Rektor IMJ:

Putar Lagu di Lampu Merah Bukan Solusi Atasi Kemacetan Depok

Oleh: Riyan Setiawan - 17 Juli 2019
Seharusnya Pemkot Depok membenahi sepanjang jalan raya Margonda yang dikenal sebagai pusat kemacetan Kota Depok. Dibanding memutar lagu di lampu merah untuk mengurangi tingkat stres masyarakat yang tengah bermacet-macetan.
tirto.id -
Rektor Institut Musik Jalanan (IMJ) Andi Malewa menilai wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat memutar lagu di lampu merah bukan solusi mengatasi kemacetan di Depok.

"Saya orang Depok kok, jadi tahu di Depok tuh macet banget, ditambah lagi dia [Wali kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad] nyanyi, pasti saya ketawa, maunya apa?," ujarnya kepada Tirto, Selasa (16/7/2019).

Dirinya mengatakan, seharusnya Pemkot Depok membenahi sepanjang jalan raya Margonda yang dikenal sebagai pusat kemacetan Kota Depok. Dibanding memutar lagu di lampu merah untuk mengurangi tingkat stres masyarakat yang tengah bermacet-macetan.

"Solusi yang beliau sampaikan enggak ngerti saya, kenapa bisa keluar, siapa yang briefing dia, niatnya apa saya enggak ngerti," ucapnya.

Andi mengklaim, para pengamen di Kota Depok di bawah naungan IMJ saja sudah pada naik level hingga tingkat nasional. Namun ia heran, mengapa Wali kota Depok memilih 'ngamen' dengan memutar lagu ciptaannya di lampu merah.

"Maksud saya, Pemkot Depok masih bisa yang melakukan banyak hal dibanding walikotanya ngasih lagu, nyanyi. Orang-orang, anak kecil juga udah tahu kok, kalau lampu merah harus berhenti, kuning hati-hati, hijau jalan. Anak saya yang empat tahun juga ngerti," pungkasnya.

Sehingga dirinya berharap kepada Pemkot Depok agar membuat terobosan baru untuk mengatasi macet di Depok, dibandingkan memutar lagu di lampu merah.

"Kaya daerah Pitara jalurnya sempit sekali, sementara jalanan kecil seperti itu, Cipayung juga, banyak yang terperosok disitu. Coba dong dibenahin," tegasnya.


Baca juga artikel terkait PEMUTARAN LAGU DI LAMPU MERAH atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight