Menuju konten utama

Segitiga Api, Kombinasi Pemicu Meledaknya Tabung Gas Elpiji

Segitiga api yang melibatkan unsur bahan bakar, oksigen, dan panas bisa menjadi pemicu utama ledakan tabung gas elpiji. Bagaimana ini bisa terjadi?

Segitiga Api, Kombinasi Pemicu Meledaknya Tabung Gas Elpiji
Sejumlah pekerja melakukan pengisian ulang tabung gas Elpiji 3 kilogram di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Desa Peunaga Rayeuk, Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Senin (5/3/18). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc/18.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kombinasi segitiga api bisa menjadi pemicu ledakan tabung gas elpiji. Pertemuan segitiga antara hidrokarbon (bahan bakar), oksigen, dan panas dapat mengakibatkan ledakan tabung gas elpiji hingga berpotensi menyebabkan kebakaran.

Ledakan akibat tabung gas masih menjadi masalah serius lantaran dapat menimbulkan korban dan kerusakan bangunan. Masyarakat juga perlu memahami cara mencegah, termasuk mengetahui konsep segitiga api yang kerap jadi pemicu ledakan.

Paling aktual, ledakan akibat tabung gas diduga terjadi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa pagi (6/10/2026). Lima orang mengalami luka-luka, sedangkan 20 lebih bangunan dilaporkan rusak cukup parah akibat ledakan tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.11 WIB di kawasan San Antonio, Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo. Melansir Antara News, Selasa, 6 Oktober 2026, akibat kejadian diduga disebabkan ledakan yang berasal dari salah satu unit usaha. Namun, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab utama.

OLAH TKP LEDAKAN DI RUMAH MAKAN

Ilustrasi ledakan tabung gas. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.

Segitiga Api, Penyebab Utama Tabung Gas Meledak

Kasus ledakan akibat kebocoran gas, terutama tabung LPG 3 kg, terbilang cukup sering terjadi. Mayoritas diawali karena adanya kebocoran selang, regulator yang tidak berstandar nasional, atau sirkulasi udara yang buruk di dalam ruangan.

Istilah "tabung gas meledak" sebenarnya tidak merujuk pada tabung yang meledak, melainkan terdapat gas yang terperangkap akibat kebocoran di dalam ruangan tertutup, kemudian tersulut api yang menyala. Akibatnya, ledakan gas terjadi seketika.

Dari banyaknya kasus ledakan tabung gas, masyarakat sebenarnya dapat mengantisipasi dengan beberapa cara sederhana. Selain itu, pemahaman mengenai segitiga api yang kerap jadi pemicu utama ledakan juga terbilang cukup penting.

Kebutuhan elpiji tahun 2026-2027 mencapai 10 juta ton

Ilustrasi ledakan tabung gas. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar

Sebagaimana dikutip dari Fire Action, segitiga api adalah konsep dasar ilmu kebakaran tentang tiga unsur utama yang harus ada secara bersamaan, agar api dapat terbentuk dan menyala. Unsur pertama segitiga api adalah energi panas, yang bisa berasal dari percikan api, gesekan mesin, atau api rokok.

Ketika sudah dipenuhi campuran gas dan oksigen, maka akan memicu ledakan instan untuk menciptakan api. Contoh kasus adalah percikan listrik statis. Ketika menyalakan atau mematikan sakelar lampu, korek gas, maupun gesekan logam, maka menimbulkan percikan panas akibat gesekan.

Unsur kedua segitiga api yaitu bahan bakar baik berwujud padat (kayu, kertas), cair (bensin), maupun gas (LPG). Unsur ini terbilang jadi komponen terpenting untuk menciptakan api.

Sementara unsur ketiga dalam segitiga api ialah oksigen. Ketika api menyala, zat asam dari udara (kadar normal sekitar 21%) berfungsi mempertahankan proses oksidasi agar api tetap hidup.

Sebagai contoh, api kompor menyala saat alat sudah terpasang dengan tabung gas. Pemicu muncul api dipacu panas yang berasal dari pemantik kompor. Kombinasi dua hal ini akan membuat ledakan kecil yang menyulut api. Sementara oksigen berfungsi mempertahankan api tetap menyala agar tetap stabil.

ELPIJI TIGA KILOGRAM

Pekerja melakukan isi ulang tabung gas tiga kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/1/2017). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ledakan akibat gas, dikutip Indonesia Safety Center, bisa disebabkan oleh beberapa faktor dari segitiga api tersebut. Pertama, pemicu awal yang paling sering terjadi adalah kebocoran gas pada komponen selang yang sudah retak atau sudah tidak layak pakai.

Kebocoran dapat terjadi ketika regulator yang digunakan tidak terpasang dengan benar, atau karet sil katup tabung rusak atau robek.

Jika kebocoran gas dibiarkan dalam kurun waktu cukup lama, penyebaran gas di ruangan akan bereaksi dengan sumber panas, baik melalui listrik maupun api kecil yang ada pada komponen tertentu, seperti korek dan rokok.

Ketika sumber panas menyentuh sebaran gas dalam ruangan, maka bisa menyebabkan ledakan. Semakin banyak kebocoran gas, semakin besar pula resiko ledakan.

Tabung Gas

Tabung Gas. foto/Istockphoto

Kasus tersebut bisa terjadi karena pada dasarnya gas LPG lebih berat daripada udara. Gas yang bocor turun dan mengumpul di lantai atau sudut-sudut ruangan tertutup.

Kondisi dapat semakin parah jika ruangan memiliki ventilasi yang buruk. Akibatnya, akumulasi gas bisa mencapai batas konsentrasi yang sangat rentan meledak, meskipun hanya terpicu sumber panas atau pemantik yang kecil.

Selain itu, beberapa komponen ruangan juga bisa memicu ledakan, salah satunya percikan listrik statis saat menyalakan atau mematikan sakelar lampu, mencabut kabel, atau menyalakan kipas angin. Ketika gas sudah tersebar dan mengendap dalam ruangan, percikan kecil yang dihasilkan secara otomatis bisa memicu ledakan.

Cara Mencegah Ledakan Tabung Gas

Cara mencegah ledakan tabung gas bisa dilakukan dengan berbagai cara sederhana. Melansir situs resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, salah satunya adalah menggunakan peralatan berstandar nasional atau SNI, baik untuk selang, regulator, maupun tabung gas.

Bukan tanpa alasan, peralatan yang telah berlabel resmi biasanya telah melewati uji ketahanan material, batas tekanan, serta faktor keamanan. Sedangkan alat non-standar bisa jadi menggunakan bahan relatif murah yang mudah retak, longgar, maupun rusak.

Selain itu, untuk mencegah kebocoran gas juga perlu mengganti selang dan regulator secara berkala setiap 2 hingga 3 tahun sekali. Tujuan utama adalah agar fungsi dan ketahanan alat masih terjaga dengan baik.

Tabung Gas

Tabung Gas. foto/Istockphoto

Poin penting untuk mencegah ledakan gas juga bertumpu pada ventilasi dapur yang harus dijaga dengan baik. Masyarakat perlu memastikan area dapur memiliki sirkulasi udara atau lubang angin yang baik, agar ketika saat gas mengalami kebocoran, unsur tersebut tidak mengendap di dalam ruangan.

Untuk memastikan adanya kebocoran gas atau tidak, dapat dilakukan dengan langkah sederhana, yaitu menggunakan air sabun pada bagian leher tabung atau selang. Jika muncul gelembung udara, artinya gas mengalami kebocoran.

Situs web Supergas menyebutkan, langkah paling penting adalah posisi tabung gas yang mesti dijauhkan dari paparan panas matahari langsung atau percikan api/sakelar listrik. Langkah ini dilakukan agar ketika gas mengalami kebocoran tanpa disadari, endapan gas yang ada di dekat tabung tidak terpicu menjadi ledakan yang menjalar ke dalam tabung gas.

Tabung Gas

Tabung Gas. foto/Istockphoto

Pada saat terjadi ledakan, masyarakat dianjurkan tidak panik. Tujuannya agar bisa mengambil tindakan dengan tepat. Jika gas diperkirakan bocor, langkah penting yang harus dilakukan yaitu melepas regulator dari tabung.

Sementara jika kebocoran gas menimbulkan api, langkah terbaik adalah menutup sumber api menggunakan kain yang sudah dibasahi. Ketika gas bocor, penting pula untuk membuka pintu dan jendela agar gas dapat keluar serta tidak mengendap di dalam ruangan.

Untuk kebocoran gas saat api masih menyala, langkah yang justru keliru seperti menyiram sumber api atau kompor dengan menggunakan air. Tindakan ini dinilai tidak menyebabkan api padam, melainkan bisa jadi semakin menyebar. Alhasil, potensi kebakaran pun dapat meluas.

Baca juga artikel terkait TABUNG GAS atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Edusains
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Beni Jo