Sandiaga: Calon Pejabat Publik Jangan Baperan

Oleh: Tresna Yulianti - 19 Februari 2017
Dibaca Normal 1 menit
Sandiaga Uno mengatakan sudah siap menerima berbagai hal baru termasuk dikecewakan, baik datang dari tim pemenangan sendiri maupun warga masyarakat.
tirto.id - Sebagai calon pejabat publik, Sandiaga Uno mengatakan sudah siap menerima berbagai hal baru termasuk dikecewakan. Calon wakil gubernur DKI Jakarta pasangan Anies Baswedan itu menganggap kekecewaan bisa datang dari siapa saja, termasuk tim pemenangan sendiri maupun warga masyarakat. Baginya hal tersebut wajar terjadi jika ada hal negatif yang ia lakukan.

“Itu udah menjadi bagian dari pejabat publik jadi siap dikritik, siap dipuji, siap dikecewakan oleh tim sendiri atau warga dan masyarakat kalau hal yang kita lakukan itu dipandang sebagai sesuatu hal yang negatif. Apapun yang dilakukan itu menurut saya harus siap.” Kata Sandiaga di kediamannya Jl. Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Sabtu (18/2/2017) sebelum berangkat ke Jepang.

Salah satu kekecewaan yang dimaksudnya adalah terpaan meme yang kerap ia terima dianggap menyerang pribadi dan keluarga. Belakangan ini netizen kembali diramaikan dengan meme atau gambar candaan yang dianggap menyerang program “Rumah Tanpa DP” dirinya dan pasangannya.

“Menurut saya sih setiap serangan itu mengurangi dosa-dosa kita kok jadi ya ikhlas aja. Saya ikhlaskan apa aja yg menjadi komentar dari pada netizen atau warga. Kalau warga bener, sih, ketemu kita sangat menerima. Kita interaksi gak dibuat-buat mengalir aja. Dan menurut saya calon pejabat publik harus menjalani itu,” ucap Sandiaga

“Sebagai calon pejabat publik ya harus siap dikomentari oleh publik harusnya enggak ada yang ditutu-tutupin kalau kita niatnya ikhlas, tulus, lurus kita enggak perlu ada yang kita khawatirkan. Toh yang buat-buat meme jahat itu, kan, mereka juga dibayar dan atau ada kepuasan khusus bikin orang bahagia. Gak apa-apa sekali-kali. Buat saya enggak terlalu terganggu,” tambah Sandiaga.

Bagi mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini, memang pada awalnya keluarganya menganggap hal itu sebagai tidak wajar karena kebanyakan menyerang pribadi. Tapi sudah satu tahun ini membuat mereka menjadi terbiasa.

“Keluarga dukung sih selama ini total, awalnya kaget-kaget sekitar setahun lalu. Tapi, kan, saya sudah jalan setahun jadi sekarang-sekarang ke sini dinikmati diniatkan ibadah diresapi aja lah. Tadinya istri saya. Yang banyak komentar itu anak-anak. Tapi sekarang mereka malah ketawa-ketawa lucu. Jangan baper lah, jangan dibawa perasaan, tiba-tiba dikit-dikit tersinggung. Ketawa-ketawa aja jadiin sebagai bahan masukan.”

Pukul 21.00 WIB ia akan berangkat ke Jepang untuk menemami istri berobat setelah sempat tertunda akibat padatnya aktivitas kampanye. Menurut penuturan Sandi, dokter istrinya memberi rujukan untuk berobat ke Tokyo karena disana terdapat teknologi yang dapat membantu memperkecil benjolan yang ada di tiroid Nur Asia Uno.

“Disarankan untuk dilakukan tindakan (operasi), tapi kami ingin itu sebagai opsi terakhir. Ini sebenarnya keputusan dia murni, karena enggak sreg kalau langsung operasi, dan saya dukung setuju. Karena konsultasi dulu pakai treatment terkini enggak perlu dioperasi itu, kan, lebih ideal,” katanya.

Selama tiga hari ke depan pasangan Anies Baswedan ini akan berada di Jepang. Ia menuturkan telah meminta izin kepada Anies untuk absen mengenai urusan pilkada DKI ini untuk 2 sampai 3 hari ke depan.

Untuk urusan komunikasi dengan berbagai petinggi parpol pengusung Agus-Sylvi mengenai urusan koalisi, Sandi telah menyerahkannya langsung ke pimpinan partai Gerindra dan PKS. Ia juga mengaku komunikasinya dengan mantan paslon nomer satu Agus-Sylvi telah terjalin.

“Komunikasi sama Mas Agus dan Mpok Sylvi sudah terjalin. Selanjutnya urusan komunikasi parpol pengusung dikembalikan kepada petinggi Gerindra dan PKS,” tutup Sandiaga.

Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan menarik lainnya Tresna Yulianti
(tirto.id - Politik)

Reporter: Tresna Yulianti
Penulis: Tresna Yulianti
Editor: Akhmad Muawal Hasan
DarkLight