Tammy Abraham & Peluang Top Skor Liga Inggris 2019-2020

Oleh: Permadi Suntama - 7 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit

Tammy Abraham, dalam musim "debut" penuhnya bersama Chelsea, berpeluang menjadi top skor Liga Inggris 2019/2020.

tirto.id - Tammy Abraham mengawali musim "debut" penuhnya bersama Chelsea dengan menjanjikan. Pemain berusia 22 tahun itu telah mencetak 8 gol dari 8 pekan Liga Inggris 2019/2020. Torehan tersebut menempatkan namanya di puncak daftar top skor Premier League, bersama Sergio Aguero (Manchester City).

Gol termutakhir Abraham dicetak saat The Blues menang 1-4 atas Southampton pada Minggu (6/10/2019). Mendapatkan bola panjang umpan Callum Hudson-Odoi, Abraham berhasil mengontrol bola, mendahului Maya Yoshida, lantas mencongkel bola melewati kepala kiper Angus Gunn yang maju hendak menyergapnya.

Usai pertandingan, juru taktik Chelsea, Frank Lampard, mengakui dirinya sudah yakin dengan potensi Tammy Abraham ketika melihat sang penyerang bermain untuk Aston Villa di Divisi Championship musim lalu. Hal itulah yang mendasari Lampard menarik sang pemain muda kembali ke Stamford Bridge.

“Saya percaya pada Tammy Abraham di awal musim. Saya merasa sudah waktunya bagi dia untuk kembali [dari masa pinjaman] dan kembali ke Chelsea,” kata Lampard dikutip situs web Chelsea.

Abraham sendiri sukses membawa Aston Villa kembali ke Premier League. Sepanjang musim 2018/2019 ia tampil 40 kali dan mencetak 26 gol. Torehan itu membuatnya menjadi pemain tersubur di klubnya.

Di level Divisi Championship, torehan golnya mencapai 25 kali, hanya kalah dari Teemu Pukki (Norwich City) dengan 29 gol, dan sejajar dengan Neal Maupay (Brentford) yang mengemas 25 gol.

Sejauh ini, dengan torehan 8 gol dari 8 pertandingan, Tammy Abraham berpeluang untuk menjadi top skor Liga Premier 2019/2020. Jika ditarik garis mundur, posisinya yang sekarang sejajar dengan penyerang veteran Sergio Aguero dalam daftar pencetak gol, tak terlepas dari tempaan selama ini.

Abraham sebenarnya sudah menjalani debut bersama Chelsea pada musim 2015/2016, ketika The Blues ditangani oleh manajer interim Guus Hiddink. Ia tampil dua kali, melawan Liverpool di Liga Inggris pada 11 Mei 2016, dan melawan Leicester City sang juara Premier League berselang seminggu.



Sulit bersaing di tim utama Chelsea, pada musim 2016/2017, Abraham bergabung ke Bristol City dengan status pinjaman. Dia sukses mencetak 23 gol dari 41 pertandingan. Performanya yang menjanjikan itu langsung membuat Chelsea mengikatnya dengan kontrak baru, hingga lima musim.

Tantangan penyerang kelahiran Camberwell, London itu berganti pada musim berikutnya. Ia menjajal kerasnya Premier League yang sesungguhnya, dengan tampil untuk Swansea City. Dalam 31 laga Liga Inggris, ia mengemas 5 gol. Secara keseluruhan, untuk klub Wales tersebut Abraham tampil 38 kali dan mencetak 8 gol.

Pencapaian Tammy Abraham musim lalu, ditambah kecemerlangannya setidaknya hingga sejauh ini bersama Chelsea, membuat sang penyerang jadi idola baru Stamford Bridge. Ini adalah titik balik tersendiri, karena Abraham sempat menjadi bahan ejekan ketika Chelsea dikandaskan Liverpool di Piala Super UEFA 2019. Saat itu, sebagai eksekutor terakhir, striker muda Inggris itu tak bisa menaklukkan kiper Adrian.

Tetapi kini, berdasarkan statistik Whoscored, Tammy Abraham adalah penampil terbaik klub London Biru hingga jeda internasional Oktober 2019. Ia dinilai 7,47, unggul dari sesama pemain muda Mason Mount (7,40). Di tengah embargo transfer yang menimpa Chelsea, Abraham ibarat penyejuk bagi timnya.

"Ketika seseorang dalam kondisi yang baik, hal-hal [besar] terjadi bagi mereka. Semua berasal dari cara Tammy menangani dirinya sendiri sepanjang musim, sejak pra-musim, dari awal musim ketika orang-orang mempertanyakannya. Dia tidak hanya merepotkan para bek dengan lari, kontrol bola, dan dua kaki yang sama baiknya. Dia mencetak gol, yang brilian untuk pemain seperti dia," simpul Lampard.

Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Permadi Suntama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight