

"Kami masih akan bermain di Stadion lama sampai yang baru selesai dibangun," tegasnya.

Asal Usul San Siro

Milan dan Inter memang menjadi penghuni tetap San Siro. Namun, andai membangun stadion baru, mereka sama sekali tidak punya hak untuk meruntuhkan bangunan lama. Sebab, San Siro saat ini merupakan hak milik Dewan Kota Milan.

Cerita kepemilikan ini bukan datang tanpa sebab.

Mulanya San Siro adalah milik Milan. Stadion ini dibangun pada 1926 dengan menggunakan dana dari mantan presiden Rossoneri, Piero Pirelli.

Sejak bermarkas di San Siro, popularitas Milan menanjak pesat. Bahkan saat pertandingan pembuka di lokasi tersebut, 35 ribu kursi penonton terisi penuh.

Sayang, kepopuleran ini bak pisau bermata ganda. Karena daya tampung San Siro saat itu cuma mentok di angka 35 ribu, Rossoneri semakin mendapat desakan merenovasi supaya tribun dapat menampung lebih banyak suporter, padahal anggaran yang dimiliki klub relatif terbatas.

Keputusan sulit itu akhirnya diambil pada 1935. Demi hadirnya jaminan renovasi stadion, Milan menjual hak milik bangunan kepada Dewan Kota Milan. Gayung bersambut, pada medio 1940-an hingga 1950-an, stadion ini direnovasi Dewan Kota lewat proyek yang dipimpin arsitek Armando Rocha dan Ferrucio Calzoari. Kapasitasnya meningkat jadi 50 ribu bangku.

Lagi-lagi renovasi itu harus dibayar mahal Milan. Sejak beberapa tahun sebelum renovasi dimulai, mereka terpaksa berbagi tempat dengan klub tetangga, Inter Milan. Per 1945, Inter memutuskan pindah dari stadion lama mereka, Arena Civia, lewat proposal yang disambut dengan senang hati oleh Dewan Kota Milan.

Sejak saat itu San Siro kembali direnovasi beberapa kali. Sekitar 1990 hingga 2015-2016, daya tampungnya terus naik hingga bisa memuat 85 ribuan suporter.

Per 1985, secara formal San Siro juga mengalami perubahan nama. Penamaan 'San Siro'--yang awalnya berdasarkan nama distrik pembangunan stadion--diubah jadi 'Giuseppe Meazza', merujuk ke nama salah seorang legenda sepakbola Italia.

Walau demikian, pada praktiknya perubahan itu seolah cuma berlaku di kalangan fans Inter. Bagi Milanisti--sebutan untuk suporter Milan--stadion tua itu tetap lebih pantas dipanggil dengan nama San Siro.

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan lainnya dari Herdanang Ahmad Fauzan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino