Konflik Rusia-Ukraina

OJK Ingatkan Pelaku Ekonomi Waspada Dampak Perekonomian Global

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 2 Jun 2022 10:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
"Sehingga memicu terjadinya inflasi global," kata Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital, Imansyah.
tirto.id - Perekonomian global masih menghadapi sejumlah tantangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para pelaku ekonomi tetap waspada dengan adanya risiko geopolitik Rusia-Ukraina. Konflik kedua negara itu berdampak pada minimnya rantai pasok dan mendorong kenaikan harga komoditas.

"Sehingga memicu terjadinya inflasi global," kata Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital, Imansyah, di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Harga sejumlah komoditas mulai dari pangan maupun energi di tingkat internasional sempat mengalami kenaikan yang signifikan pada Maret 2022. Mulai dari harga minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat naik dari 95,72 dolar AS per barel, pada Februari 2022 menjadi 113,50 dolar AS per barel atau naik 18,58 persen. Bahkan secara tahunan (yoy), harga ICP meningkat 78,74 persen.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan yaitu batu bara, nikel, minyak kelapa sawit (CPO), alumunium, emas, dan tembaga. Kenaikan tertinggi terjadi untuk batu bara 294,4 dolar AS per ton, nikel 33.92 dolar AS per ton serta CPO 1.777 dolar AS per ton.

Selain tren kenaikan harga komoditas tingkat global, dia melihat masih ada sejumlah kondisi menjadi perhatian bagi para pelaku ekonomi. Salah satunya, perubahan perilaku di kalangan masyarakat, serta dunia usaha yang mengakselerasi ekonomi hijau dan ekonomi digital.

"Sejumlah kondisi tersebut memancing solusi yang inovatif dan efektif dari para pemain ekonomi, termasuk dunia usaha, agar dapat mempertahankan serta mendorong perekonomian dalam negeri," katanya.

Sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa saat ini dunia tengah menghadapi tiga tantangan yang sama beratnya. Tiga hal ini, menurutnya, sangat mempengaruhi lingkungan ekonomi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Yaitu, inflasi global yang tinggi, suku bunga tinggi, dan potensi pelemahan ekonomi. Ini yang harus kita waspadai," ungkap Sri Mulyani dalam APBN Kita, di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Sri Mulyani menyampaikan pemulihan ekonomi dunia dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah, terutama akibat krisis global yang meningkat berasal dari geopolitik yaitu perang di Ukraina. Dampak dari perang tersebut kemudian menimbulkan spillover dalam bentuk kenaikan barang-barang terutama energi dan pangan dan terjadinya supply disruption.

"Jadi kita lihat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara mengalami tekanan, nanti akan terlihat terutama di kuartal kedua. Kita lihat di berbagai negara sekarang ini kuartal satunya sudah mengalami penurunan yang cukup konsisten across region," ucapnya.



Baca juga artikel terkait PEREKONOMIAN GLOBAL atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight