Menuju konten utama

Zulhas Pastikan 8.000 KDKMP Siap Beroperasi Akhir Oktober

Zulhas menargetkan 8.000 Koperasi Merah Putih beroperasi akhir Oktober 2026. Pemerintah juga membidik pembangunan 35.000 unit hingga akhir tahun.

Zulhas Pastikan 8.000 KDKMP Siap Beroperasi Akhir Oktober
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan sebanyak 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap beroperasi pada akhir Oktober 2026. Pemerintah mulai memantau kesiapan barang dagangan serta sarana dan prasarana koperasi tersebut pada Kamis (15/10/2026).

Zulhas mengatakan, pemantauan terhadap 8.000 koperasi tahap pertama itu akan berlangsung selama delapan hari untuk memastikan kesiapan operasionalnya.

"Sampai akhir bulan mudah-mudahan ini bisa selesai yang 8.000 [KDKMP beroperasi]," tuturnya usai rapat terkait operasional KDKMP di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

"Mulai besok kita akan lakukan monitoring ke Kopdes ini, 8.000 dulu pertama, selama delapan hari ini akan ngecek terus, apa yang belum, apa yang sudah, ada yang sudah baik, ada yang belum," lanjut dia.

Zulhas mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 35.000 KDKMP hingga akhir 2026. Meski demikian, ia meyakini jumlah koperasi yang dapat dibangun hingga akhir tahun berpotensi mencapai 40.000 unit.

"Sampai akhir tahun kemungkinan malah saya bilang 35.000, kemungkinan yang jadi ini 40.000. Bisa, karena tanahnya sudah dapat sampai akhir tahun. Tapi kita ambil moderat 35.000. Oleh karena itu, menyiapkan operasional 35.000 juga perlu waktu," kata Zulhas.

Ia menjelaskan, pemerintah melibatkan TNI dalam pembangunan KDKMP karena proses pengadaan tidak memungkinkan dilakukan melalui tender satu per satu untuk setiap koperasi. Menurutnya, mekanisme tersebut berisiko memperlambat penyelesaian pembangunan.

"Enggak mungkin kita satu satu tender. Kalau satu satu tender, nanti ada yang miring, dipelajari lagi, dipanggil ini, stop lagi, bisa 10 tahun enggak kelar. Oleh karena itu, kita minta semua pihak, termasuk TNI, untuk membantu kita," ujarnya.

Di sisi lain, Zulhas mengakui sejumlah KDKMP kemungkinan belum memiliki persediaan barang yang lengkap saat mulai beroperasi. Salah satu komoditas yang masih disiapkan adalah beras subsidi.

Ia mengatakan, penyaluran beras melalui KDKMP masih menunggu penyelesaian administrasi pembayaran dan pemeriksaan data. Proses distribusi juga membutuhkan waktu karena besarnya volume beras yang harus disalurkan.

"Kok belum ada berasnya? Lagi diselesaikan pembayarannya dulu, data-datanya. Ya, karena 33,2 juta kan dicek ulang. Mungkin minggu depan kelar, Pak, ya. Nah, itu nanti selesai akan dibagi di Koperasi Desa Merah Putih. Hari ini belum ada, ya mungkin pengiriman waktu jauh, perlu waktu, tapi dalam minggu-minggu ini kita akan bereskan," kata Zulhas.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana