PLN Belum Bisa Pastikan Pohon Sebabkan Gangguan Listrik pada Sutet

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 6 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Soal adanya kemungkinan penyebab mati listrik karena sabotase, Sripeni langsung membantahnya. Namun, ia belum memastikan adanya potensi masalah dari human error.
tirto.id - Beredar kabar bahwa matinya listrik di sebagian Pulau Jawa disebabkan oleh adanya pohon yang tingginya melebihi menara SUTET PT PLN.

Plt Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani menyatakan pohon bisa saja menjadi salah satu penyebab dibalik gangguan yang akhirnya menyebabkan mati listrik.

Namun, Sripeni belum mau mengambil kesimpulan karena ia menyebutkan banyak kemungkinan yang dapat menyebabkan gangguan jaringan. Selain pohon misalnya, ia mengatakan layang-layang pun juga dapat memiliki dampak serupa.

"Jadi kalau kita bicara sistem tegangan, ini bervariasi ya. Jadi dalam tegangan extra tinggi kan melintasi sekian area. Kami dalam proses investigasi, kadang-kadang kita suka tahu ada layangan itu bisa menyebabkan jaringan putus," ucap Sripeni kepada wartawan di kantor PLN pada Senin (5/8/2019).

"Kemudian jaringan kena dahan pohon, itu juga bisa menyebabkan putus. Ini memang banyak (kemungkinan) karena jaringan 500 kV terbuka," tambah Sripeni.

Soal penyebab pasti dari masalah ini Sripeni mengatakan hal ini masih diinvestigasi lebih lanjut. Namun, ia memastikan kalau penyebab mati listrik ini adalah persoalan teknis.

Soal adanya kemungkinan bahwa penyebab mati listrik ini karena sabotase, Sripeni pun membantahnya. Namun, ia belum memastikan adanya potensi masalah dari human error.

"Enggak, hari ini saya pastikan bahwa bukan masalah sabotase ini murni teknis," ucap Sripeni.

Sebelumnya, Jajaran Polda Jawa Tengah menduga blackout yang menyebabkan listrik padam di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah berkaitan dengan masalah tingginya pohon di sekitar area itu.

Tim Polda Jateng pun mengecek Tower Transmisi, di Desa Malon, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka menyatakan ketinggiannya ada yang melebihi batas ketinggian 8,5 meter.

"Kerusakan diduga sementara karena pohon yang ketinggiannya melebihi batas right of way (ROW) 8,5, sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ucap Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (5/8/2019).

Namun, dalam laporan "Gangguan Partial Blackout Sistem Jawa Bali 4 Agustus 2019", terdapat perhitungan PT PLN yang menyatakan batas tinggi pohon yang diizinkan adalah 9 meter.

Rinciannya tinggi Konduktor terendah adalah 18 meter. Jarak aman konduktor ke tegakan adalah sembilan meter, maka tinggi pohon yang diizinkan maksimal tumbuh adalah 18 – 9 = 9 meter.


Baca juga artikel terkait MATI LISTRIK MASSAL atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight