Menuju konten utama

Simic Lelang Jersey Bersejarah untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Pemain Persija, Marko Simic mengadakan lelang jersey dengan Specs Indonesia guna membantu korban tsunami Selat Sunda.

Simic Lelang Jersey Bersejarah untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Marco Simic, pemain nomor punggung sembilan Persija. tirto.id/Arimacs Wilander

tirto.id - Bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Provinsi Banten dan Lampung memancing simpati striker Persija, Marko Simic. Guna mewujudkan niatannya meringankan beban korban bencana tersebut, Simic akan melelang salah satu jersey bersejarah dalam karier sepak bolanya.

Jersey yang dimaksud adalah seragam lapangan Persija yang ia pakai saat mengantarkan klub asal Jakarta tersebut menjuarai Liga 1 2018. Tepatnya pada pertandingan terakhir melawan Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (9/12/2018) lalu.

"Tentunya bencana ini menggugah hati saya, mudah-mudahan apa yang saya lakukan bisa meringankan beban mereka," kata Simic seperti dilansir laman resmi Persija.

Lelang jersey Simic untuk korban tsunami Selat Sunda dibuka dengan harga awal 2,5 juta. Para peserta lelang bisa mengajukan tawaran dengan harga kelipatannya.

Lelang dilakukan lewat akun Instagram Specs Indonesia (@specs_indonesia). Proses lelang telah dibuka pada Selasa (25/12/2018) sore, bertepatan dengan hari Natal dan bakal ditutup pada 10 Januari mendatang.

"Hasil lelang dari Jersey ini akan kami salurkan melalui badan amal yang secara hukum diakui oleh pemerintah Indonesia (ACT)," sambung Simic.

Tak cuma Simic, pihak Specs Indonesia juga akan mendukung program lelang tersebut dengan menambah nominal bantuan. Dari hasil harga lelang jersey Simic, Specs akan menggandakan nominalnya untuk disumbangkan kepada korban tsunami Selat Sunda.

"Berapapun hasil lelang, Specs akan mengkali dua hasil lelangnya dan mendonasikan bagi saudara kita korban musibah Banten Lampung," tulis Specs Indonesia.

Berdasarkan laporan Tirto, hingga Selasa (25/12/2018) sore korban tsunami Selat Sunda terus bertambah. Terdapat 429 orang meninggal dunia, dan 154 orang masih belum ditemukan (hilang). Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain korban tewas dan hilang terdapat 1.485 korban luka-luka, serta 16.082 orang mengungsi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tsunami Selat Sunda besar kemungkinan disebabkan longsor bagian tubuh Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektar. Lonsoran itu memicu bencana yang terjadi pada Sabtu malam (22/12/2018) tersebut.

"Dari pantauan citra satelit terjadi deformasi [perubahan bentuk tubuh] Gunung Anak Krakatau yang menunjukkan luas 64 hektare, terutama pada lereng barat daya," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati seperti dilansir antara.

Baca juga artikel terkait TSUNAMI SELAT SUNDA atau tulisan lainnya dari Herdanang Ahmad Fauzan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Herdanang Ahmad Fauzan