Menuju konten utama

Penyebab Rem Mobil Blong dan Apa yang Harus Dilakukan?

Rem blong bisa terjadi lantaran sistem pengereman kendaraan gagal berfungsi untuk mengurangi kecepatan. Simak penyebab rem blong dan cara menghindarinya.

Penyebab Rem Mobil Blong dan Apa yang Harus Dilakukan?
Impact Wrench. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kecelakaan lalu lintas akibat rem blong kembali terjadi di kawasan Bekasi pada Minggu (1/11/2026), sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam insiden tersebut, truk molen bermuatan adonan semen menyeruduk halte di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Truk yang melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang ini kehilangan kendali ketika melewati jalan turunan. Akibatnya, 6 orang korban dilaporkan meninggal dunia lalu 6 orang lainnya mendapat perawatan.

“Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali, dikutip dari Antaranews, hari Minggu (1/11/2026).

Secara teknis, rem blong dapat terjadi karena overheat, pengereman jangka panjang di area turunan, kerusakan komponen, hingga kebocoran sistem hidrolik.

Salah satu langkah preventif untuk menghindari rem blong adalah melakukan perawatan dan pengecekan rutin kendaraan. Jika rem blong tak terhindarakan, terdapat sejumlah cara untuk menekan laju kendaraan agar tetap terkendali.

Kenapa Rem Mobil Bisa Blong Saat di Jalan?

Ketika berkendara jarak jauh, pengemudi biasa beristirahat sejenak setelah melakoni perjalanan 3-4 jam. Hal ini dilakukan untuk memberi waktu tubuh beristirahat, mengembalikan kesegaran, lalu kembali berkonsentrasi untuk melanjutkan perjalanan.

Istirahat sejenak juga berguna sebagai periode cooling down komponen mobil, terutama bagian rem. Ketikda kendaraan melaju jarak jauh dengan beban muatan berat, rem kendaraan bakal bekerja lebih keras.

Mengacu laman Toyota Pressroom, secara teknis rem blong terjadi karena sistem pengereman kendaraan gagal berfungsi secara keseluruhan dalam mengurangi kecepatan kendaraan.

Saat rem bekerja ekstra, cairan dan kampas rem mengalami overheat. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu malfungsi, yang bisa berujung kepada rem blong. Selain overheat, antrean macet serta laju zig zag kendaraan ketika saling mendahului juga bisa memicu rem blong.

Menginjak rem yang terlalu sering di tengah perjalanan bakal menghasilkan panas karena gaya gesek tersimpan di kaliper rem. Kondisi ini berpeluang memicu kegagalan fungsi rem.

Ketika rem digunakan secara berulang untuk menuruni jalanan curam, menyebabkan suhu operasional rem meningkat melebihi batas normal. Dalam beberapa kasus, suhu rem bisa menjadi sangat tinggi, hingga menyebabkan kerusakan pada komponen rem

Ilustrasi rem mobil

Kaki menekan pedal akselerator . FOTO/iStockkphoto

Ketika rem overhaet, efektivitas sistem pengereman dapat menurun. Oleh karenanya pengemudi perlu menginjak pedal rem lebih dalam demi menghasilkan daya pengereman yang memadai. Fenomena ini dikenal sebagai brake fade, sebagaimana dikutip dari laman Oregon Department of Transportation.

Tanda-tanda rem blong dapat diidentifikasi ketika rem terasa lebih empuk, atau masuk terlalu dalam sebelum akhirnya kendaraan berhenti. Waktu yang dibutuhakan kendaraan untuk berhenti cenderung lebih lama.

Rem blong bisa ditandai dengan pedal rem terasa keras, serta membutuhkan tenaga lebih besar dibanding biasanya. Biasanya juga dapat tercium bau terbakar dari area roda setelah pengereman berulang.

Saat terjadi rem blong, pengemudi kehilangan kemampuan untuk memberhentikan atau mengurangi kecepatan kendaraan. Jika situasi ini terjadi di jalan padat atau area turunan, maka dapat memicu kecelakaan.

Penjelasan Ilmiah Penyebab Rem Mobil Blong

Sistem pengereman mobil bekerja ketika pengendara mulai menginjak pedal rem. Tenaga dari kaki pengemudi diteruskan menuju master cylinder. Komponen ini mengubah tekanan mekanis menjadi tekanan hidrolik, yang dialirkan melalui minyak rem menuju kaliper atau silinder roda.

Saat padel rem ditekan, secara otomatis mendorong piston rem sehingga kampas rem menekan cakram rem pada sistem disk brake, atau sepatu rem pada rem tromol. Gesekan yang terjadi bakal mengurangi putaran roda, sehingga mobil melambat dan berhenti.

Sebagian besar kendaraan saat ini memiliki rem depan cakram dan rem belakang tromol yang dikendalikan melalui pedal rem. Sistem ini memanfaatkan tekanan dari fluida yang sering disebut sebagai minyak rem, yang terdiri dari etilen glikol, poliglikol, cairan silikon, dan isobutil alkohol.

Ilustrasi rem mobil

Mekanik Mobil. FOTO/iStockkphoto

Studi Brake Fluid Condition Monitoring by a Fiber Optic Sensor Using Silica Nanomaterials as Sensing Components (2024) Mayza Ibrahim dan Stanislav Petrík yang dimuat di National Library of Medicine, menjelaskan bahwa minyak rem berfungsi untuk menekan kampas rem saat terjadi pengereman.

Minyak rem bersifat higroskopis atau mudah menyerap kelembapan udara. Ketika kendaraan sering digunakan, maka kadar air dalam minyak rem bakal meningkat kurang lebih 1 persen atau lebih per tahun. Oleh karenanya cairan rem mesti diganti ketika mencapai masa pakai yang direkomendasikan, biasanya ditunjukkan ketika kandungan air mencapai 3,5 persen.

Kadar air tinggi dapat memicu vapor lock, hingga menyebabkan korosi pada komponen rem. Pada titik tertentu, kadar air yang tinggi bisa menyebabkan rem blong. Tak hanya itu, kelalaian pengguna yang membiarkan minyak rem pada mobil habis, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya rem blong.

Rem mobil blong juga dapat terjadi karena suhu rem yang panas, hingga menyebabkan brake fade atau rem terasa kosong. Brake fade jika dibiarkan dapat menimbulkan rem blong.

Penelitian Failure of Friction Brake Components against Rapid Braking Process: A Review on Potential Challenges and Developments (2021) karya Mufti Reza Aulia Putra dan tim yang dimuat dalam jurnal Transportation Research Procedia, menjelaskan mekanisme kegagalan rem pada sistem rem gesek konvensional.

Sistem rem ini bekerja dengan cara mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi panas, melalui gaya gesek antara kampas rem dan piringan cakram. Saat suhu mulai melewati batas normal, maka dapat menyebabkan kerusakan struktur rem.

Suhu tinggi juga apat merusak bahan pengikat kampas rem, membuat permukaannya rusak, berpori, atau mengalami glazing sehingga kehilangan koefisien gesek. Kombinasi beban mekanis dan termal mempercepat penipisan komponen, atau mengalami keausan hingga melewati batas aman operasional.

Kerusakan komponen rem, baik aus atau korosi, dapat memicu terjadinya kebocoran sistem hidrolik. Secara umum, selang rem dan pipa rem merupakan komponen yang berfungsi mengalirkan minyak rem pada tiap cylinder roda depan dan belakang. Komponen ini tidak harus sering diganti, tapi dapat mengalami kebocoran jika sudah digunakan dalam waktu lama.

Saat terjadi kebocoran, cairan minyak rem bakal bocor di bawah roda, lalu pedal rem menjadi ringan saat diinjak. Jika kebocoran terjadi sangat parah, maka pedal rem tidak bisa berfungsi.

Penelitian berjudul Design and Development of Vapor Lock Detection to Prevent Brake System Failure (2024) karya Setya Wijayanta dan tim yang dimuat di Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik, menjelaskan bahwa suhu rem dapat meningkat jika terjadi pengereman yang berkepanjangan.

Fenomena vapor lock atau minyak rem mendidih umumnya terjadi pada sistem rem hidrolik. Saat pengereman berlangsung, kampas rem menekan tromol, sehingga menimbulkan gesekan dan menghasilkan panas.

Jika proses pengereman dilakukan dalam waktu lama, panas bakal merambat ke silinder roda dan minyak rem. Ketika minyak rem mencapai titik didih, bakal terbentuk gelembung udara di dalam minyak rem.

Gelembung udara menciptakan ruang kosong di dalam saluran hidrolik, sehingga tekanan hidrolik dari silinder utama tidak dapat disalurkan dengan baik ke silinder roda. Akibatnya, kampas rem tidak terdorong untuk menekan tromol secara efektif

Apa yang Harus Dilakukan Saat Rem Blong di Jalan?

Rem blong saat berkendara jelas berbahaya dan dapat memicu masalah serius, terutama saat lalu-lintas padat. Pengendara cenderung tidak dapat mengendalikan kendaraan, terutama ketika membawa muatan berat.

Cara preventif menghindari rem blong adalah melakukan perawatan rutin terhadap kendaraan. Pertama, periksa cairan rem di tabung penyimpanan. Jika cairan rem dirasa kurang, segera tambahkan dengan cairan rem baru.

Jika cairan rem terlalu cepat menyusut, segera ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pastikan tabung cairan rem juga berfungsi dengan baik, agar tidak terjadi oksidasi yang mengakibatkan rem kehilangan tekanan.

Kedua, pastikan kampas rem, piringan cakram atau tromol rem tetap berfungsi. Jika pihak bengkel merekomendasikan untuk mengganti, maka segera ganti. Kampas rem yang menipis, bakal kesulitan menggigit piringan cakram. Ketiga, lakukan servis mobil secara berkala. Standarnya, servis dilakukan 3 sampai 4 bulan sekali.

PEMBANGUNAN JALUR PENYELAMAT DI TANJAKAN EMEN

Sejumlah kendaraan melintas di dekat proyek pembangunan jalur penyelamat di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (19/1/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Jika terpaksa menghadapi rem blong di tengah perjalanan, bisa dilakukan beberapa hal ini untuk menekan risiko bahaya. Usahakan jangan panik, tetap fokus dan tetap mengendalikan kemudi.

Nyalakan lampu hazard dan klakson guna memberi peringatan dan perhatikan terhadap lalu lintas sekitar. Jika terdapat tempat aman untuk menghentikan kendaraan, segera menepi ke jalur penyelamatan, sebagaimana dikutip dari Ontario.

Lakukan pompa pedal rem, untuk memulihkan tekanan hidrolik rem sementara. Jika cara ini tidak berhasil, tarik rem parkir secara perlahan namun kuat, sambil tetap menahan tombol pelepasnya.

Jika berhasil menghentikan kendaraan, jangan lanjutkan perjalanan. Segera perbaiki dan meminta bantuan pada bengkel atau otoritas terkait di dalam tol.

Turunkan gigi untuk memanfaatkan pengereman mesin (engine brake). Hindari perpindahan gigi secara mendadak, yang dapat membuat kendaraan kehilangan kendali. Gunakan rem parkir atau rem darurat secara bertahap. Rem parkir dapat membantu memperlambat kendaraan ketika rem utama mengalami kegagalan.

Baca juga artikel terkait MOBIL atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Oryza Aditama