Menuju konten utama

Pertamina Cari Penanggung Jawab Tumpahnya Minyak di Balikpapan

Pertamina melakukan investigasi bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Pertamina Cari Penanggung Jawab Tumpahnya Minyak di Balikpapan
Sejumlah petugas PT Pertamina melakukan penyedotan minyak yang masih menggenangi kawasan Pesisir Melawai di Balikpapan, Kaltim, Rabu (4/4/2018). ANTARA FOTO/Sheravim

tirto.id - PT Pertamina (Persero) tengah mencari pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tumpahnya minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan melakukan investigasi bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Manager Komunikasi dan CSR Regional Kalimantan, Yudy Nugraha mengatakan, selama proses investigasi belum membuahkan hasil, maka belum ada pihak yang bisa memberi ganti rugi.

"Fokusnya saat ini adalah mencari siapa yang bertanggung jawab dari investigasi. Belum ada statement yang resmi siapa yang bersalah dan bertanggung jawab," ujar Yudy kepada Tirto, Kamis (5/4/2018).

Ia menekankan bahwa minyak yang tumpah di perairan Teluk Balikpapan terjadi karena faktor eksternal. Putusnya pipa dasar laut dengan kedalaman 20-25 meter, hingga saat ini masih diselidiki penyebabnya.

"Tumpahan minyak berapa banyak masih kami kalkulasikan," kata dia.

Pipa yang patah tersebut berfungsi untuk menyalurkan minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajem Paser Utara ke Kilang Balikpapan. Pipa baja ini berdiameter 20 inci dengan ketebalan 12 milimeter dan kedalaman 25 meter.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pembersihan di kawasan tersebut. "Jadi, di perusahaan migas itu ada kode etiknya, dalam kasus ini seperti kalau melihat ada orang tabrakan kami harus bantu. Pembersihan pun kami lakukan bersama-sama," ungkapnya.

Pembersihan dilakukan Pertamina sejak Sabtu (31/3/2018), yang mendapat dukungan baik dari Perusahaan Migas yang ada di Balikpapan, komunitas, mahasiswa, siswa, dan individu.

Ia menyebutkan setidaknya ada 500 orang tergabung dalam 67 komunitas yang berpartisipasi dalam pembersihan pantai yang dilakukan dengan cara manual, karena cara tersebut dinilai lebih efektif untuk mengumpulkan ceceran minyak yang telah tersapu ke pantai.

Pembersihan dilakukan di sembilan titik yang tesebar di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan dan Balikpapan Kota. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dilengkapi dengan alat pelindung yang memadai berupa sarung tangan dan masker.

Ada empat tim yang diturunkan Pertamina untuk bekerja secara simultan membersihkan perairan dari ceceran minyak dengan pembagian zona menggunakan 15 buah kapal yang dilengkapi perlengan yang memadahi. Zona pertama mencakup area Pangkalan LLP, Jetty dan Kampung Baru.

Zona dua mencakup area Rede (Kolam Pelabuhan) Teluk Balikpapan. Zona tiga mencakup Pantai Monpera dan Zona empat mencakup Outer Pantai.

"Pemulihan sisa ceceran dilakukan di lepas pantai teluk Balikpapan dengan menggunakan oil skimmer dan tug boat," katanya.

Selain upaya pembersihan, Pertamina juga melakukan pengecekan kandung gas untuk memberikan rasa aman dan kekhawatiran masyarakat setempat. "Gas test dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk memastikan tidak ada konsentrasi gas yang melebihi batas normal. Hasilnya selama ini normal," ucapnya.

Menurutnya, Pertamina juga telah menyediakan posko di Kampung Baru Ulu dan Kampung Atas Air, yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Ada juga tim kesehatan disediakan untuk jika dibutuhkan pengecekan kesehatan di lokasi lain.

Untuk meredam kekhawatiran warga setempat, Pertamina melakukan sosialisasi terkait hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam kondisi saat ini dan langkah-langkah yang diperlukan bila menemui kondisi tersebut.

Baca juga artikel terkait TUMPAHAN MINYAK DI PERAIRAN BALIKPAPAN atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Dipna Videlia Putsanra