Misi Mourinho Menaklukkan Klopp

MANCHESTER VS LIVERPOOL
Jose Mourinho dan Jurgen Kloop. REUTERS/Ina Fassbender
Oleh: Iswara N Raditya - 14 Januari 2017
Dibaca Normal 2 menit
Jose Mourinho baru sekali menang atas klub besutan Jurgen Klopp. Bagaimana di laga Manchester United vs Liverpool pada akhir pekan nanti?
tirto.id - Jose Mourinho boleh saja lebih berpengalaman dan punya jejak rekam mentereng dengan seabrek trofi bergengsi. Tapi, menghadapi Jurgen Klopp, The Special One belum boleh tersenyum lega sebelum Manchester United mampu membekuk Liverpool di Old Trafford pada akhir pekan nanti.

Laga Premier League 2016/2017 pekan ke-21 akan menjadi duel ke-7 antara Mourinho kontra Klopp sepanjang karier keduanya, dan merupakan pertemuan ke-2 setelah sebelumnya imbang tanpa gol di Anfield pada 18 Oktober 2016 lalu.

Mou pantas harap-harap cemas. Setiap kali melawan klub besutan Klopp, hasilnya nyaris selalu jeblok. Dari 6 perjumpaan, pelatih asal Portugal ini baru sekali menang atas pria Jerman itu, 2 pertandingan lainnya berakhir sama kuat, dan 3 sisanya milik Klopp.

Satu-satunya kemenangan Mourinho atas Klopp sejauh ini terjadi di laga leg kedua semifinal Liga Champions 2012/2013. Kala itu, Mou sebagai arsitek Real Madrid menang 2-0 atas Borussia Dortmund besutan Klopp di Santiago Bernabeu.

Tapi, dwigol telat Karim Benzema dan Sergio Ramos saat itu gagal membuat Mou bahagia. Pasalnya, di leg pertama di Dortmund, pasukan Klopp menang telak 4-1. Quattrick Robert Lewandowski hanya mampu dibalas sebiji gol oleh Cristiano Ronaldo.

Di ajang serta edisi yang sama, Mou dan Klopp sebelumnya telah dua kali bertemu. Madrid dan Dortmud tergabung di Grup D yang juga dihuni oleh dua raksasa Eropa lainnya, Manchester City dan Ajax Amsterdam.

Laga pertama Grup D itu sekaligus menjadi debut duel Mourinho versus Klopp yang dimenangkan Dortmund 2-1 di Signal Park. Di pertemuan kedua, The Special One kembali tersenyum kecut karena ditahan 2-2 di Madrid.

Arena beralih ke Inggris ketika Klopp bersama Liverpool dijamu Chelsea pada 31 Oktober 2015. Mourinho lagi-lagi tak berdaya di hadapan Klopp. The Blues kalah 1-3 di Stamford Bridge yang akhirnya berimbas pada pemecatan Mou sebelum dipungut MU sejak musim 2016/2017 ini.

Cuma sekali menang dari Klopp tentu amat menyesakkan bagi seorang Mourinho karena prestasinya yang jauh lebih gemerlap ketimbang si Jerman berjenggot itu. Dan, laga terbaru di Old Trafford nanti tentunya akan menjadi pembuktian bagi Mou untuk setidaknya memperbaiki rekor pertemuannya dengan Klopp.

Pembawa Inter Milan meraih treble winner pada 2009/2010 itu hendaknya jangan menyia-nyiakan laju mulus yang sedang dilakoni Manchester United. Setan Merah saat ini sedang bagus-bagusnya dengan mencatatkan 15 laga berturut-turut tanpa kalah dengan 9 pertandingan di antaranya dituntaskan dengan kemenangan beruntun.

Hanya saja, kinerja Mourinho di musim pertamanya bareng MU sejauh ini belum bisa dikatakan stabil. Wayne Rooney dan kawan-kawan sempat limbung usai dibantai Chelsea 4-0 pada 21 Oktober 2016 hingga akhirnya tak terbendung sejak menang atas Zorya di Liga Eropa tanggal 9 Desember 2016 dan tidak terkalahkan sampai saat ini.



Selabil-labilnya Mourinho, tetap saja ia masih termasuk pelatih terbaik dunia saat ini, dan Liverpool jangan sekali-kali memandang sebelah mata. Legenda The Reds, Ian Rush, sangat menyadari itu dan berpesan kepada anak-anak Anfield untuk selalu menaruh respek tinggi kepada sosok Mou yang menurutnya memang spesial.

“Duel Liverpool melawan Manchester United selalu menjadi laga istimewa dan saya pikir Mourinho akan memberikan kemampuan terbaiknya setiap kali menghadapi lawan seperti kami,” ucap Ian Rush kepada Manchester Evening News.

“Mourinho adalah orang yang mampu memaksimalkan potensi para pemainnya. Itulah mengapa, saya memang seharusnya khawatir jika Anda memiliki manajer seperti dirinya. Mourinho benar-benar paham apa yang harus dilakukannya,” lanjutnya.

Selain atas nama harga diri pribadi Mourinho dan klub, kemenangan atas Liverpool juga wajib hukumnya demi memperbaiki posisi MU di klasemen. Hingga pekan ke-20, The Red Devils masih tercecer di peringkat ke-6 dengan 39 poin. Sementara Si Merah berada di urutan kedua di bawah mantan Mou, Chelsea.

Bagi Klopp, duel di Old Trafford nanti juga memiliki makna khusus. Selain ingin menghentikan rangkaian kemenangan Mou, ia juga mengejar poin sempurna pertama atas Manchester United dalam karier kepelatihannya karena dua klub Jerman yang dibesutnya sebelum ke Inggris, Mainz dan Dortmund, belum pernah bertemu dengan MU.

Khusus di era Premier League, laga akhir pekan nanti akan menjadi pertandingan ke-50 bagi kedua tim yang akan bertarung. Manchester United masih sedikit unggul dengan mengemas 27 kemenangan dari 49 pertemuan kontra The Reds yang sudah disuntuki sejak 1992 silam.

Terlepas dari obsesi apapun yang disasar Mourinho maupun Klopp, gengsi duel antara United vs Liverpool tetap di atas segala-galanya. Ini adalah pertarungan paling klasik di rumput Britania yang mempertandingkan dua klub paling berjaya sepanjang sejarah sepakbola Inggris.

Baca juga artikel terkait OLAHRAGA atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Zen RS
DarkLight