tirto.id - Banjir, bagi sebagian orang, adalah musibah. Namun hal berbeda justru dirasakan sejumlah pemuda pengurus Karang Taruna Rawa Sengon, RW. 022, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Mereka memanfaatkan banjir yang muncul sejak Rabu (1/1/2020) pagi untuk mencari pundi-pundi rezeki di Kali Betik--menghubungkan kampung Rawa Sengon dengan Tugu Utara Kecamatan Koja.
Arus Kali Betik cukup deras, bahkan sampai menutupi setengah jembatan penyeberangan.
Jadi apa yang mereka lakukan? Pemuda yang berjumlah sekitar 10 orang itu membantu warga agar dapat menyeberangi jembatan. Mereka menaikkan warga, juga barang-barang mereka, ke gerobak PPSU yang telah menjadi inventaris RW 022.
Mereka melakukan itu mulai pukul 06.00 tadi. Banyak warga yang menggunakan jasa mereka, dari mulai orang yang hendak bekerja, hingga ingin pergi ke pasar.
"Ada juga motor yang kami seberangi. Terus belanjaan ibu-ibu yang pulang dari pasar," kata Ketua Karang Taruna RW. 022 Iszul Fikri kepada reporter Tirto di lokasi.
"Kami memang atas inisiatif sendiri. Sudah sering di sini, bantu warga yang ingin menyeberang," tambahnya.
Iszul mengaku tidak mematok tarif kepada warga yang menggunakan jasa mereka. Seikhlasnya saja, katanya.
"Bukan bicara nominal, tapi ini sebagai bentuk peran kita sebagai pemuda agar memiliki peran membantu masyarakat," terangnya.
Sampai berbincang dengan reporter Tirto, mereka sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp277 ribu. Uang itu dipakai untuk membeli makan selama bekerja.
Meski diuntungkan, Iszul berharap banjir cepat surut. Bagaimanapun, katanya, lebih banyak yang dirugikan karena banjir ketimbang yang diuntungkan.
"Kasihan juga banyak orang yang berangkat kerja, akses buat melintas terputus. Kami berharap agar ke depan tidak terjadi lagi banjir seperti ini," pungkasnya.
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Rio Apinino