Menuju konten utama
Pilpres 2019

Pengamat: Penggunaan 2019GantiPresiden & Jokowi2Periode Tak Efektif

Agus mengatakan media sosial tidak akan berdampak signifikan untuk menambah suara kandidat di Pilpres 2019.

Pengamat: Penggunaan 2019GantiPresiden & Jokowi2Periode Tak Efektif
Massa pendukung tanda pagar #2019GantiPresiden menghadiri deklarasi akbar gerakan #2019GantiPresideni di kawasan Silang Monas, Jakarta, Minggu (6/5/2018). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Penggunaan tanda pagar (tagar) untuk berkampanye dianggap tak akan efektif mengambil suara pemilih loyal di Pilpres 2019. Tagar hanya dianggap akan efektif mengumpulkan para pendukung kandidat di pemilu 2019, khususnya pada media sosial.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo, Rabu (12/9/2018). Menurut Agus, media sosial tidak akan berdampak signifikan untuk menambah suara kandidat di Pilpres 2019.

"Perang tagar dan diskusi itu membuat para pendukung berkelompok berdasarkan pilihan politiknya sendiri. Yang terjadi eco chamber effect," kata Agus di kawasan Cikini, Jakarta.

Saat ini, ada dua tagar yang kerap digunakan dalam Pilpres 2019. Pertama, tagar #Jokowi2Periode yang sering dipakai oleh pendukung Jokowi-Ma'ruf kerap. Kedua, tagar #2019GantiPresiden yang dipakai oleh pendukung Prabowo-Sandiaga.

Menurut Agus, penggunaan tagar dan medsos memang diperlukan dalam kampanye dewasa ini. Akan tetapi, kampanye menggunakan tagar dan medsos dipercaya tak akan menggerus suara pemilih-pemilih loyal di kubu masing-masing.

"Menurut saya kalau Jokowi atau Prabowo mau menang yang harus diperhatikan itu swing voters. Swing voters itu urban, pemilih pemula, kelas menengah, berpendidikan. Ini karakter pemilih rasional yang selalu menunggu bahkan menentukan siapa yang dicoblos 2-3 hari sebelum hari pemilihan," kata Agus.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Alexander Haryanto