Indeks Hindia Belanda

Tillema, Perintis Air Minum Kemasan Pertama dari Semarang
H.F. Tillema adalah perintis pabrik air minum besar di Semarang. Ia juga ikut berperan dalam penataan kota Semarang pada masa Hindia Belanda.

A.H. Nasution dan Tan Malaka, Alumni Sekolah Guru
Di zaman Hindia Belanda, kesejahteraan ekonomi cukup terjamin jika menjadi guru.

Sejarah Truk di Indonesia Sejak Zaman Penjajahan
Indonesia sejak dulu punya pabrik perakitan truk impor sendiri.

Serba-Serbi Glodok, Kawasan Pecinan Sejak Masa VOC
Sekitar 1650 sudah ada kelenteng yang didirikan Letnan Tionghoa Guo Xun Guan di daerah Glodok

Kumpul Kebo dengan Budak ala Orang Eropa di Hindia Belanda
Budak tak hanya disuruh bekerja di ladang dan beres-beres rumah, tapi juga jadi teman tidur tuannya.
Madura Berharga bagi Belanda karena Garam
Meski garam jadi komoditas, petani dan kuli yang menggarapnya sulit sejahtera.

Tielman Brothers, Anak Band Belanda Keturunan Indonesia
Anak-anak Kapten KNIL berdarah Timor itu tak dikenal di Indonesia, tapi kariernya cemerlang di Negeri Belanda. Tielman Brothers dianggap sebagai pelopor Indo-rock.

Leendert Miero Si Juragan Yahudi di Betawi
Meski buta-huruf, Leendert Miero bisa kaya-raya karena kegigihannya berdagang hingga dia jadi juragan kaya pemilik tanah dan rumah megah, termasuk rumah yang kini jadi Gedung Arsip Jalan Gajah Mada.

Kenakalan Anak Kolong dan Sejarahnya
Dulu anak kolong adalah anak-anak serdadu bawahan, yang tidur di bawah kolong karena sempitnya tangsi. Belakangan, semua anak tentara pun dianggap anak kolong.

Benarkah Sukarno Memohon Ampun Kepada Belanda?
Inggit Ganarsih mengakui Sukarno pernah mengundurkan diri dari Partindo. Namun, ia menolak percaya Sukarno memohon ampun kepada pemerintah kolonial.

Sejarah Kebencian terhadap Yahudi di Indonesia
Yahudi sering dianggap identik bahkan sama dengan Zionisme dan negara Israel, terutama saat membahas konflik antara Israel-Palestina dan negara-negara Arab di kawasan serta pendudukan di Jalur Gaza. Prasangka anti-Yahudi langgeng di Indonesia.

Orang Yahudi di Indonesia
Hindia Belanda, kini bernama Indonesia, salah satu kawasan bagi orang-orang Yahudi mencari peruntungan. Beberapa keturunannya masih ada saat ini. Mereka berdarah Yahudi dan bertanah air Indonesia.

Kematian Mayor Jenderal Kohler dalam Perang Aceh
Johan Herman Rudolf Köhler sudah berkecimpung 40 tahun di dunia militer. Namun, akhir hidupnya berakhir di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kutaraja.

Bahkan Meriam Si Jagur pun Diziarahi
Ki Jagur hanya seonggok meriam buatan Portugis yang dikeramatkan. Dulu kerap diziarahi para perempuan yang pengin hamil serta kaum jejaka yang jomlo.

Boikot Bayar Pajak di Zaman Hindia Belanda
Orang-orang Padang menolak bayar pajak alias belasting tak hanya ada dalam novel Sitti Nurbaya saja.

Ingin Jadi Raja Kutai, Hidup James Murray Berakhir Nahas
Murray dianggap ingin mengikuti jejak James Brooke, Raja Sarawak di Tenggarong, untuk jadi raja di Kutai. Alih-alih menjadi raja, hidupnya malah berakhir nahas.

Asal-Usul Kampung Melayu di Batavia
Dulu, VOC dan kapitan terkenalnya Wan Abdul Bagus memprioritaskan kampung ini hanya untuk orang-orang Melayu saja.

Syekh Yusuf: Pahlawan Kita yang Dibanggakan Nelson Mandela
Pahlawan Nasional Syekh Yusuf dari Gowa tak hanya dihormati masyarakat di daerah asalnya. Tokoh Afrika Selatan, Nelson Mandela, juga tak kalah menghormatinya.

Dulu Guru Dipanggil Ndoro, kini Bapak-Ibu Saja
Setiap sekolah punya istilah untuk memanggil gurunya. Bapak-Ibu adalah umum dipakai di Indonesia sekarang. Sebagai sosok yang dihormati, guru pernah dipanggil ndoro di masa kolonial.

Sejarah Batalyon 3 Mei
Jelang perginya Belanda, serdadu-serdadu KNIL Minahasa memberontak bersama laskar rakyat di Manado. Mereka berhasil membentuk sebuah batalyon yang akhirnya dikirim menumpas RMS di Ambon.
Masuk tirto.id





