Menuju konten utama

Setelah 60 Tahun, Supermoon Akan Kembali Sapa Bumi

Pada Senin 14 November 2016 besok, bulan akan tampak lebih besar dan terang dengan fenomena yang disebut supermoon atau perigee full moon.

Setelah 60 Tahun, Supermoon Akan Kembali Sapa Bumi
Ilustrasi Supermoon. [Foto/Shutterstock]

tirto.id - Pada Senin 14 November 2016 besok, bulan akan tampak lebih besar dan terang dengan fenomena yang disebut supermoon atau perigee full moon. Fenomena yang terakhir kali terjadi pada 60 tahun lalu itu dapat dinikmati selama langit tidak ditutupi awan.

Tepatnya pada pukul 8:09 malam GMT, bulan akan melewati bumi dengan jarak 356,511 kilometer, jarak terdekat sejak fenomena supermoon terakhir yang terjadi pada 26 Januari 1948, seperti dikutip dari Guardian.

Supermoon terjadi ketika bulan berada di posisi orbit terdekatnya dengan bumi, dan merupakan bulan penuh.

Supermoon sendiri disebabkan oleh orbit bulan yang tidak berbentuk bulat melainkan elips. Elips dijelaskan secara matematis dengan dua fokus. Ketika sebuah orbit berbentuk elips, bumi berada di tengah kedua fokus itu. Karena bumi berada di salah satu sisi elips, mau tidak mau posisi bulan dekat dengan bumi ketika ia melewati sisi itu, dan lebih jauh ketika melewati sisi lainnya.

Pada fenomena itu, bulan akan tampak 30 persen lebih terang dibandingkan bulan penuh terkecil, yang terjadi saat ia berada di posisi terjauhnya dengan bumi atau yang diberi nama apogee. Walaupun begitu, ia hanya akan terlihat 15 persen lebih terang daripada bulan penuh pada umumnya.

Selain itu, supermoon memiliki ukuran 30 persen lebih besar dengan ukuran diameter 14 persen lebih besar. Perbedaan lebar antara supermoon dengan bulan biasa mencapai 7 persen. Namun, ketika bulan berada jauh di langit, perbedaan itu tidak tampak jelas karena luasnya langit dan tidak ada pembanding untuk mengukur perbedaannya.

Terlebih lagi, ukuran supermoon dipengaruhi oleh apa yang disebut ilusi bulan, sehingga mempengaruhi persepsi siapa pun yang menyaksikannya.

Seperti namanya, ilusi bulan adalah sebuah ilusi di mana penampakan bulan tidak berubah secara signifikan ketika bergerak dari cakrawala ke langit. Akan tetapi, ketika bulan dekat dengan cakrawala, para pengamat berpikir bulan tampak lebih besar. Ini lah yang menyebabkan ilusi bulan masih menjadi bahan perdebatan.

Meski begitu, jika Anda pergi keluar dan melihat bulan pada saat supermoon, maka anda akan mendapatkan dua efek dari ilusi bulan, yakni efek psikologis dan efek fisik supermoon, yang membuatnya terlihat sangat mencolok.

Baca juga artikel terkait FENOMENA ALAM atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Teknologi
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh