Mengenal Pola Asuh Autoritatif: Manfaat dan Contohnya

Kontributor: Permadi Suntama, tirto.id - 24 Jan 2023 10:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Mengenal apa itu pola asuh autoritatif, apa manfaat, dan contohnya.
tirto.id - Pola asuh autoritatif merupakan cara mengasuh anak dengan membuat peraturan batasan yang jelas dan konsisten.

Tak hanya membuat peraturan, orang tua juga mendengarkan pendapat anak, tetapi tidak selalu menurutinya, serta berusaha mengendalikan perilaku anak.

Oleh karenanya, pola asuh autoritatif membutuhkan kesabaran yang ekstra dari orangtua serta waktu yang cukup. Tidak sedikit orangtua yang menggunakan pola asuh autoritatif untuk mendidik anaknya sejak dini.


Dengan menerapkan pola asuh autoritatif, anak cenderung lebih kuat secara mental dan jasmani. Tidak hanya itu, anak-anak juga lebih cenderung percaya diri serta enerjik dalam menjalani kehidupan sosial.

Penggunaan pola asuh autoritatif juga menarik rasa ingin tahu yang tinggi dari anak, serta kooperatif. Mereka pun lebih berorientasi kepada prestasi dibanding hal lainnya.

Manfaat Pola Asuh Autoritatif


Selain lebih sehat secara jasmani, dan mental, melansir laman Parenting for Brain, anak dengan pola asuh autoritatif akan memiliki kepribadian sebagai berikut.
  • Menjadi pribadi yang menyenangkan dan mandiri.
  • Dapat mengendalikan emosi serta mengendalikan dirinya dengan baik.
  • Memiliki keterampilan sosial yang bagus.
  • Menunjukkan sikap yang positif, serta hangat kepada orang lain.
  • Memiliki prioritas untuk sukses secara akademik lebih tinggi, serta menjaga harga diri dengan baik.
  • Oleh karena memiliki kesehatan mental yang lebih baik, anak dengan pola asuh autoritatif tidak mudah depresi, atau mengalami gangguan kecemasan. Mereka pun cenderung tidak melakukan tindakan ekstrem seperti upaya bunuh diri saat mengalami kebuntuan masalah.
  • Tidak mudah tertarik dengan alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Contoh Pola Asuh Autoritatif


Agar anak memiliki kepribadian seperti disebutkan di atas, beberapa cara dapat dilakukan orangtua untuk menerapkan pola asuh autoritatif.

Mengutip laman Healthline, setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk menerapkan pola asuh autoritatif.

Namun, secara umum pola asuh autoritatif dapat diterapkan orangtua dengan lebih banyak berdiskusi dengan anak serta membuat aturan dan batasan yang jelas.


Misalnya, saat anak menolak makan, orangtua dapat berdiskusi dengan anak mengapa dia tidak mau makan.

Jika alasan anak tidak mau makan karena menu yang tidak disukai, orangtua dapat memberi pengertian bahwa menu tersebut yang tersedia saat ini. Tidak ada menu lainnya sampai dengan jam makan selanjutnya.

Sementara itu, jika anak menolak makan karena tidak ingin makan, orangtua dapat menjelaskan bahwa dia harus makan supaya tidak sakit. Meskipun tidak menghabiskan seluruh hidangan, anak dapat memakannya sedikit, yang terpenting tetap makan.

Contoh lainnya, apabila anak ingin bermain di luar rumah, padahal tugasnya belum selesai, orangtua dapat menanyakan alasan anak tanpa ada unsur memaksa. Namun, orangtua tetap berusaha memberi penjelasan dan meminta anak untuk menyelesaikan tugas terlebih dahulu baru bermain.

Apabila anak tetap ingin bermain sebelum tugas selesai, orangtua dapat menawarkan bantuan agar tugas selesai lebih cepat.

Meski begitu, orangtua membantu secukupnya, agar anak memiliki rasa tanggungjawab terhadap tugasnya sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Permadi Suntama
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight