Indeks Orde Baru
Titiek Soeharto Yakin Jasa Bapaknya akan Diakui Sejarah
Saat berpidato di acara Haul Soeharto pada Sabtu malam (11/3/2017), Titiek Soeharto menyatakan meyakini jasa-jasa bapaknya untuk bangsa Indonesia akan diakui oleh sejarah.
NU, PPP, dan Represi Orde Soeharto kepada Islam
NU menjadi motor perlawanan terhadap Orde Baru yang menindas.

Benarkah Soeharto Memusuhi Islam dan Mengapa Ia Berubah?
Beberapa kesaksian tentang sikap Soeharto pada Islam.
Cara Orde Baru Membungkam Para Ulama
Para ulama dipenjara dan dibungkam oleh Orde Baru karena berbagai alasan.
Dosa dan Jasa Soeharto untuk Indonesia
27 Januari 2008, Soeharto wafat. Tak sedikit yang merindukan presiden terlama RI itu, tapi banyak pula yang meyakini bahwa ia adalah biang kebobrokan negeri ini.
Menghidupkan Thukul Melalui Film
Film tentang seorang penyair yang dihilangkan oleh rezim Soeharto, mengambil masa saat bersembunyi dari kejaran tentara dan intelijen Orde Baru. Personal sekaligus politis: menuntut negara untuk segera menuntaskan kasus kejahatan atas kemanusiaan.

Persinggungan Soeharto dengan Para Pahlawan Revolusi
Soeharto dalam beberapa sumber disebutkan pernah bersinggungan dengan beberapa pahlawan revolusi, terutama Yani. Bahkan ia pernah diselidiki terkait kasus korupsi, dan Sutoyo Siswomiharjo serta S. Parman—dua Pahlawan Revolusi—masuk di dalam tim pemeriksanya.
Buku yang Dilarang dan Ditentang
Sejarah kelam larangan buku sudah terjadi sejak berabad-abad silam. Sejarah juga membuktikan pelarangan buku tak pernah menyurutkan minat orang untuk membaca.

Yoga Soegomo, Kepala Intelijen yang Minta Soeharto Mundur
Soeharto sangat mempercayai sosok Yoga Soegomo dan menunjuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin). Hebatnya, pada tahun 1988, berdasarkan laporan intelijen yang dimiliki, Yoga ternyata pernah menyarankan Soeharto mundur sebagai presiden. Analisa Yoga terbukti sepuluh tahun kemudian.
Sudahkah Kalendermu Diganti, Jenderal?
Membaca pernyataan Kapendam terkait pelarangan lapak buku di Bandung membuat saya merasa posisi menteri dalam negeri masih dijabat Rudini dan Moerdiono masih menjadi menteri sekretaris negara. Pernyataan itu menggemakan kepercayaan diri seakan militer masih "berkuasa penuh" sebagaimana terjadi di masa ketika acara Aneka Safari di TVRI begitu menghibur hati.

Komunisme dan Bangkitnya Rezim Pengecut
Frekuensi pelanggaran kebebasan berkumpul dan berpendapat kepada warga negara menunjukkan tingkat yang tinggi. Mulai tahun 2016, terjadi 4-5 kali pelanggaran dalam sebulan kebebasan berkumpul dan berpendapat. Artinya, setiap minggu ada satu peristiwa pelanggaran.
Musim Paranoia PKI Belum Berlalu
Isu kiri ini berlalu lagi untuk kemudian suatu hari nanti dibangkitkan lagi dan hilang lagi dan muncul lagi dan terbang lagi tanpa penyelesaian berarti. Tanpa penyembuhan luka-luka sejarah. Tanpa pemahaman yang utuh mengenai segala yang kiri.
Orde Baru Ternyata Masih Ada
Lebih dari 50 tahun sejak peristiwa G30-3, komunis masih dianggap sebagai hal yang mengancam negeri ini. Hal-hal yang berbau komunis masih diberangus. Termasuk buku-buku, diskusi-diskusi yang berbau kiri, tetap tak bisa leluasa beredar di negeri ini.

Gerhana 2016, dari Paranoia Menjadi Euforia
Di era Orde Baru, gerhana matahari total terasa sangat menakutkan. Kini, gerhana disambut dengan gegap gempita.

GBHN Dihidupkan Lagi, PKS Mendukung
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mendukung wacana dihidupkannya kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) seperti zaman Orde Baru dulu. PKS menilai, GBHN masih relevan bahkan sangat penting untuk diberlakukan kembali saat ini.
Masuk tirto.id






