Menuju konten utama

Puasa Ramadhan 2022 di Jepang Berapa Jam & Apa Saja Tradisinya?

Umat muslim di Jepang biasanya memulai waktu makan sahur sejak pukul 02.00 dini hari waktu Jepang, dan berbuka puasa sekitar pukul 19.00 malam.

Puasa Ramadhan 2022 di Jepang Berapa Jam & Apa Saja Tradisinya?
Ilustrasi Puasa. foto/istockphoto

tirto.id - Ramadhan 2022 di Jepang jatuh pada awal musim panas, ketika siang hari lebih lama durasinya dibanding malam hari.

Hal tersebut berarti, kaum muslim yang menjalankan ibadah puasa di negeri sakura harus menahan lapar dan haus selama kurang lebih 16 jam sehari, dengan suhu udara yang lebih tinggi dari biasanya.

Umat muslim di Jepang biasanya memulai waktu makan sahur sejak pukul 02.00 dini hari waktu Jepang, sedangkan waktu berbuka puasa atau masuk waktu azan Magrib adalah sekitar pukul 19.00 malam.

Saat Ramadhan tiba, di Jepang biasanya terdapat kegiatan keislaman seperti di masjid Tokyo Camii dan masjid Shibuya Ward, yang menjadi masjid terbesar di Tokyo tulis Japan Times.

Pengurus masjid Tokyo Camii biasanya menyediakan hidangan berbuka puasa gratis untuk 200 pengunjung, apapun agamanya, sebagai bentuk syiar Islam dan memperkenalkan ibadah puasa yang dilaksanakan setiap Ramadhan.

Kegiatan makan ifthar bersama tersebut dimulai dengan azan Magrib terlebih dahulu yang dikumandangkan oleh muazin, sebagai penanda waktu berbuka sudah tiba.

Sesaat setelahnya barulah pengunjung yang berasal dari berbagai negara seperti Turki, Indonesia, Ghana, termasuk penduduk Jepang sendiri, mulai menyantap hidangan bersama-sama.

Masjid di distrik Shibuya Ward biasanya akan dibuka untuk umum selama Ramadhan. Kegiatan yang paling ditunggu-tunggu pengunjung tentu saja adalah berbuka bersama, setelah kaum muslim menahan haus dan lapar di siang hari yang panas.

Masjid tersebut juga menyediakan 20 meja dengan penganan untuk berbuka puasa kepada 200 pengunjung. Hidangan seperti sup kacang hingga sup daging kerap disajikan di masjid pusat kegiatan Islam di Shibuya tersebut.

Kegiatan menyantap ifthar bersama itu pada awalnya dipraktikkan sebagai bentuk amal, karena memberi makanan berbuka puasa kepada pengunjung masjid diyakini akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa.

Kebiasaan menyediakan ifthar di masjid Tokyo Camii telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, dan hal tersebut disambut baik oleh pengunjung. Dengan adanya kegiatan berbuka puasa bersama itu, banyak penduduk Jepang yang tertarik untuk mulai mengenal ajaran Islam dan ikut mempelajari praktik ibadah seperti sholat dan puasa di masjid tersebut.

Tidak saja di masjid-masjid, perusahaan raksasa semacam Toshiba pun memberikan kelonggaran pada pekerja muslim yang menjalankan ibadah puasa saat Ramadhan. Hal itu dirasakan oleh Abushiba Bakuru, seorang warga Mesir-Sudan yang telah mendapat naturalisasi di Jepang sejak tahun 2004, seperti dilansir daru laman Nippon.

Sebagai salah satu karyawan di kantor pusat Toshiba yang berada di Hamamatsucho tersebut, Abushiba mendapatkan kemudahan menjalankan sholat di kantor tempatnya bekerja, dengan adanya sebuah ruang khusus semacam mushola kecil.

Abushiba pun diperbolehkan pulang lebih awal saat Ramadhan, yakni pada pukul 18.30. Walau suasana kerja tetap seperti hari-hari biasanya, namun kemudahan yang diberikan kepada karyawan muslim tersebut diakui sangat membantu bagi Abushiba.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2022 atau tulisan lainnya dari Cicik Novita

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Nur Hidayah Perwitasari