STOP PRESS! DPR Setuju Gunakan Hak Angket terhadap KPK

Sandiaga Yakin Rumah Harga 350 Juta Bisa Terwujud di Jakarta

Sandiaga Yakin Rumah Harga 350 Juta Bisa Terwujud di Jakarta
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menunjukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada warga Joglo, Jakarta Barat, Selasa (28/3). ANTARA FOTO/ Atika Fauziyyah.
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
29 Maret, 2017 dibaca normal 2 menit
Sandiaga masih enggan menyebut lokasi pasti untuk program rumah tersebut karena akan memancing spekulan tanah yang bisa menaikkan harga.
tirto.id - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yakin rumah seharga 300-350 juta bisa terwujud di Jakarta. Dirinya mengklaim telah melakukan survei di sejumlah wilayah di Jakarta untuk dijadikan lokasi rumah tersebut. Menurutnya, rumah murah dengan DP 0 persen seperti yang dicanangkan pasangan Anies-Sandiaga sangat mungkin terwujud.

"Saya istiqomah akan hadirkan rumah dengan DP nol rupiah itu angkanya Rp300 sampai Rp350 juta," kata Sandiaga di Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

Kendati begitu, Sandiaga masih enggan menyebut lokasi pasti untuk rumah tersebut karena akan memancing spekulan tanah yang bisa menaikkan harga.

"Tempatnya sudah kami identifikasi, tapi tidak bisa kami rilis. Mohon maaf, karena banyak sekali spekulan yang akan bermain tanah. Kami sudah identifikasi, percayalah (rumah Rp 350 juta), saya sudah pernah buat bisnis dari nol," kata Sandiaga.

Soal spekulan tanah memang menjadi hal yang paling dikhawatirkan oleh Sandiaga. Dalam beberapa kesempatan ditanya soal program DP 0 persen, Sandiaga selalu menyebut kemungkinan ada permainan spekulan tanah bila dirinya menyebut lokasi untuk program rumah tersebut.

Dikarenakan Sandiaga masih merahasiakan lokasi tepatnya, program DP 0 persen ini pun menuai sejumlah kritik dan sempat menjadi perbincangan viral netizen di sosial media.

Namun, menghadapi kritik itu Sandiaga tetap optimistis dan menganggapnya sebagai hal yang wajar dalam momen Pilkada.

"Tapi saya terima (kritik yang ada), karena ini lagi Pilkada, saling menjatuhkan, nanti warga yang selama ini hanya bisa mengontrak selama hidupnya, kami berikan solusi mengikuti program rumah DP nol rupiah. Banyak spekulan yang sudah mulai mengendus, nanti implementasinya bisa sulit. Alhamdulillah kami komitmen programnya untuk rakyat," katanya.

Rasa optimisme Sandiaga itu tak lepas dari riset yang menurutnya telah dilakukannya sejak Anies Baswedan memiliki ide menghadirkan rumah murah untuk warga DKI Jakarta.

"Waktu Mas Anies kasih tugas saya buat bikin program nol rupiah ini, saya sudah riset, membawa beberapa panel, ahli-ahli, dan mereka menyatakan ini bisa dilakukan dan ada landasan hukumnya. Sudah dilakukan di beberapa negara yang lain. Mestinya diskursusnya itu berkaitan dengan bagaimana membuat program itu lebih baik," katanya.

Sebelumnya, dalam debat di Mata Najwa, calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menyangsikan program rumah DP 0 persen seharga Rp350 juta yang ditawarkan oleh Anies. Menurut Ahok, program itu adalah sebuah hal yang mustahil karena hanya akan menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"350 juta kali 1 juta, 350 triliun. Duit dari mana?" Kata Ahok, Senin (27/3).

Ahok masih lebih optimistis untuk melanjutkan program Rusunawa yang menurutnya lebih realistis. "Sebenarnya itu bukan menyewa. Kalau mereka beli apartemen, belum tentu mampu bayar biaya perawatannya," kata Ahok.

Menanggapi hal itu, Anies Baswedan menyatakan semua tergantung pada keberpihakan pemimpinnya. Anies menyebut Ahok sebagai pemimpin yang pesimistis dan kurang berpihak pada masyarakat bawah.

"Jadi mau pilih gubernur yang putus asa, atau yang optimis berpihak pada rakyat kecil?" Kata Anies.

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan diikuti oleh dua pasang calon yakni, pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

KPU DKI Jakarta telah menyusun jadwal penyelenggaraan putaran kedua melalui Surat Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 49/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 putaran kedua, dengan rincian sebagai berikut:

Pada 7 Maret hingga 15 April 2017 kedua paslon melakukan kegiatan kampanye. Di sela-sela waktu itu, KPU DKI Jakarta juga akan menyelenggarakan debat putaran dua. Pada 9 hingga 15 April 2017, KPU DKI Jakarta juga akan memfasilitasi paslon untuk memasang iklan kampanye di media massa.

Setelah itu, pada tanggal 16 hingga 18 April 2017 akan memasuki masa tenang dan pada 19 April 2017 akan dilaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

KPU DKI Jakarta akan melakukan rekapitulasi berjenjang dari tingkat kecamatan hingga provinsi pada 20 April-1 Mei 2017.

Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - san/ale)

Keyword