Menuju konten utama

Profil Febri Diansyah: dari Jubir KPK Jadi Pengacara Yasin Limpo

Rekam jejak Febri Diansyah: dari juru bicara KPK, sekarang jadi pengacara Yasin Limpo.

Profil Febri Diansyah: dari Jubir KPK Jadi Pengacara Yasin Limpo
Mantan Jubir KPK Febri Diansyah (kanan) bersama mantan Kabag Perancangan Peraturan dan Produk Hukum Biro Hukum KPK Rasalama Aritonang (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (2/10/2023). Febri Diansyah dan Rasamala dimintai keterangan sebagai saksi untuk penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait dugaan adanya upaya perintangan penyidikan dengan cara menghilangkan barang bukti di Kementan saat Febri dan Rasamala ditunjuk sebagai kuasa hukum dari Mentan saat dalam proses penyelidikan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

tirto.id - Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, resmi menjadi pengacara Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, dalam menghadapi kasus dugaan korupsi yang tengah menjeratnya.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Febri pada Rabu malam, 4 Oktober 2023. Febri mengatakan bahwa Syahrul Yasin Limpo meminta dia dan tim melakukan pendampingan hukum pada tingkat penyidikan.

Dalam mendampingi Syahrul Yasin Limpo, Febri dan timnya akan memastikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi itu berjalan sesuai prosedur. Dia akan memastikan segala hak kliennya secara hukum harus terpenuhi.

Febri menjelaskan, alasan dia mendampingi Syahrul Yasin Limpo dalam proses penyidikan awal karena dia dan timnya merasa sangat risau dan resah terkait penegakan hukum kasus tersebut. Dia mengkhawatirkan kasus korupsi yang menyeret kliennya itu dikait-kaitkan dengan politik praktis.

Kasus Syahrul Yasin Limpo bukanlah kontroversi pertama yang pernah ditangani oleh Febri. Sebelumnya, dia sempat menjadi sorotan publik karena menjadi tim pengacara dari Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat.

Keterlibatannya sebagai pendamping hukum untuk Putri Chandrawathi beberapa waktu lalu disayangkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), yang menyebut Febri mengambil langkah yang gegabah dan tidak berpihak kepada korban.

Profil Febri Diansyah, Pernah Jadi Aktivis Anti-Korupsi

Febri Diansyah adalah laki-laki kelahiran 8 Februari 1983 di Padang, Sumatera Barat. Dia merupakan alumni Fakultas Hukum Gadjah Mada (UGM).

Sebelum menuntaskan pendidikannya di UGM, Febri sudah lebih dahulu mengambil jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Namun, karena tidak merasa cocok dengan jurusan yang diambil, dia lalu memutuskan pindah ke UGM, dan menamatkan pendidikannya di sana pada tahun 2007.

Pada awal kariernya, Febri aktif di LSM yang bergerak di bidang pemantauan pemberantasan korupsi yaitu Indonesia Corruption Watch (ICW).

Di ICW dia menempati bagian program monitoring hukum dan peradilan, dengan tugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Dari sinilah kemudian Febri dikenal sebagai aktivis anti korupsi.

Febri juga secara aktif menulis di beberapa media nasional, termasuk Kompas dan media lainnya. Kehadirannya dalam ICW dan tulisannya yang tajam di media cetak, serta perannya dalam talk show di media elektronik, menjadikannya sebagai salah satu figur muda yang dikenal sebagai pejuang anti korupsi di Indonesia.

Pada bulan Februari 2012, Febri diberikan penghargaan sebagai aktivis/pengamat politik yang paling berpengaruh pada tahun 2011. Penghargaan ini diberikan oleh Charta Politika Indonesia, sebuah lembaga riset politik.

Penghargaan itu didapatkan karena intensitas pernyataan Febri dalam menghadapi isu-isu korupsi, seperti kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, upaya pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan proses seleksi pimpinan KPK. Pencapaian ini dianggap lebih tinggi daripada pengamat dan aktivis lainnya.

Kemudian, pada tanggal 6 Desember 2016, Febri Diansyah resmi dilantik sebagai Kepala Biro Humas KPK dalam sebuah upacara di gedung KPK.

Setelah lebih kurang empat tahun menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, Febri mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September 2020. Menurut Febri keputusan itu dia ambil karena KPK saat ini sudah berubah.

Sebulan setelah mengajukan surat pengunduran diri, tepatnya pada 17 Oktober 2020, Febri resmi hengkang dari tubuh KPK. Belakangan, Febri aktif menjadi pengacara, bersama timnya dia menangani sejumlah kasus besar di Indonesia.

Baca juga artikel terkait SYAHRUL YASIN LIMPO atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Politik
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto