Menuju konten utama

Preview Rookie Historian Goo Hae Ryung EP 13-14 di MBC Malam Ini

Sinopsis episode 13-14 Rookie Historian Goohae Ryung: Pangeran disebut-sebut memiliki penyakit cacar hingga ia harus diasingkan. Apakah Lee Rim akan diasingkan?

Preview Rookie Historian Goo Hae Ryung EP 13-14 di MBC Malam Ini
Rookie Historian Goo Hae Ryung. FOTO/IMDB

tirto.id - Drama Korea Rookie Historian Goo Hae Ryung episode 13 dan 14 akan tayang di MBC pada malam ini, Rabu (7/8/2019) pukul 18.55 WIB.

Pada episode yang tayang pekan lalu, Goo Hae Ryung ditegur oleh pejabat dari Kementerian Personalia. Hae Ryung ditegur karena ia telah berani menulis petisi untuk meminta para pejabat harus datang sendiri jika ingin menerima gaji mereka agar tidak terjadi korupsi upah.

Selama ini, banyak pejabat yang mempekerjakan asisten, sehingga asisten tersebut juga mendapat upah. Akibatnya, para pegawai yang seharusnya mendapat upah justru tidak kebagian upah. Oleh karena itu, Hae Ryung mengajukan petisi tersebut.

Karena mendengar kabar tersebut, banyak para asisten juru tulis dari kantor titah kerajaan yang tidak berangkat bekerja dan melakukan protes. Akibatnya, aksi tersebut merepotkan para sejarawan yang harus menggantikan tugas para juru tulis tersebut.

Mereka sengaja ingin membuat Goo Hae Ryung merasa bersalah dan membuatnya mengundurkan diri dari kantor sejarawan secara suka rela.

Pangeran Lee Rim penasaran mengenai apa yang sedang menimpa Hae Ryung, sebab Hae Ryung tidak muncul di istananya.

Sejawaran perempuan memang baru-baru ini ditugaskan untuk masuk ke istana dan bekerja di kediaman para pangeran Kerajaan Joseon. Sebenarnya, semua ini adalah perintah dari Min Ik Pyeong untuk memata-matai pergerakan para pangeran, baik Lee Rim maupun Lee Jin.

Karena ingin membantu Hae Ryung, Pangeran Lee Rim muncul di kantor pusat kerajaan dengan menyamar. Karena pemimpin kantor sejarawan, Yang Si Haeng tidak tahu baha Lee Rim adalah pangeran Dowon, Lee Rim langsung dibawa ke kantor dan membantu pekerjaan para sejarawan yang menumpuk.

Karena Pangeran Lee Rim hampir menghilangkan catatan administrasi kesekretariatan, ia dihukum bersama Hae Ryung untuk keliling Hanyang dan menemukan cerita yang menyentuh.

Sementara, Min Ik Pyeong sedang berusaha mencari seorang tabib yang beberapa waktu lalu dianggap pengkhianat oleh Raja Joseon.

Pihak kantor sejarawan diminta untuk mengungkapkan permintaan maaf mereka kepada para juru tulis kerajaan agar mereka mau kembali bekerja.

Min Woo Won dengan dibantu Goo Hae Ryung akhirnya menemui para juru tulis tersebut. Dengan triknya, Woo Won akhirnya mampu membujuk para juru tulis tersebut untuk kembali bekerja di istana.

Sementara, saat Hae Ryung sedang berada di istana Neokseodang bersama pangeran Lee Rim, Raja Lee Tae tiba-tiba muncul di sana dan memergoki keduanya sedang bercanda.

Lee Rim Diasingkan?

Dalam preview untuk episode selanjutnya, entah apa maksud Raja Lee Tae yang tiba-tiba saja meminta Pangeran Lee Rim meninggalkan kerajaan. Pangeran bahkan disebut-sebut memiliki penyakit cacar hingga ia harus diasingkan.

Ratu Im marah besar mengetahui anaknya diasingkan Raja Lee Tae. Sementara, Hae Ryung yang terkejut dengan kabar tersebut, kemudian menawarkan diri untuk mendampingi pangeran sebagai sejarawan ke daerah terpencil. Ratu Im juga tahu, hanya Hae Ryung-lah yang bisa melindungi Pangeran Lee Rim.

Saat diasingkan, Pangeran menerima laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa bencana dan laporan yang selama ini sampai ke kerajaan adalah kebohongan. Warga tersebut meminta Pangeran untuk melihat-lihat daerah mereka.

Menurut Nielsen Korea, episode 11 dan 12 Rookie Historian Goo Hae Ryung yang tayang pekan lalu berhasil memperoleh rating rata-rata 6,9 persen dan 4,7 persen untuk masing-masing episode, serta 7,2 persen untuk wilayah metropolitan Seoul.

Jika tidak ada perubahan jadwal, maka Rookie Historian Goo Hae Ryung episode 13 dan 14 akan tayang malam ini di MBC, pukul 20.55 KST, atau pukul 18.55 WIB.

Baca juga artikel terkait DRAMA KOREA atau tulisan lainnya dari Maria Ulfa

tirto.id - Film
Kontributor: Maria Ulfa
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Dipna Videlia Putsanra