tirto.id - Sebuah klaim muncul di media sosial Facebook, bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan dan diganti dengan bantuan uang tunai Rp300 ribu per bulan bagi setiap siswa.
Klaim tersebut muncul dalam unggahan akun Facebook bernama “Fatimah Azzahra” (arsip) yang sudah diunggah sejak 28 Juni 2026. Berdasarkan penelusuran pada Selasa (27/10/2026), unggahan sudah mendapatkan 1,8 ribu tanda suka, 572 komentar, dan 8 kali dibagikan ulang oleh netizen.
“Usulan yang Menjadi Perbincangan. Zulkifli Hasan mengusulkan agar program M^B^G dihentikan dan diganti dengan bantuan uang tunai Rp300.000 setiap bulan untuk siswa.
Sebuah opsi yang dinilai lebih praktis dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Mari kita bahas bersama: Mana yang lebih bermanfaat bagi an4k2 dan keluarga di lapangan?” tulis pengunggah
Pengunggah juga mengunggah sebuah foto seseorang menyerupai Zulhas sedang memegang sebuah spanduk bertuliskan “SETUJU TIDAK MBG DITUTUP, DIGANTI DENGAN UANG 300/BULAN”. Di belakang sosok tersebut tampak gedung sekolah dengan sejumlah murid sekolah berbaris menghadap Zulhas.
Unggahan serupa juga terlihat pada akun Facebook bernama "Dom Damora" dan "Heni Inmyu Heni Inmayu", namun unggahan yang menampilkan sosok lelaki mirip Zulhas tersebut berdiri di belakang sebuah bagunan Koperasi Desa Merah Putih.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?

Penelusuran Fakta
Tirto memulai penelusuran dengan menggunakan Google Image untuk melakukan reverse image search. Dari pencarian gambar terbalik tersebut, tidak ditemukan gambar serupa pada media atau sumber kredibel, yang membenarkan klaim bahwa Zulhas mengusulkan MBG ditutup dan diganti dengan uang tunai Rp300 ribu.
Lebih lanjut, Tirto melakukan pemeriksaan pada sejumlah pemberitaan maupun keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hasil penelusuruan menunjukkan bahwa Zulhas tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut.
Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya pemberitaan apapun, mengenai pernyataan Zulhas untuk menghentikan MBG dan menggantikan program tersebut dengan uang bulanan Rp300 per bulan bagi siswa sekolah.
Sementara, berkaitan dengan foto yang diunggah, Tirto mencoba memeriksa keaslian foto tersebut dengan menggunakan perangkat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa foto lelaki menyerupai Zulhas yang memegang spanduk itu terdeteksi 99,9% kemungkinan besar adalah hasil manipulasi kecerdasan buatan.

Selain Hive Moderation, Tirto juga melakukan deteksi dengan Zero GPT.Hasil pengecekan menunjukkan bahwa foto yang diunggah oleh akun tersebut kemungkinan besar 97% adalah hasil buatan AI.

Dari hasil pemeriksaan pada dua detektor kecerdasan buatan itu, terbukti bahwa foto lelaki menyerupai Zulhas yang memegang spanduk itu adalah hasil manipulasi AI. Selain itu, ketika Tirto melakukan pelacakan foto melalui Google Search, Tirto tidak menemukan sumber kredibel yang juga mengunggah foto tersebut, sekaligus membenarkan klaim pada unggahan yang viral tersebut.
Perihal MBG sendiri Zulhas sempat mengatakan, sebagaimana diberitakan Tirto, bahwa pemerintah menganggarkan Rp240 triliun untuk program prioritas makan bergizi gratis (MBG) pada 2027. Nilai itu disebut dapat bertambah atau berkurang setelah refocusing nantinya.
"[Anggaran MBG] Rp240 triliun sementara. Nanti kita lihat. Kan kita ada refocusing, ada refocusing. Iya, Rp240 [triliun]," ucapnya usai konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia mengatakan, refocusing berpotensi dilakukan setelah ada ribuan dapur MBG alias satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tidak kunjung memenuhi syarat sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Menurut Zulhas, pemerintah dapat memberikan sanksi berupa penyegelan/penutupan SPPG yang tidak kunjung mengantongi SLHS. Di satu sisi, refocusing juga berpotensi dilakukan setelah menyesuaikan jumlah penerima MBG dari berbagai syarat penerima manfaat.
"Ada 7.000 SPPG yang sedang kita peringatkan. Yang SLHS-nya belum jadi, ya, kita kasih waktu yang setahun itu seminggu. Yang di bawah setahun, kita kasih perpanjangan satu minggu lagi. Kalau enggak, ya bisa ditutup," urai dia.
"Penerima manfaat kira-kira hampir lebih kurang more or less 70 juta," lanjut Zulhas.
Saat konferensi pers, ia juga membahas soal program MBG. Zulhas mengaku pemerintah goyah saat menjalankan program MBG selama beberapa waktu ke belakang.
"Kami minta maaf hampir satu tahun lebih ya pontang-panting luar biasa terjadi di sana-sini. Kami terus-menerus pada waktu itu hampir semua kementerian menemukan berbagai kendala, dan sudah diambil tindakan," ujarnya.
Ia menyatakan, pemerintah bakal melakukan refocusing anggaran MBG dalam dua bulan ini. Dapur MBG disebut akan fokus didirikan di daerah 3T.
"Yang perlu agak waktu panjang, mungkin makan waktu dua bulan adalah menyelesaikan ada 13.000 titik baru ya tambahan yang di Pulau Jawa," tuturnya.
Dalam pemberitaan Antara, Zulhas sempat menyampaikan empat langkah pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas pemerataan layanan, meningkatkan keamanan pangan, serta memperkuat tata kelola dan pengawasan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Empat langkah tersebut meliputi percepatan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan keamanan dan mutu makanan, serta pembenahan data penerima manfaat dan penindakan penyimpangan.
"Memasuki dua tahun pemerintahan, arahan Presiden MBG segera diimplementasikan secara merata, terutama di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Kekurangan harus dibenahi, tata kelola ditertibkan, dan penyimpangan kita tindak tegas," kata Zulhas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan hal tersebut seusai memimpin rapat koordinasi terbatas tingkat menteri mengenai penyelenggaraan MBG di Jakarta, Senin (19/10).
Dengan demikian, klaim bahwa Zulhas mengusulkan program MBG ditutup dan diganti dengan uang Rp300.000 adalah tidak benar. Pada konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (14/8/2026), Zulhas mengatakan bahwa pemerintah dalam dua bulan ini masih akan melakukan refocusing anggaran MBG. Ia juga masih sempat memimpin rapat koordinasi terbatas perihal MBG di bulan Oktober 2026.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, unggahan yang mengklaim Zulhas mengusulkan untuk menghentikan MBG dan menggantinya menjadi bantuan tunai Rp300 ribu per bulan adalah informasi yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Foto dalam unggahan yang menampilkan lelaki mirip Zulhas sedang memegang spanduk bertuliskan “SETUJU TIDAK MBG DITUTUP, DIGANTI DENGAN UANG 300/BULAN”, adalah hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, tidak ditemukan sumber dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id


































