One Piece 971: Kozuki Oden yang Direbus & Kisah Ishikawa Goemon

Oleh: Fitra Firdaus - 14 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Tragedi Kozuki Oden yang direbus Orochi di One Piece 971 adalah cerminan kisah Ishikawa Goemon, bandit kenamaan Jepang pada akhir abad 16 Masehi.
tirto.id - Manga One Piece Chapter 971 yang akan dirilis MangaPlus pada Minggu (16/2/2020) bakal mengisahkan akhir tragis kehidupan Kozuki Oden. Lahir sebagai pewaris tahta Negeri Wano, Oden dihukum dengan cara direbus hidup-hidup oleh sang Shogun palsu, Kurozumi Orochi. Oden bagai cerminan Ishikawa Goemon.

Sejak diperkenalkan pertama kali dalam One Piece, nama Kozuki Oden sudah demikian unik. Oden dalam namanya berasal dari nama masakan khas Jepang yang penyajiannya berupa rebusan berbagai bahan dalam kuah. Oden disantap selagi panas-panasnya. Demikian pula akhir hidup Oden, yang dianggap hendak mengudeta kekuasaan Kurozumi Orochi di Negeri Wano.

Setelah tertangkap pada Chapter 970, takdir Oden tidak dapat dihindarkan lagi. Namun, seperti hidupnya yang penuh dengan keajaiban, kematiannya berjalan dramatis. Ia bisa dibandingkan dengan Ishikawa Goemon, seorang bandit kenamaan yang hidup pada akhir abad 16 Masehi.

Oden Bagai Ishikawa Goemon

Dikisahkan, Goemon berupaya untuk menghabisi penguasa Jepang era Sengoku, Toyotomi Hideyoshi. Namun, ketika menyelinap ke dalam kastil, ia tertangkap. Sebagai hukuman atas upaya itu, Goemon direbus hidup-hidup. Ada versi yang menyebutkan, Goemon direbus bersama sang anak. Namun, anak tersebut selamat setelah Goemon mengangkatnya tinggi-tingi di atas kepala.

Kisah tragis Ishikawa Goemon tersebut jadi inspirasi Eiichiro Oda untuk kematian Kozuki Oden. Pada Chapter 970, Oden tertangkap bersama para pengikutnya, Akazaya Nine. Chapter 971 bakal menampilkan Oden sebagai Goemon, sedangkan Akazaya Nine adalah cerminan anak Goemon, yang akhirnya selamat, ditebus dengan kematian Oden.

Jika Goemon mengangkat anaknya agar tidak direbus, dapat dibayangkan betapa heroiknya Oden yang mengangkat kesembilan Akazaya Nine untuk alasan yang sama. Tindakan Oden inilah yang akhirnya meninggalkan luka yang dalam di hati Akazaya Nine, yang menyalahkan diri sendiri karena justru diselamatkan, bukan menyelamatkan tuan mereka.

Luka dalam itu diungkapkan Kin'emon, Raizo, Inuarashi, Nekomamushi, dan Kanjuro di Chapter 818, "Momonosuke, Pewaris Klan Kozuki", yaitu, "Sekarang, kami menahan malu hidup tanpa tuan kami. Kami hanya bisa melakukan satu hal: mengorbankan nyawa demi membawa keadilan untuknya!".



Menanti Momonosuke sang Shogun Masa Depan

Pengorbanan Oden agar Akazaya Nine selamat ini pula yang membuat para samurai ini demikian gigih memperjuangkan misi sang tuan, yaitu membuka perbatasan Negeri Wano, alias menghentikan politik isolasi yang diterapkan Wano sejak dahulu.

Kegigihan Akazaya Nine ini ditunjukkan kelak ketika Oden tewas. Akazaya Nine berupaya untuk mengamankan Momonosuke dan Hiyori, dua anak Oden. Akazaya Nine berlari dari tempat eksekusi menuju Kastil Oden di Kuri, yang ternyata dibakar oleh anak buah Orochi untuk melenyapkan Klan Kozuki sampai tak bersisa.

Pada akhirnya, berkat Toki, istri Oden, tidak semua klan Kozuki musnah. Toki membuat Momonosuke, Kinemon, Kanjuro, Kiku, dan Raizo melompat 20 tahun ke masa depan, atau menuju era Monkey D. Luffy.

Di era Luffy ini, membuka perbatasan Wano sesuai perintah Oden, berarti menumbangkan Kurozumi Orochi dan menjadikan Momonosuke sebagai shogun baru. Uniknya, Wano memang bagai "dipersiapkan" untuk itu, karena Momonosuke yang menjadi pewaris tahta Oden, muncul tanpa bantuan warga asli Wano, tetapi dengan ditolong orang-orang di luar Wano, terutama Kelompok Topi Jerami.

Baca juga artikel terkait ONE PIECE atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Film)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH
DarkLight