Indeks Psikologi Anak

Penelitian: Emosi Siswa Lebih Buruk Saat di Lingkungan Berprestasi
Prestasi mempengaruhi emosi dan emosi mempengaruhi pencapaian seorang anak

Kisah Mary Bell dan Kenapa Seorang Anak Bisa menjadi Pembunuh
Bagaimana menghadapi kekejian yang muncul dari seorang anak-anak?

Mendikbud Larang Anak di Bawah 13 Tahun Tonton Film G30S/PKI
Muhadjir Effendy melarang larang anak di bawah 13 tahun menonton film Penumpasan Penghianatan G30S/PKI berdasarkan keputusan Lembaga Sensor Film Indonesia.
Psikolog Minta Film G30S/PKI Tidak Diputar untuk Anak-anak
Psikolog Kasandra mengatakan kekerasan yang ditampilkan menggunakan stimulasi audio visual tidak cocok untuk bahan belajar.

Hobi Posting Foto Anak di Medsos: Baik atau Tidak?
Di zaman media sosmed seperti sekarang, tidak hanya orang tua yang eksis, tapi juga anak-anak, bahkan bayi baru lahir.

Kenapa Antar Saudara Kandung Saling Bertengkar?
Orang tua berperan penting dalam menekan kompetisi anak yang tidak sehat antar saudara kandung.

Ketika Anak Terpapar dan Bertanya tentang Terorisme
Melimpahnya sumber informasi, kritisisme, dan kecemasan anak akan bahaya terorisme kian meningkat. Bagaimana orang-orang dewasa menyikapi hal ini?
Kiat Hadapi Anak yang Bosan dengan Mainannya
Terkadang orangtua mendapati keluhan anak-anak yang merasa bosan bersama mainannya. Menghadapi keadaan itu, orang tua perlu mendampingi anak saat bermain.
Kak Seto Ikut Bicara Soal Fenomena "Telolet"
Gejala “telolet” yang menjalar baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa dapat dilihat sebagai bentuk hiburan tetapi juga membahayakan.
Hidup Tersiksa Bersama Orang Tua
Tinggal bersama orang tua hingga usia lanjut berpotensi meningkatkan gejala depresi. Kondisi masa kecil berpengaruh. Mereka yang waktu kanak-kanak rutin menjadi korban pengabaian, tak diberi rasa aman, hingga sering mendapat tindak kekerasan, namun dipaksa harus mengurus orang tua alias sang pelaku, akan tumbuh menjadi pribadi yang rentan depresi saat dewasa.
Win-win Solution dengan Anak
Untuk dapat mencapai win-win dengan anak, orang tua harus memiliki posisi psikologis I’m OK-You’re OK ini. Orang tua dengan posisi psikologis keempat ini akan bersikap percaya diri namun juga sangat menghormati dan menghargai anaknya. Ia akan mampu menerima anak apa adanya. Ia sadar bahwa anak adalah makhluk dengan bakat dan potensi yang berbeda dengan dirinya.
Mendidik Anak dengan Teori XY
Pada prinsipnya, anak ingin dimengerti. Mereka ingin tahu apakah perbuatannya baik atau buruk, mengapa mereka melakukan perbuatan buruk, dan pada akhirnya ingin dibantu orang tuanya agar mampu menghindari perbuatan buruknya. Sebagai orang tua, tentu kita ingin mendampingi mereka dan permasalahan hidupnya.
Masuk tirto.id







