Advertorial

OPPO F3 Red Edition: Lebih dari Sekadar Smartphone

Oleh: Advertorial - 14 Agustus 2017
Dibaca Normal 1 menit
OPPO memilih grana sebagai warna ponsel pintar F3 FCB Limited Edition, tawaran istimewa bagi para penggemar Barça, dan kemudian F3 Red Edition bagi konsumen umum.
tirto.id - Para penggemar FC Barcelona kerap mengatakan bahwa Barça adalah mes que un club, “lebih dari sekadar kelab sepakbola.” Ungkapan itu digunakan pertama kali pada 1968 oleh Narcís Serra, saat ia terpilih sebagai presiden kelab. “Barça ialah perasaan yang dicintai dan dirindukan oleh para penggemarnya,” kata Serra.

Kemudian, ungkapan itu jadi semakin bermakna ketika Spanyol dikuasai Jenderal Franco. Rezim fasis itu berusaha membunuh kebudayaan Catalan secara sistematis. Namun, masyarakat Catalan melawan, termasuk lewat sepakbola dan kelab kebanggaan mereka: FC Barcelona. Berhadap-hadapan dengan ancaman negara, Barça justru mempromosikan bahasa, kebudayaan, serta nasionalisme Catalan.

Jika FC Barcelona bukan sekadar kelab sepakbola, blaugrana (dalam bahasa Catalan, blau berarti biru dan grana berarti merah delima), yang menghiasi kostum, lencana, dan bendera Barça selama lebih dari seabad, juga bukan sekadar warna-warna. Keduanya merepresentasikan Barça secara utuh, termasuk pendiriannya yang teguh, sejarahnya yang kaya, dan prestasinya yang senantiasa cemerlang.

Hal itu tentu dipahami oleh OPPO, rekan kerja sama global FC Barcelona. Dalam rangka kerjasama strategis mereka di Indonesia, OPPO memilih grana sebagai warna ponsel pintar F3 FCB Limited Edition, tawaran istimewa bagi para penggemar Barça, dan kemudian F3 Red Edition bagi konsumen umum.

Yang tak kalah menarik, selain statusnya sebagai warna yang identik dengan Barça, sejak beralaf-alaf silam merah delima telah dikenal sebagai warna mewah berkat garnet alias batu delima.

Menurut American Gem Society, batu delima adalah simbol kehidupan bagi masyarakat Mesir Kuno. Maka, mereka menggunakannya sebagai penghias berbagai aksesori dan ukiran. Sementara itu orang-orang Roma Kuno menggunakannya sebagai mata cincin signet, penanda kedudukan sosial yang terhormat. Dan sampai hari ini, batu delima dapat ditemukan pada berbagai jenis perhiasan, mulai dari cincin, kalung, giwang hingga mahkota.

"Warna merah delima ini, setelah kami pelajari, agaknya merupakan warna yang banyak disukai anak muda. Dan ia bersifat unisex, bisa dipergunakan oleh pria maupun wanita,” ujar Aryo Meidianto, Media Engagement OPPO Indonesia, 11 Agustus 2017. “Saat ini anak muda, terutama di wilayah urban, memiliki pertimbangan fashion yang baik. Mereka ingin tampil beda dengan kelompoknya. Salah satu yang bisa membuat itu adalah perangkat smartphone mereka.”

Dengan memilih merah delima sebagai warna ponsel pintar F3, OPPO telah merangkum semua kisah dan makna itu secara simbolik. Namun, lebih jauh, bukankah kesempurnaan luar sebuah produk harus sejalan dengan kesempurnaan isi?

OPPO menjawab pertanyaan itu dengan menyediakan fitur-fitur unggulan pada F3 Red Edition. Ponsel pintar itu bersandar pada kapasitas RAM 4 gigabit, ROM 64 gigabit, dan kapasitas penyimpanan hingga 128 gigabit, serta ColorOS 3.0 yang responsif, hemat, energi, dan stabil. Selain itu, sebagai selfie expert, OPPO tak hanya melengkapi F3 dengan kamera-kamera canggih dan fitur-fitur penunjang seperti “anti-shake 2.0”, “screen flash”, serta “beautify 4.0”, tetapi juga solusi atas kesulitan yang kerap melanda pengguna dalam melakukan group selfie.

OPPO F3 memiliki dua kamera depan: satu kamera 16 megapiksel untuk menghasilkan foto-foto selfie yang bersih dari noise, berkedalaman, dan detailnya jelas; serta satu kamera bersudut lebar dengan bidang pandang dua kali lebih besar dibandingkan kamera biasa yang sanggup membingkai lebih banyak subjek.

"OPPO F3 akan membuat konsumen menikmati pengalaman group selfie yang lebih mudah, nyaman untuk digenggam dan dikantongi, terjangkau, serta akan semakin memperkuat posisi kami sebagai produsen smartphone selfie terdepan di industri," kata Ivan Lau, CEO OPPO Indonesia, pada siaran pers peluncuran F3 di Jakarta, 4 Mei 2017.
DarkLight