tirto.id - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengungkap bahwa pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi khusus kepada Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025.
Salah satu alasannya adalah Indonesia dinilai sebagai negara yang paling mudah adaptasi di tengah berbagai perubahan regulasi yang kerap terjadi secara mendadak selama operasional haji.
“Mereka mengapresiasi bahwa inilah Indonesia paling gampang melakukan penyesuaian dalam kondisi seperti apapun,” ujar Menag dalam sambutan Pembukaan Raker Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2025 di Tangerang, Banten, Senin (28/7/2025).
Ia pun mencontohkan bagaimana perubahan-perubahan mendadak dari otoritas Saudi, bisa terjadi beberapa kali dalam satu hari. Namun, petugas haji Indonesia dinilai mampu merespons dengan cepat dan akurat.
“Kadang-kadang dua kali, tiga kali berubah peraturan dalam satu hari. Misalnya ada Murur, tiba-tiba jam 12 tidak ada Murur lagi, besoknya dizinkan lagi untuk ada Murur,” katanya.
“Dalam tempo yang sangat singkat, untung staf kami sangat cekatan memindahkan data-data yang Murur dan yang tidak Murur,” sambung
Apresiasi itu, disebut Nasaruddin, bahkan disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji Saudi saat menyambangi pos haji Indonesia. Menag mengatakan, Wakil Menteri Saudi itu menyampaikan kekagumannya atas kemampuan Indonesia menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan secara cepat.
“[Menteri Haji berkata] kami tidak menyangka Anda akan mampu menyelesaikan persoalan krusial ini sehingga pemulangan ibadah Haji tidak seperti yang mereka bayangkan,” ujar Menag.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Kementerian Luar Negeri, Duta Besar RI di Saudi, hingga petugas-petugas lapangan yang bekerja keras di tengah kondisi yang penuh tekanan dan perubahan mendadak.
“Semua pihak benar-benar sangat berjasa di dalam rangka menyukseskan pelaksanaan ibadah haji. Dan karena itu kepada semua pihak yang telah membantu berkeringat, ya kami hanya bisa berdoa semoga Allah SWT memberikan pahala yang sesuai dengan perjuangan yang sama-sama kita lakukan,” katanyaa.
Nasaruddin mengakui bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang menguji ketangguhan lahir dan batin. Ia berharap ke depan, pengelolaan haji oleh Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) bisa semakin baik, profesional, dan tetap mengedepankan pelayanan kepada jamaah Indonesia.
“Semoga BP Haji nanti yang akan menjadi pelaksanaan sepenuhnya ibadah haji ini. Betul-betul jauh lebih baik, lebih perfect dibandingkan ketika masih diampu oleh Kementerian Agama yang harus menjadi, ada faktor dekonsentrasinya yang sangat banyak,” tutur Menag.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































