STOP PRESS! Menteri Perhubungan Umumkan Revisi Taksi Daring di Tujuh Kota

Menkes Tinjau Fasilitas Kesehatan di Stasiun Pasar Senen

Menkes Tinjau Fasilitas Kesehatan di Stasiun Pasar Senen
Sejumlah mahasiswa dari Politeknik Kesehatan Negeri Kupang menyalami Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (tengah) yang usai memberikan kuliah umum di Kupang, NTT, Selasa (2/5). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
20 Juni, 2017 dibaca normal 1 menit
Menkes mengimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena tidak ada fasilitas kesehatan di dalam kereta dan akan merepotkan bila penumpang sakit saat perjalanan.
tirto.id - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meninjau fasilitas kesehatan di Stasiun Pasar Senen. Ia datang sekitar pukul 09.30 WIB bersama rombongan.

"Dari terminal dan stasiun kereta api kami pilih Stasiun Pasar Senen. Ternyata benar sudah padat. Ada 25.000 sehari yang berangkat," kata Nila di Stasiun Pasar Senen, Selasa (20/6/2017).

Menurutnya, dari cek fasilitas kesehatan yang dilakukannya, ia mengapresiasi fasilitas yang ada di stasiun. Menurutnya, posko kesehatan yang ada sudah memadai.

"Tadi di posko yang di luar ada 11 orang yang diperiksa. Rata-rata mag dan hipertensi," kata Nila mengungkapkan. 

Dari pantauan Tirto di lapangan, terdapat dua posko kesehatan di luar Stasiun Pasar Senen. Salah satu posko ditempati oleh petugas dari Puskesmas Johar Baru. 

Menurut Nila, pemeriksaan kesehatan sangat penting bagi penumpang. Karena, menurutnya, tidak ada fasilitas kesehatan di dalam kereta dan akan merepotkan bila penumpang sakit saat perjalanan. 

"Tadi ada juga periksa ibu hamil. Kita harus pikirkan juga. Siapa yang mau periksa coba kalau tiba-tiba melahirkan di kereta. Tidak bisa berhenti sembarangan," ungkapnya.

Meski begitu, dirinya tetap mengimbau kepada penumpang agar menjaga kesehatan mereka pribadi. Salah satunya dengan tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan. 

Selain untuk penumpang, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk masinis yang akan bertugas mengemudikan kereta. Menurutnya, hal itu demi keselamatan penumpang.

"Mereka dicek agar ketahuan, maaf, kalau mabuk atau tekanan darahnya tinggi itu tidak boleh mengemudi," tutur Nila. 

Adapun tinjauan lapangan ini, menurut Nila, dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya koordinasi antara beberapa lembaga pemerintahan dalam rangka mudik 2017 ini.

"Koordinasi kali ini diketuai oleh Kapolri Tito Kanavian. Kami bersama-sama dengan Menteri PUPR, Kominfo, dan Dishub bekerja sama dan terus berkoordinasi," katanya menjelaskan. 

Sebelumnya, Polri, Kemen PUPR, Kominfo, dan Dishub telah menggelar rapat koordinasi di Mabes Polri pada 12 Juni lalu. Saat itu, Nila menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 3826 posko kesehatan di sepanjang jalur mudik. 

"(Posko) itu terdiri dari pos kesehatan, puskesmas, rumah sakit, ada kantor kesehatan, dan ada public safety center 119," kata Nila di Mabes Polri, Senin (12/6/2017).

Baca juga artikel terkait ARUS MUDIK atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - san/rat)

Keyword