Studi: Dibanding Fast Food, Makanan Restoran Punya Kalori Berlebih

Oleh: Febriansyah - 17 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Sangat jelas apa yang perlu dilakukan industri makanan. Mereka harus bertindak lebih bertanggung jawab."
tirto.id - Kita sering mendengar imbauan untuk tidak terlalu sering makan fast food atau makanan cepat saji, karena dianggap mengandung banyak kalori, tidak baik untuk diet, serta nutrisinya juga tidak lengkap.

Tetapi penelitian baru menunjukkan sebaliknya, makanan yang dihidangkan oleh restoran (bukan restoran fast food) ternyata kandungan kalorinya berlebihan dan tidak sehat daripada makanan cepat saji.

Studi yang meneliti hal ini dipublikasikan oleh BMJ, dengan judul (Over)eating out at major UK restaurant chains: observational study of energy content of main meals. Ilmuwan meneliti sejumlah 1.033 restoran dan 751 restoran makanan cepat saji. Restoran itu termasuk Pizza Express, Hungry Horse dan Mc Donald’s.

Tim peneliti mengamati lebih dari 13.500 makanan di menu restoran dan restoran makanan cepat saji.

Dengan menggunakan informasi perusahaan online tentang konten kalori, hanya satu dari 10 makanan yang digolongkan sehat atau kurang dari 600 kalori. Sementara itu, makanan yang sehat dikonsumsi hanya boleh mengandung tidak lebih dari 600 kalori.

Menurut penelitian, porsi makanan yang terlalu besar dan kandungan gula dan lemak yang berlebihan pada menu makanan restoran adalah salah satu penyebabnya.

Ilmuwan menemukan, hampir setengah makanan dari restoran yang diteliti mengandung 1000 kalori atau bahkan lebih.

"Analisis kami tidak termasuk minuman, makanan pembuka, pencuci mulut, atau makanan samping," ujar Eric Robinson, peneliti kasus dari Liverpool seperti dilansir BBC.

Dalam penelitian tercatat restoran Hungry Horse yang memiliki kandungan kalori rata-rata makanan tertinggi yaitu 1.358 kalori. Beberapa restoran seperti Chains termasuk Flaming Grill, Stone House dan Sizzling Pubs tidak jauh berbeda, mengandung rata-rata 1.200 kalori.

Sementara itu, rumah makan fast food KFC menduduki daftar makanan cepat saji dengan rata-rata 987 kalori per makanan yang ditawarkan. Burger King, McDonald's, dan Subway sekitar 700 kalori.

Robinson mengatakan ukuran porsi, bahan yang digunakan dan metode memasak bisa menjelaskan perbedaannya, tetapi dia mengatakan industri makanan harus melakukan perubahan.

"Sangat jelas apa yang perlu dilakukan industri makanan. Mereka harus bertindak lebih bertanggung jawab dan mengurangi jumlah kalori yang mereka layani," jelasnya

Susan Roberts, ilmuwan senior di Pusat Penelitian Gizi Manusia menjelaskan bahwa meskipun dalam penelitian ini makanan cepat saji memiliki nilai yang baik tapi itu masih tidak sehat.

"Namun begitu, restoran harus benar-benar menyadari bahwa mereka adalah bagian dari masalah, yang menurut saya tak perlu disangkal,” kata Roberts seperti dilansir dari CNN.

Caroline Cerny, pimpinan Aliansi Kesehatan Obesitas, sebuah koalisi dari 40 organisasi dan badan amal Inggris, mencatat bahwa makanan yang berlebihan kalori secara teratur dari waktu ke waktu menyebabkan kenaikan berat badan.

"Anak-anak dewasa ini tumbuh di lingkungan yang obesogenik dan semakin sulit bagi keluarga untuk membuatkan menu pilihan yang sehat. Itu sebabnya kami menyambut baik proposal pemerintah untuk memperkenalkan pelabelan kalori wajib pada menu di restoran, kafe dan take away. Tapi kami juga membutuhkan seluruh industri makanan, termasuk restoran, untuk meningkatkan dan mengambil tanggung jawab untuk menyediakan makan sehat lebih mudah, dengan mengurangi kalori dan gula dalam makanan mereka sebesar 20% sesuai dengan target pemerintah," jelas Cerny.


Baca juga artikel terkait MAKANAN CEPAT SAJI atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani