Presiden Jokowi: Asia Bisa Menjadi Kuat!

Oleh: Mutaya Saroh - 18 Mei 2016
Presiden Jokowi mengatakan Indonesia akan menjadi negara terbuka karena yang paling penting bagi negara Asia adalah terjalin integrasi kuat antar negara, baik ekonomi, politik, ataupun sosial budaya. Dengan adanya integrasi yang kuat, Jokowi yakin Asia bisa menjadi kuat.
tirto.id -
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia akan menjadi negara terbuka karena yang paling penting bagi negara Asia adalah terjalin integrasi kuat antar negara, baik ekonomi, politik, ataupun sosial budaya. Dengan adanya integrasi yang kuat, Presiden Jokowi yakin Asia bisa menjadi kuat.

“Pilihannya hanya ada dua, menjadi negara terbuka atau tertutup. Pikiran saya bagi Indonesia yang tepat adalah kita menjadi negara yang terbuka,” kata Presiden saat memberi sambutan di hadapan mahasiswa Ajou, setelah menerima penghargaan Asia Journalist Association (AJA) yang diberikan langsung oleh President of Journalist Association of Korea, Lee Sang-ki.

Pada kesempatan itu, seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Rabu (17/5/2016), presiden mengatakan teknologi membuat dunia menjadi tanpa batas dan media sosial membuat dunia berputar semakin cepat. Oleh karena itu, belajar dan mencari pengalaman merupakan hal yang penting bagi anak muda.

Menurut Presiden Jokowi, digital ekonomi di masa depan akan memiliki pasar yang besar. Itu adalah wadah masa depan anak muda karena kelak semuanya akan memasarkan produk menggunakan aplikasi IT. Jokowi menekankan sikap optimis sangat penting untuk menghadapi lingkungan dan melihat ke masa depan. “Lingkungan merupakan tempat belajar,” ujar Presiden Republik Indonesia ke-7 ini.

Presiden Jokowi yakin kesulitan apapun selalu ada solusi, untuk memenangkan persaingan, setiap orang harus bekerja lebih keras dari yang lain. Belajar tidak hanya di sekolah tapi di kehidupan dan pengalaman yang sulit. Jokowi mencontohkan, ia selalu bicara dengan nelayan ataupun petani untuk mengetahui kesulitan yang dialami dan dari keluhan itu biasanya muncul solusi yang justru berasal dari pihak petani dan nelayan sendiri.

Acara serah terima penghargaan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi di Korea Selatan.

Baca juga artikel terkait TEKNOLOGI atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Politik)

Sumber: Antara
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight