Polda Metro Jaya: Reuni 212 Dihadiri Sekitar 30.000 Orang

Oleh: Hendra Friana - 2 Desember 2017
Dibaca Normal 1 menit
Hitungan Polda Metro, Reuni 212 dihadiri 30 ribu orang. Hitungan GNPF MUI beda, sekitar 3 juta peserta.
tirto.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut ada sekitar tiga puluh ribu orang yang hadir dalam acara Reuni Aksi 212 di halaman Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12/2027) pagi.

"Kurang lebih 30-an ribu, dari lingkungan Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, juga ada," ungkap Argo di Pintu Utara Monas usai acara.

Menurut Argo, sebagian besar peserta Reuni 212 berasal dari wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Namun, lanjut dia, ada pula beberapa peserta yang datang dari luar Jawa Barat dan bahkan luar pulau Jawa seperti Sumatra.

"Ya itu Lampung (ada). Lampung kan Sumatera juga," ujarnya.

Jika dibandingkan, angka tersebut berbeda jauh dengan klaim yang disebutkan oleh ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI Bachtiar Nasir beberapa hari sebelumnya, yakni mencapai 3 juta orang.

Kendati demikian, halaman Monas seluas 800 hektare tersebut memang "diputihkan" oleh umat muslim, alumni aksi 212 serta beberapa laskar Ormas Islam. Para peserta membubarkan diri dari lingkungan Monas ketika acara tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 dengan tertib.

Argo mengucap terima kasih atas kerjasama para peserta dan panitia dari Presidium Alumni 212. Ia mengatakan, Polri juga masih terus memantau perjalanan pulang para peserta hingga ke daerah-daerahnya masing-masing.

"Kami juga berterima kasih karena ada komunikasi yang baik antara peserta dan petugas yang terdiri dari TNI dan Polri, sehingga tugas pengamanan menjadi lebih lancar," ujarnya di Pintu Barat Monas usai acara.

Untuk diketahui, Reuni Aksi 212 merupakan kegiatan yang digelar untuk memperingati satu tahun Aksi 212 yang berlangsung pada putaran pertama Pilkada Jakarta 2016 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Presidium Alumni 212 dan menghadirkan sejumlah tokoh Ormas Islam dan Ulama di Indonesia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Idham Aziz sempat melarang kegiatan tersebut digelar di Monas dan menginstruksikan agar rencana aksi akan dipusatkan di Masjid Agung Istiqlal. Tujuan Idham, supaya aksi tidak mengganggu ketertiban umum.

Sebab, rencana penyelenggaraan aksi di Monas pada akhir pekan itu dikhawatirkan mengganggu aktivitas pengunjung yang datang ke Monas. Selain itu, kata Argo, alasan lain aksi akan dipusatkan di Masjid Agung Istiqal adalah agar sistem pengamanan lebih terstruktur dan terukur bila terjadi bentrokan.

Waktu itu, dirinya juga mengatakan bahwa Polda Metro Jaya telah melakukan persiapan pengamanan terkait reuni akbar 212 dengan mengerahkan 85.000 personel gabungan. Pengamanan aksi tersebut juga lebih berkonsentrasi di daerah-daerah keramaian, akses jalan tol maupun fasilitas layanan umum supaya antisipasi dan pengendalian akan lebih mudah.

Baca juga artikel terkait AKSI 212 atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Agung DH