Strategi Pemerintah Pulihkan Sektor Perumahan di RI

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 7 Jul 2022 13:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah mendorong sekuritisasi untuk mendukung pemulihan sektor perumahan di Indonesia.
tirto.id - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan pemerintah terus bersinergi untuk mendukung pemulihan sektor perumahan di Indonesia. Salah satunya melalui sekuritisasi di pasar perumahan.

"Salah satu hal salah satu hal yang harus kita dorong adalah sekuritisasi di pasar perumahan," kata Suahasil Suahasil Nazara dalam Securitization Summit 2022, di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Dia menilai sekuritisasi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko maturity mismatch yang dapat terjadi dalam pembiayaan jangka panjang sektor perumahan. Sekuritisasi juga dapat menciptakan sumber likuiditas baru bagi perbankan dan lembaga keuangan melalui perubahan aset yang tidak likuid.

Karena itu, dia berharap agar berbagai pihak terlibat dalam sekuritisasi. Mulai dari organizer, issuer, arranger, credit enhancer, dan investor dapat berkolaborasi. Kemudian memberikan masukan bagi pembuat kebijakan untuk mengembangkan sekuritisasi.

"Investor juga menjadi penting dalam membangun pemahaman yang sama tentang sekuritisasi aset dan instrumennya," ungkapnya.

Dia mengatakan pemerintah akan terus memunculkan pasar sekuritisasi di sektor perumahan di Indonesia dengan lebih intens ke depan. Terlebih sektor perumahan menjadi salah satu sektor prioritas untuk dipulihkan dari dampak pandemi COVID-19.

Berbagai pemangku kepentingan seperti BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Perumnas, dan Bank Tabungan Negara (BTN) juga didorong untuk berkolaborasi memulihkan sektor ini.

"Kita pastikan sinergi berlangsung di antara seluruh alat negara untuk mendukung pemulihan sektor perumahan di Indonesia dan terkoneksi lebih lanjut dengan anggaran pemerintah yang disalurkan melalui kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," tutupnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masyarakat saat ini masih sulit untuk memenuhi kebutuhan papannya seperti rumah. Hal ini karena harga rumah setiap tahun terus mengalami peningkatan.

"Harga rumah ini cenderung naik dan membuat masyarakat akan sulit beli rumah. Ini jadi salah satu implikasi dari situasi dunia dan pengaruhnya ke perumahan," ujarnya saat acara pembukaan Securitization Summit 2022, Rabu (6/7/2022).


Baca juga artikel terkait SEKURITISASI atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight