Menuju konten utama

Mensos Tinjau Kondisi Korban Banjir Garut

Untuk memastikan kondisi para korban banjir, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi korban bencana alam banjir bandang di Kabupaten Garut, pada Kamis (22/9/2016).

Mensos Tinjau Kondisi Korban Banjir Garut
Sejumlah petugas medis Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet membersihkan lumpur paska diterjang banjir bandang di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/9). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi.

tirto.id - Musibah banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat membuat ratusan warga mengungsi di pos pengungsian Makorem 062 TN. Data BPBD Garut menunjukkan, saat ini terdapat sekitar 433 jiwa yang mengungsi di pos yang telah disiapkan pemerintah.

Untuk memastikan kondisi para korban banjir bandang ini, Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi korban bencana alam banjir bandang di Kabupaten Garut, pada Kamis (22/9/2016).

Mensos bersama rombongan kementeriannya meninjau korban banjir yang mengungsi di tempat pengungsian Markas Korem 062 Tarumanagara Garut. Selanjutnya, Mensos meninjau kondisi korban banjir di sejumlah pemukiman penduduk yang dilanda banjir bandang.

Mensos juga meninjau kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Slamet Garut yang sama terkena dampak banjir bandang. Ia menanyakan langsung pelayanan kesehatan di rumah sakit pascabanjir bandang tersebut.

Kondisi dalam ruangan rumah sakit terlihat kotor dan masih banyak lumpur serta berkas-berkas yang menumpuk karena terendam banjir. Khofifah berharap pelayanan rumah sakit secepatnya dapat kembali normal agar dapat melayani masyarakat yang sakit.

Selain itu, Mensos Khofifah juga mengunjungi daerah lain yang terkena dampak banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul. “Kita akan lihat kondisinya, lalu mengomunikasikan, merumuskan untuk tanggap darurat," ujarnya seperti dilansir Antara.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana ini, Mensos menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya bagi pengungsi dan korban banjir bandang di Garut.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah banjir bandang di Garut ini hingga Rabu (21/9/2016) malam telah memakan korban meninggal berjumlah 23 orang dan 18 lainnya masih dalam pencarian. Pencarian korban melibatkan tim gabungan dari BPBD, Badan SAR Nasional, TNI, Polri, PMI, Tagana, dinas-dinas terkait, relawan dan masyarakat.

“Identifikasi korban di Rumah Sakit TNI AD Guntur Garut untuk perkembangan sampai pukul 20.00 WIB, data korban meninggal dunia 23 orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus melalui siaran pers, Rabu malam seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan banjir akibat luapan Sungai Cimanuk itu menyebabkan pemukiman penduduk terendam banjir dan membuat warga luka-luka serta terbawa hanyut arus banjir.

Selain korban meninggal dunia, kata Yusri, tercatat empat orang mengalami luka berat, 27 orang luka ringan. "Dari sekian korban tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda yaitu di Lapang Paris, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, dan Kampung Cisurat di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang," katanya.

Korban meninggal yang dievakuasi ke Rumah Sakit Guntur Garut terdiri dari : 1. Nawawi (65) 2. Iis (35) 3. Irsyad (8) 4. Ahmad (3,5 bulan) 5. Resal (4 bulan) 6. Deni (23) 7. Siti (38) 8. Santi (38) 9. Revina (7) 10. Nunung (75) 11. Sari (25) 12. Jana (35) 13. Aceng Taryana (50) 14. Welis (25) 15. Suryati (58) 16. Neng Fitriani (9) 17. Entin Kartini (62) 18. Diana (4) 19. Fika (4) 20. Ny Oom (82) 21. Ny Nonoh (59) 22. anak-anak diperkirakan berusia sembilan tahun 23. anak-anak diperkirakan berusia empat tahun.

Tim evakuasi terdiri dari polisi, Basarnas, TNI, sukarelawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat akan terus melakukan pencarian korban yang dinyatakan hilang.

Baca juga artikel terkait BANJIR BANDANG atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Abdul Aziz