Sinopsis Film Kafir: Bersekutu dengan Setan yang Tayang Hari Ini

Oleh: Yulaika Ramadhani - 2 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Kami ingin membuat horor klasik yang tidak cuma berisi setan mengagetkan, tapi punya cerita kuat," ujar Upi
tirto.id - Kafir: Bersekutu dengan Setan, film horor Indonesia tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis 2 Agustus 2018.

Film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini mengajak Rafki Hidayat dan Upi Avianto sebagai penulis naskahnya.

"Kami ingin membuat horor klasik yang tidak cuma berisi setan mengagetkan, tapi punya cerita kuat," ujar Upi dilansir Antara.

Sejumlah bintang turut mewarnai film yang diproduseri Fiaz Servia dan Chand Parwez Servia ini. Beberapa di antaranya adalah Putri Ayudya, Sujiwo Tejo, Indah Permatasari, Rangga Azof, Nadya Arina, Teddy Syah, Nova Eliza, Slamet Ambari, Oce Permatasari, Djenar Maesa Ayu, Dolly Marten, Antar, Yayu Unru, Laksmi

Kafir: Bersekutu dengan Setan bercerita tentang kehidupan keluarga Sri (Putri Ayudya) dan suaminya, Herman (Tedy Syach).

Kehidupan damai Sri dan Herman yang sudah dikaruniai dua anak, Andi (Rangga Azof) dan Dina (Nadya Arina), harus berantakan saat si kepala keluarga meninggal secara ganjil.

Sepeninggal Herman, Sri berubah menjadi aneh, paranoid dan sering merasa ketakutan di rumahnya sendiri. Berkali-kali ia mendatangi kediaman Jarwo, yang mengatakan ada orang yang menyantet Sri. Ia banyak menjumpai berbagai misteri-misteri yang membuat hidupnya berantakan.

Anak bungsunya, Dina (Nadya Arina) turut terbawa dan ikut menelusuri misteri yang merasuki ibunya tersebut. Ia mencoba memecahkan misteri-misteri tersebut melalui sebuah foto rahasia yang sengaja disimpan oleh Sri.

Sementara kakaknya, Andi (Rangga Azof) justru sedang sibuk bercinta dengan kekasih barunya Hanum (Indah Permatasari).

Di tengah misteri yang terus menghantui Sri, ia kemudian memilih untuk bertemu dengan Jarwo (Sujiwo Tejo), seorang dukun sakti yang punya ilmu menyingkap misteri-misteri yang tidak terpecahkan.

Film ini mengambil latar belakang era 1990-an, di sebuah rumah tua terpencil. Ketiadaan akses dengan dunia luar membuat suasana makin mencekam.

Sujiwo Tejo kembali menjadi dukun Jarwo, salah satu karakter di tengah tragedi misterius yang melanda keluarga Sri.

Hujan, yang biasanya berkonotasi romantis, berubah menjadi menakutkan di film Kafir: Bersekutu Dengan Setan karena sebagian besar teror terjadi di tengah derasnya percikan air, angin kencang dan kilatan petir.

Lagu klasik Mawar Berduri karya A. Riyanto yang dipopulerkan Tetty Kadi diaransemen ulang, berubah jadi musik yang membuat bulu kuduk meremang. Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Setiaji sebagai penata musik juga bereksperimen untuk membuat musik-musik yang menambah ketegangan film.

Upi Avianto sendiri ingin menghasilkan film horor yang tak cuma mengandalkan kejutan-kejutan dan kemunculan sosok menyeramkan di sana-sini. Terbukti, film yang terinspirasi dari film Kafir yang tayang pada 2002 lalu itu tidak cuma menjual setan-setan, tapi plot menarik, penuh misteri, dan menimbulkan rasa penasaran.

Upi yang sudah menghasilkan deretan film 30 Hari Mencari Cinta dan My Stupid Boss, sudah lama ingin membuat film bergenre horor. Keinginannya terwujud ketika produser Chand Parwez Servia dari Starvision menawarinya untuk membuat remake dari Kafir (2002). Upi menyambut tawaran itu, dengan catatan dia diperbolehkan membuat cerita baru dengan benang merah dari Kafir yang tayang belasan tahun lalu.





Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)


Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani