tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut banyak pengusaha dari berbagai negara di dunia datang ke Balai Kota Jakarta untuk menawarkan diri mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Jakarta.
“[Sampah] ini menjadi harta karun dan sekarang semua pengusaha dari Cina, dari Jepang, dari Jerman, dan para pejabat yang ada di Republik ini, pengen mengelola sampah [di Jakarta] ini,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Menurut Pramono, permasalahan sampah dulunya menjadi beban bagi kota Jakarta, sebab per harinya Jakarta memproduksi sebanyak 7.700 ton sampah.
Namun, Pramono mengklaim, sampah sudah berubah menjadi harta karun setelah ditemukannya teknologi PLTSa.
“Dulu sampah menjadi beban bagi Jakarta. Karena sampah di Jakarta ini setiap hari 7.700 ribu ton. Setiap hari,” ucap Pramono.
“Karena teknologinya ditemukan, sampah sekarang bukan lagi menjadi beban tapi menjadi harta karun,” lanjutnya.
Pramono mengatakan, teknologi PLTSa sangat dibutuhkan sebab saat ini Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sudah tidak lagi mampu menampung sampah yang dikirim dari Jakarta.
Sementara itu, fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan juga ditargetkan Pramono akan mulai beroperasi untuk mengolah sampah pada tanggal 22 Agustus 2025 mendatang.
Alhasil, Pramono optimis bahwa permasalahan terkait sampah di Jakarta akan dapat terselesaikan di kemudian hari.
“Sehingga dengan demikian saya yakin sampah tidak lagi menjadi persoalan serius [di Jakarta],” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































