Indeks Sukarno
Upaya Soeharto Mengklaim Pancasila dari Sukarno
Soeharto membengkokkan Pancasila sebagai mantra untuk membungkam oposisi dan alat represi politik, bahkan menggantikan gagasan Pancasila Sukarno menjadi diktat, bukan pemenuhan terhadap keadilan sosial dan penghormatan hak asasi manusia. Ia menyetujui kelahiran Pancasila diperingati pada 1 Oktober, tanggal rezim Orde Baru terbentuk.

Pertemuan dengan Rosidi, "Hantu Komunis" yang Bukan Komunis
Kisah seorang orang kecil terkena imbas dahsyat politik 1965-1966 yang menyeretnya menjalani kerja paksa selama 13 tahun di bawah pemenjaraan tanpa peradilan rezim Orde Baru.
Pesan Mendalam Sukarno dan Kisah Para Istrinya
Punya istri banyak sudah jadi pilihan Sukarno. Namun, di balik pengalamannya itu, Sukarno punya kesan dan pesan mendalam soal wanita. Istri bagi Sukarno bisa memaafkan dan melupakan segala kesalahan seorang suami, tetapi istri tidak akan pernah melupakan sebuah perselingkuhan suaminya.
Keputusan Menikah Muda Para Pendiri Bangsa
Hatta baru memutuskan menikah di usia 43 tahun. Namun, kebanyakan tokoh pergerakan dan pendiri negara lainnya memutuskan menikah sebelum menginjak usia 25 tahun, termasuk Sukarno yang menikah sejak berumur 20 tahun.

Sarinah, Proyek Mercusuar Sukarno
Sarinah dibangun di era Sukarno sebagai pusat promosi penjualan barang-barang produksi dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat. Itu berjalan cuma sebentar.

Romantika Bersepeda
Bagi beberapa tokoh Indonesia, sepeda tak sekadar alat transportasi. Sepeda adalah sebuah alat untuk menemukan ide bahkan menyelamatkan banyak orang.

Beda Sepeda Jokowi dan Sukarno
Bagi-bagi sepeda oleh Presiden Joko Widodo disebut sebagai cara mendekatkan diri kepada rakyat. Jauh sebelum Jokowi melakukan itu, Presiden Sukarno sudah lebih dulu melakukannya untuk mendengar petani Marhaein.

Takhayul dan Kultus dalam Hidup Sukarno
Sukarno mengkritik takhayul, tapi sosoknya juga diselimuti banyak pandangan mistik.

Jika Supersemar Palsu, Apakah Orde Baru Tidak Sah?
Setelah 51 tahun berlalu, Supersemar masih saja menyisakan misteri. Kesimpangsiurannya juga menimbulkan pertanyaan ihwal keabsahan Orde Baru.
Raja Salman Teringat Bung Karno Sehingga Mencari-cari Puan
Ketika baru saja mendatangi Istana Bogor, Raja Salman beberapa kali menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo kalau dirinya ingin menemui cucu Bung Karno.

Mobil Hadiah dari Raja Arab Saudi Digranat di Cikini
Ketika naik haji setelah KAA 1955, Sukarno mengunjungi Arab Saudi sekalian naik haji. Dalam kunjungan itu, Sukarno difasilitasi sebuah Chrysler Crown Imperial yang kemudian dihadiahkan ketika pulang.

Sebelum Menolak Menyalati Jenazah, Belahlah Dadanya!
Nasihat tentang pentingnya berhati-hati menghakimi orang lain.

Freeport di Papua ialah Warisan Daripada Soeharto
Tanpa Soeharto, Freeport akan sulit beroperasi di Papua.

Cara Legendaris ala Hatta Mengkritik Sukarno
Dulu jelas belum ada Twitter atau media sosial lain. Saat Mohammad Hatta, separuh dari dwitunggal itu, tak lagi di pemerintahan, ia mengkritik Sukarno lewat esai terkenalnya: Demokrasi Kita.

Taman Makam Pahlawan sebagai Alat Propaganda
Gelar "pahlawan nasional" acapkali meringkas dan menyempitkan kompleksitas, motivasi, serta peranan si tokoh semasa hidup.
Skandal Seks Politikus Indonesia
Seks dan politik sering bersetubuh, sampai-sampai kita pernah mendapati seorang politikus menonton konten pornografi di ruang sidang Senayan.

Bagaimana Mati dengan Tenang
Kematian adalah paling misterius dan manusia selalu takut pada hal yang tak diketahuinya. Lantas, bagaimana caranya tenang menghadapi kematian?
Dosa dan Jasa Soeharto untuk Indonesia
27 Januari 2008, Soeharto wafat. Tak sedikit yang merindukan presiden terlama RI itu, tapi banyak pula yang meyakini bahwa ia adalah biang kebobrokan negeri ini.

Tutut dan Mega, Dua Putri Presiden RI
Bu Mega dan Mbak Tutut punya banyak kesamaan. Sama-sama putri mantan presiden, sama-sama perempuan tangguh, dan sama-sama dilahirkan di tanggal yang sama pula: 23 Januari.

Perseteruan Orang-Orang Arab di Indonesia
Orang-orang Arab di Indonesia, termasuk para sayid atau habib, tidak bebas dari perseteruan dan pertikaian.
Masuk tirto.id








