Indeks Tokopedia
Tokopedia Menutup Iklan Tiga Produk iPhone
Tokopedia menutup seluruh iklan produk iPhone 6S, 6S+, 7 dan 7+ dari layanan mereka.

Belajar dari Kegagalan Foodpanda di Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, e-commerce di kawasan Asia Tenggara tumbuh dengan kecepatan yang luar biasa. Potensi besar yang belum sepenuhnya tereksplorasi di kawasan ini menjadi pendorong utama dari pertumbuhan pesat tersebut. Akan tetapi, dalam waktu yang singkat pula, banyak start-up dengan latar belakang penyokong global mulai bertumbangan. Apa yang terjadi?
Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, Mana Lebih Dulu Jadi Unicorn?
Kurang dari satu dekade terakhir, dunia bisnis Indonesia bak dijungkirbalikan oleh hadirnya perusahaan-perusahaan rintisan (start-up) yang banyak membawa perubahan dan kontroversi. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka berhasil menggaet jutaan pelanggan. Beberapa di antaranya mungkin masih merugi, tetapi mempertontonkan potensi valuasi yang menjanjikan.

Bedah Dompet Bukalapak Vs Tokopedia
Bisnis e-commerce di indonesia tumbuh subur, tetapi belum semua menuai laba signifikan. Bukalapak misalnya, mengalami kerugian mencapai Rp229 miliar. Angka ini tak sebanding dengan pendapatannya yang hanya Rp6 miliar. Bukalapak tampaknya harus mencari investor baru dalam waktu dekat ini, jika tidak ingin status mereka sebagai raja e-commerce model C2C dikudeta oleh Tokopedia.

Masa Depan Alibaba di Indonesia
Raja e-commerce Cina, Alibaba mengakuisisi Lazada. Transaksi ini hanya sebagian dari aliran gelombang besar modal ke pelaku startup e-commerce di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Wall Street Journal menyebut, pembelian Lazada merupakan transaksi terbesar Alibaba di luar Cina, dengan penguasaan saham Lazada sebesar 67 persen.
Transaksi E Commerce 2016 Bisa Capai USD 25 Miliar
Berdasarkan tren pertumbuhan e-commerce di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memperkirakan transaksi sektor perdagangan elektronik bisa mencapai USD 25 Miliar pada akhir 2016.
Masuk tirto.id







